Hati yang Tertutup dan Telinga yang Tersumbat dari Petunjuk Allah

Materi Ceramah

Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 46

"Hati yang Tertutup dan Telinga yang Tersumbat dari Petunjuk Allah"

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba'du.

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Pada kesempatan ini kita akan mentadabburi firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat ke-46 yang menjelaskan sebab seseorang tidak dapat menerima petunjuk Al-Qur'an.


Ayat yang Dibahas

Firman Allah ﷻ

وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا

Artinya:

"Dan Kami jadikan hati mereka tertutup sehingga mereka tidak dapat memahaminya, dan (Kami jadikan pula) telinga mereka tersumbat. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, mereka berpaling ke belakang karena benci." (QS. Al-Isrā': 46)


Kandungan Ayat

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang terus-menerus menolak kebenaran akan mengalami tiga musibah besar:

  1. Hatinya tertutup sehingga tidak mampu memahami kebenaran.
  2. Telinganya tersumbat sehingga nasihat tidak lagi berpengaruh.
  3. Membenci tauhid, bahkan berpaling ketika nama Allah Yang Maha Esa disebutkan.

Ini bukanlah keadaan yang datang tiba-tiba, melainkan akibat dari pilihan mereka sendiri untuk terus mengikuti hawa nafsu, kesombongan, dan tradisi syirik.


Tafsir Para Ulama

1. Imam Ath-Thabari

Dalam Jāmi' al-Bayān, Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "أكنة" (akinah) berarti penutup yang menghalangi hati mereka dari memahami Al-Qur'an, sedangkan "وقر" (waqr) berarti sumbatan atau ketulian yang menghalangi mereka mendengar dengan penuh penerimaan.

Beliau menegaskan bahwa keadaan ini merupakan balasan Allah atas penolakan mereka terhadap petunjuk.


2. Imam Ibnu Katsir

Dalam Tafsīr al-Qur'ān al-'Azhīm, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka sebenarnya mendengar bacaan Al-Qur'an, tetapi hati mereka tidak mampu mengambil manfaat darinya karena telah dipenuhi kekafiran dan kesombongan.

Beliau mengutip ayat-ayat lain yang menjelaskan bahwa kekufuran yang terus-menerus menyebabkan hati menjadi terkunci.


3. Imam Al-Qurthubi

Dalam Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān, beliau menjelaskan bahwa penutup hati bukan berarti Allah menzalimi mereka, tetapi merupakan balasan yang adil setelah mereka berulang kali menolak kebenaran.


Dalil-Dalil Al-Qur'an

1. Hati yang Terkunci

QS. Al-Baqarah: 7

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya:

"Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup. Bagi mereka azab yang besar."

Pelajaran

Ketika manusia berkali-kali menolak petunjuk, Allah membiarkan mereka dalam kesesatan sebagai bentuk hukuman yang adil.


2. Mereka Mengakui Hatinya Tertutup

QS. Fuṣṣilat: 5

وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ

Artinya:

"Mereka berkata: Hati kami tertutup terhadap apa yang engkau serukan kepada kami, telinga kami tersumbat, dan antara kami denganmu ada dinding."

Ayat ini menunjukkan bahwa mereka sendiri mengakui keengganan menerima dakwah Nabi ﷺ.


3. Penyebab Penyimpangan

QS. Ash-Shaff: 5

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

Artinya:

"Ketika mereka menyimpang, Allah menjadikan hati mereka semakin menyimpang."

Ayat ini menunjukkan bahwa penyimpangan dimulai dari pilihan manusia, kemudian Allah membalasnya dengan membiarkan mereka tenggelam dalam kesesatan.


4. Kebencian kepada Tauhid

QS. Az-Zumar: 45

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ

Artinya:

"Apabila Allah Yang Maha Esa disebut, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi benci."

Ayat ini sangat selaras dengan Surah Al-Isrā' ayat 46.


Dalil dari Sunnah

1. Dosa Menutup Hati

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ...

Artinya:

"Apabila seorang hamba melakukan dosa, akan ditorehkan satu titik hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, titik itu dihapus. Namun jika ia terus berbuat dosa, titik itu bertambah hingga menutupi seluruh hatinya."

(HR. At-Tirmidzi no. 3334; Ibnu Majah no. 4244, hasan)

Penjelasan

Hadis ini menjelaskan bahwa penutup hati bermula dari dosa yang terus-menerus dilakukan tanpa taubat.


2. Hati adalah Penentu

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya:

"Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati."

(HR. Al-Bukhari no. 52; Muslim no. 1599)


Komentar Para Ulama

Imam An-Nawawi

Dalam Syarh Shahih Muslim, beliau menjelaskan bahwa hati adalah pusat iman, ilmu, niat, dan keikhlasan. Jika hati rusak, seluruh amal ikut rusak.


Ibnu Rajab Al-Hanbali

Dalam Jāmi' al-'Ulūm wal Hikam, beliau menerangkan bahwa hati menjadi keras karena:

  • banyak dosa,
  • lalai dari zikir,
  • cinta dunia,
  • sedikit mengingat kematian.

Akibatnya seseorang tidak lagi merasakan manisnya iman.


Syaikh Abdurrahman As-Sa'di

Dalam Taisīr al-Karīm ar-Rahmān, beliau menjelaskan bahwa hati mereka tertutup bukan karena Al-Qur'an tidak jelas, melainkan karena mereka menolak kebenaran dengan kesombongan dan hawa nafsu. Maka Allah menghukum mereka dengan dicabutnya kemampuan menerima petunjuk.


Hikmah yang Dapat Diambil

  1. Hidayah adalah karunia Allah yang harus disyukuri.
  2. Jangan menunda taubat, karena dosa dapat mengeraskan hati.
  3. Biasakan membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan pengamalan.
  4. Kesombongan adalah penghalang terbesar datangnya hidayah.
  5. Tauhid harus dijaga kemurniannya, karena orang musyrik paling membenci ketika Allah saja yang diibadahi.

Cara Agar Hati Tidak Tertutup

  • Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  • Senantiasa beristighfar dan bertaubat.
  • Perbanyak zikir kepada Allah.
  • Bergaul dengan orang-orang saleh.
  • Berdoa memohon keteguhan hati.

Doa Rasulullah ﷺ

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya:

"Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."

(HR. At-Tirmidzi no. 2140, dinilai hasan sahih)


Penutup

Surah Al-Isrā' ayat 46 mengajarkan bahwa hati yang tertutup bukanlah keadaan yang muncul tanpa sebab. Ia merupakan akibat dari penolakan terhadap kebenaran, kesombongan, dan dosa yang terus dipelihara. Karena itu, seorang mukmin harus senantiasa menjaga kebersihan hati dengan iman, taubat, zikir, dan tadabbur Al-Qur'an agar selalu terbuka menerima petunjuk Allah.

Rujukan utama:

  • Jāmi' al-Bayān karya Imam Ath-Ṭabari.
  • Tafsīr al-Qur'ān al-'Azhīm karya Ibnu Katsir.
  • Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān karya Imam Al-Qurthubi.
  • Taisīr al-Karīm ar-Rahmān karya Syaikh Abdurrahman As-Sa'di.
  • Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi.
  • Jāmi' al-'Ulūm wal Hikam karya Ibnu Rajab Al-Hanbali.

Tidak ada komentar