Seluruh Alam Semesta Bertasbih Memuji Allah

Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Isrā' Ayat 44

"Seluruh Alam Semesta Bertasbih Memuji Allah"


Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليمًا كثيرًا.

أما بعد،

Hadirin yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada kesempatan ini kita akan mentadabburi firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat 44, sebuah ayat yang mengajarkan bahwa seluruh alam semesta, baik yang hidup maupun yang tidak hidup, senantiasa bertasbih memuji Allah. Ayat ini mengajak kita untuk mengenal kebesaran Allah, memahami tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta, dan menyadari bahwa hanya manusialah yang sering lalai dari mengingat-Nya.


Ayat yang Dibahas

Allah Ta'ala berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Artinya:

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."
(QS. Al-Isrā': 44)


Kandungan Ayat

Ayat ini menjelaskan beberapa hakikat besar:

  1. Seluruh langit dan bumi bertasbih kepada Allah.
  2. Semua makhluk tanpa terkecuali memuji Allah.
  3. Manusia tidak mampu memahami cara tasbih seluruh makhluk.
  4. Allah tetap Maha Penyantun kepada manusia yang lalai.
  5. Allah membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang bertobat.

Dalil Al-Qur'an

1. Seluruh Alam Bertasbih

QS. Al-Ḥadīd ayat 1

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya:

"Semua yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Pelajaran

Tasbih merupakan ibadah seluruh makhluk kepada Rabb mereka.


2. Gunung dan Burung Ikut Bertasbih

QS. Ṣād ayat 18-19

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ ۝ وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً ۖ كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ

Artinya:

"Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung agar bertasbih bersama Dawud pada waktu petang dan pagi. Demikian pula burung-burung yang dikumpulkan. Semuanya taat kepada Allah."

Pelajaran

Gunung dan burung benar-benar bertasbih kepada Allah.


3. Burung Memiliki Tasbih

QS. An-Nūr ayat 41

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ

Artinya:

"Tidakkah engkau mengetahui bahwa kepada Allah bertasbih siapa yang di langit dan di bumi, juga burung-burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui cara berdoa dan bertasbih."


Dalil dari Sunnah

Hadis Pertama

Batu Pernah Mengucapkan Salam kepada Nabi ﷺ

إِنِّي لَأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ

Artinya:

"Sesungguhnya aku benar-benar mengenal sebuah batu di Makkah yang dahulu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi nabi."

HR. Muslim no. 2277

Pelajaran

Benda mati pun dapat berbicara dan bertasbih sesuai kehendak Allah.


Hadis Kedua

Batang Pohon Menangis

فَحَنَّ الْجِذْعُ حَتَّى سَمِعَ لَهُ أَنِينٌ كَأَنِينِ الصَّبِيِّ

Artinya:

"Batang pohon itu menangis hingga terdengar suara seperti tangisan seorang anak kecil."

HR. Al-Bukhari no. 3584

Pelajaran

Benda mati memiliki bentuk ketaatan kepada Allah yang terkadang diperlihatkan sebagai mukjizat.


Hadis Ketiga

Tasbih Kerikil di Tangan Nabi ﷺ

سَبَّحَ الْحَصَى فِي يَدِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

Artinya:

"Kerikil bertasbih di tangan Rasulullah ﷺ."

HR. At-Tirmidzi no. 3633 (dinyatakan hasan oleh sebagian ulama).


Penjelasan Para Ulama

1. Imam Ath-Thabari

Beliau menjelaskan bahwa semua makhluk benar-benar bertasbih kepada Allah dengan tasbih yang hakiki, bukan sekadar kiasan. Hanya saja manusia tidak memahami bahasa dan cara tasbih mereka.

Rujukan: Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āyi al-Qur'ān, tafsir QS. Al-Isrā': 44.


2. Imam Ibnu Katsir

Beliau berkata:

"Semua makhluk memuji Allah sesuai keadaan mereka. Manusia tidak memahami bagaimana tasbih itu berlangsung."

Beliau menguatkan pendapat ini dengan hadis-hadis tentang batu, pohon, dan makanan yang bertasbih di hadapan Rasulullah ﷺ.

Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm, tafsir QS. Al-Isrā': 44.


3. Imam Al-Qurthubi

Beliau menjelaskan bahwa terdapat dua bentuk tasbih:

  1. Tasbih Qauliyah, yaitu tasbih dengan ucapan yang diketahui Allah.
  2. Tasbih Hāliyah, yaitu seluruh makhluk menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah melalui keberadaan dan keteraturan mereka.

Beliau menegaskan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah semua makhluk memang memiliki tasbih yang hakiki, meskipun manusia tidak mengetahui caranya.

Rujukan: Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān, tafsir QS. Al-Isrā': 44.


4. Imam Fakhruddin Ar-Razi

Beliau menjelaskan bahwa keteraturan alam semesta merupakan bukti kebijaksanaan Allah. Ketaatan seluruh makhluk kepada hukum-hukum Allah merupakan salah satu bentuk tasbih kepada-Nya.

Rujukan: Mafātīḥ al-Ghayb, tafsir QS. Al-Isrā': 44.


5. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di

Beliau menerangkan bahwa semua makhluk mengakui kesempurnaan Allah melalui tasbih mereka. Ketidakmampuan manusia memahami tasbih itu menunjukkan keterbatasan ilmu manusia dibanding ilmu Allah.

Rujukan: Taysīr al-Karīm ar-Raḥmān, tafsir QS. Al-Isrā': 44.


Hubungan dengan Ilmu Pengetahuan (Sunatullah)

Ayat ini juga mengajarkan bahwa seluruh alam tunduk kepada sunatullah, yaitu hukum-hukum Allah yang mengatur alam semesta. Gravitasi, rotasi bumi, orbit planet, siklus air, fotosintesis, dan hukum-hukum fisika lainnya berjalan dengan sangat teratur. Keteraturan tersebut bukan terjadi dengan sendirinya, tetapi merupakan tanda kekuasaan Allah.

Sebagian ulama kontemporer menjelaskan bahwa kepatuhan seluruh makhluk terhadap hukum-hukum Allah merupakan salah satu bentuk tasbih kepada-Nya. Namun, penjelasan ilmiah ini tidak menafikan makna lahir ayat bahwa makhluk juga memiliki tasbih yang hakiki dengan cara yang diketahui oleh Allah. Karena itu, penafsiran ilmiah hendaknya dipahami sebagai pelengkap, bukan sebagai satu-satunya makna ayat.


Mengapa Kita Tidak Mendengar Tasbih Mereka?

Allah berfirman:

وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

"Tetapi kamu tidak memahami tasbih mereka."

Ini menunjukkan bahwa:

  • Manusia memiliki keterbatasan indera dan ilmu.
  • Allah mengetahui bahasa seluruh makhluk.
  • Tidak semua realitas dapat dijangkau oleh pancaindra manusia.

Penutup Ayat: Allah Maha Penyantun dan Maha Pengampun

Ayat ditutup dengan firman-Nya:

إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

"Sungguh Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

Walaupun banyak manusia mengingkari ayat-ayat-Nya dan lalai bertasbih kepada-Nya, Allah tidak segera menurunkan azab. Dia memberi kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada jalan tauhid.


Hikmah yang Dapat Diambil

  1. Seluruh alam semesta adalah hamba Allah yang taat.
  2. Tasbih merupakan ibadah seluruh makhluk, bukan hanya manusia.
  3. Keteraturan alam adalah bukti kebesaran dan keesaan Allah.
  4. Ilmu pengetahuan yang benar semakin menguatkan keimanan kepada Allah, karena mengungkap sebagian dari sunatullah yang mengatur alam.
  5. Seorang mukmin hendaknya memperbanyak tasbih sebagaimana seluruh makhluk bertasbih.
  6. Jangan sombong dengan ilmu, karena masih banyak hakikat ciptaan Allah yang belum mampu dipahami manusia.
  7. Allah Maha Penyantun dan Maha Pengampun; karena itu jangan menunda taubat.

Penutup Ceramah

Marilah kita menjadi hamba yang selalu mengingat Allah dengan memperbanyak ucapan:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

"Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah Yang Maha Agung."

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa bertasbih, mentadabburi tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta, serta memperoleh ampunan dan rahmat-Nya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Tidak ada komentar