Hijab yang Menutupi Hati dari Cahaya Al-Qur'an
Materi Ceramah
Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 45
"Hijab yang Menutupi Hati dari Cahaya Al-Qur'an"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba'du.
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan ini marilah kita mentadabburi firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Isrā' ayat ke-45.
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta'ala
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا
Artinya:
"Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur'an, Kami adakan antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat suatu dinding yang tidak terlihat." (QS. Al-Isrā': 45)
Kandungan Ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa tidak semua orang yang mendengar Al-Qur'an akan memperoleh hidayah. Ada orang yang telinganya mendengar, tetapi hatinya tertutup. Penghalang itu bukanlah dinding fisik, melainkan hijab yang Allah letakkan pada hati orang-orang yang terus-menerus menolak kebenaran.
Tafsir Para Ulama
1. Imam Ath-Thabari
Dalam Jāmi' al-Bayān beliau menjelaskan:
Yang dimaksud "hijāban mastūrā" adalah penghalang yang menghalangi mereka memahami Al-Qur'an sehingga mereka tidak mampu mengambil petunjuk darinya.
Rujukan: Tafsir Ath-Thabari, Juz 15.
2. Imam Ibnu Katsir
Beliau berkata:
Allah menjadikan hati mereka tertutup sehingga mereka tidak dapat memahami Al-Qur'an sebagai balasan atas kekufuran dan keengganan mereka menerima kebenaran.
Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Azhīm, Juz 5.
3. Imam Al-Qurthubi
Beliau menjelaskan:
Hijab tersebut adalah hijab maknawi, bukan hijab yang terlihat mata. Maksudnya hati mereka tertutup dari memahami petunjuk.
Rujukan: Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān, Juz 10.
Mengapa Hati Bisa Tertutup?
Allah menjawab pada ayat berikutnya.
Dalil Al-Qur'an
QS Al-Isrā' ayat 46
وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا
Artinya:
"Kami jadikan di atas hati mereka penutup sehingga mereka tidak memahaminya dan pada telinga mereka ada sumbatan."
Ayat ini menjelaskan bahwa hati yang tertutup tidak mampu memahami Al-Qur'an.
Dalil Kedua
QS Al-Baqarah ayat 7
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ
Artinya:
"Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka."
Ini merupakan hukuman karena mereka terus-menerus menolak kebenaran.
Dalil Ketiga
QS Muhammad ayat 24
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Artinya:
"Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur'an ataukah hati mereka telah terkunci?"
Ayat ini menunjukkan bahwa tadabbur merupakan kunci memahami Al-Qur'an.
Penyebab Tertutupnya Hati
1. Dosa yang terus dilakukan
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ...
Artinya:
"Sesungguhnya apabila seorang hamba berbuat dosa maka akan ditorehkan satu titik hitam pada hatinya..."
(HR. At-Tirmidzi no. 3334; Ibnu Majah no. 4244, dinilai hasan)
Penjelasan
Imam Ibnu Rajab dalam Jāmi' al-'Ulūm wal Hikam menerangkan bahwa dosa yang terus dilakukan akan menggelapkan hati sehingga sulit menerima nasihat.
2. Tidak mengamalkan ilmu
Allah berfirman:
QS Ash-Shaff ayat 5
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ
Artinya:
"Ketika mereka menyimpang, Allah menjadikan hati mereka semakin menyimpang."
Mereka memilih kesesatan, kemudian Allah membiarkan mereka dalam kesesatan.
3. Sombong
QS Al-A'raf ayat 146
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ
Artinya:
"Aku akan memalingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di bumi."
Kesombongan merupakan penghalang terbesar memperoleh hidayah.
Sunnah Rasulullah Tentang Hati
Hadis
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Artinya:
"Ketahuilah, di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati."
(HR. Al-Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)
Penjelasan Imam An-Nawawi
Dalam Syarh Shahih Muslim, beliau menjelaskan bahwa hati adalah pusat keimanan, niat, keikhlasan, dan seluruh amal.
Mengapa Orang Kafir Tidak Mendapat Manfaat dari Al-Qur'an?
Imam As-Sa'di menjelaskan dalam Taisīr al-Karīm ar-Rahmān:
Mereka tidak memperoleh manfaat bukan karena Al-Qur'an kurang jelas, tetapi karena hati mereka telah dipenuhi kekafiran, hawa nafsu, dan kesombongan.
Al-Qur'an adalah cahaya, tetapi mata yang tertutup tidak dapat melihat cahaya tersebut.
Pelajaran yang Dapat Diambil
- Hidayah adalah anugerah Allah.
- Al-Qur'an hanya bermanfaat bagi hati yang bersih.
- Dosa dapat menghalangi seseorang memahami Al-Qur'an.
- Kesombongan merupakan sebab tertutupnya hati.
- Orang beriman hendaknya senantiasa memohon agar Allah membuka hatinya untuk menerima petunjuk.
Cara Agar Hati Terbuka terhadap Al-Qur'an
1. Berdoa
QS Ṭāhā ayat 25–28
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Artinya:
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku."
2. Memperbanyak Istighfar
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
Artinya:
"Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali setiap hari."
(HR. Al-Bukhari no. 6307)
Istighfar membersihkan hati dari noda dosa sehingga lebih siap menerima petunjuk.
3. Tadabbur Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an hendaknya disertai pemahaman, penghayatan, dan pengamalan agar ayat-ayat Allah benar-benar menjadi cahaya dalam kehidupan.
Penutup
Surah Al-Isrā' ayat 45 mengingatkan bahwa penghalang terbesar untuk memahami Al-Qur'an bukanlah kurangnya kecerdasan, tetapi hati yang tertutup karena kekufuran, kesombongan, dan dosa. Sebaliknya, hati yang bersih, tawaduk, dan senantiasa bertaubat akan mudah menerima cahaya petunjuk Allah.
Semoga Allah menjadikan hati kita termasuk hati yang hidup, lembut, dan selalu menerima cahaya Al-Qur'an.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا وَغُمُومِنَا
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan kami, serta pelenyap kegelisahan dan kesusahan kami."
Referensi utama:
- Tafsīr ath-Ṭabarī (Jāmi' al-Bayān), tafsir QS. Al-Isrā': 45.
- Tafsīr al-Qur'ān al-'Azhīm karya Ibnu Katsir, tafsir QS. Al-Isrā': 45–46.
- Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān karya Al-Qurthubi, tafsir QS. Al-Isrā'.
- Taisīr al-Karīm ar-Rahmān karya Syaikh Abdurrahman As-Sa'di.
- Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi.
- Jāmi' al-'Ulūm wal Hikam karya Ibnu Rajab al-Hanbali.
Post a Comment