Islam Mengajarkan Sikap Pertengahan dalam Mengelola Harta

Materi Ceramah

"Islam Mengajarkan Sikap Pertengahan dalam Mengelola Harta"

Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 29


Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Hadirin kaum muslimin rahimakumullāh,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Salah satu bukti ketakwaan adalah menggunakan harta sesuai dengan tuntunan syariat. Islam tidak mengajarkan sifat kikir, tetapi juga melarang hidup boros. Seorang mukmin dituntut menjadi pribadi yang seimbang dalam mencari, menggunakan, menyimpan, dan menginfakkan hartanya.

Allah Swt. berfirman:

Dalil Utama

Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 29

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا

Artinya:

"Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (terlalu kikir), dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya (terlalu boros), nanti engkau menjadi tercela dan menyesal."


Tafsir Ayat

Ayat ini menggunakan bahasa kiasan yang sangat indah.

"Tangan terbelenggu di leher" menggambarkan orang yang sangat pelit sehingga enggan mengeluarkan hartanya.

Sedangkan "mengulurkan tangan selebar-lebarnya" menggambarkan orang yang membelanjakan hartanya tanpa perhitungan hingga akhirnya habis.

Allah memerintahkan umat Islam berada di tengah-tengah.

Tafsir Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

Maksud ayat ini ialah jangan menjadi orang yang bakhil, tetapi juga jangan menghambur-hamburkan harta sehingga habis semuanya. Sebab akhirnya engkau akan dicela manusia dan menyesali perbuatanmu.

Rujukan: Tafsir Al-Qur'an al-'Azhim, penafsiran Surah Al-Isrā' ayat 29.


Tafsir Tafsir Al-Qurthubi

Imam Al-Qurthubi berkata:

Ayat ini merupakan dasar dalam adab membelanjakan harta. Islam memerintahkan bersikap sederhana (iqtishad), karena sifat pertengahan merupakan akhlak orang-orang saleh.

Rujukan: Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, Surah Al-Isrā' ayat 29.


Tafsir Tafsir At-Thabari

Imam Muhammad bin Jarir At-Thabari menjelaskan bahwa:

Orang yang terlalu kikir akan kehilangan pahala sedekah, sedangkan orang yang boros akan kehilangan hartanya. Keduanya adalah perbuatan tercela.


Dalil Al-Qur'an Pendukung

1. Surah Al-Furqān Ayat 67

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Artinya:

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi berada di tengah-tengah."

Tafsir

Ayat ini menjelaskan bahwa ciri 'Ibādur-Raḥmān adalah hidup sederhana.

Imam Ibnu Katsir mengatakan:

Seorang mukmin membelanjakan hartanya sesuai kebutuhan, bukan mengikuti hawa nafsu.


2. Surah Al-Baqarah Ayat 195

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Artinya:

"Berinfaklah di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan."

Ayat ini menjadi dalil agar seseorang tidak menghabiskan seluruh hartanya hingga membahayakan dirinya dan keluarganya.


3. Surah Al-A'rāf Ayat 31

وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:

"Janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."


Dalil dari Sunnah

Hadis Pertama

وَمَا عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ

Artinya:

"Tidak akan menjadi miskin orang yang hidup hemat."

Riwayat: Musnad Ahmad.

Penjelasan

Imam Al-Munawi menjelaskan bahwa yang dimaksud hemat adalah membelanjakan harta sesuai kebutuhan dan menjauhi pemborosan.


Hadis Kedua

الْاِقْتِصَادُ فِي النَّفَقَةِ نِصْفُ الْمَعِيشَةِ

Artinya:

"Bersikap hemat dalam pengeluaran adalah separuh dari keberhasilan kehidupan."

Riwayat: Syu'ab al-Iman.

Penjelasan

Imam Al-Baihaqi menjelaskan bahwa orang yang mampu mengendalikan pengeluarannya akan lebih mudah menjaga kehidupannya.


Hadis Ketiga

Dari Sa'd bin Abi Waqqash, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ

Artinya:

"Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan lebih baik daripada meninggalkan mereka miskin meminta-minta kepada manusia."

Riwayat: Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Pelajaran

Islam mendorong perencanaan keuangan yang baik demi kesejahteraan keluarga.


Nasihat Para Ulama

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Beliau mengatakan:

Pemborosan adalah saudara setan karena menunjukkan lemahnya syukur kepada Allah.

Rujukan: Madarij as-Salikin.


Hasan Al-Bashri

Beliau berkata:

Tidaklah seseorang membelanjakan hartanya secara benar kecuali ia memahami bahwa semua harta hanyalah titipan Allah.


Umar bin Abdul Aziz

Beliau berkata:

Tidaklah sederhana seseorang kecuali Allah akan mencukupkannya.


Hikmah Ayat

  1. Islam melarang sifat kikir.
  2. Islam juga melarang pemborosan.
  3. Harta adalah amanah Allah.
  4. Menabung dan merencanakan keuangan termasuk bentuk ikhtiar yang baik.
  5. Sedekah harus dilakukan dengan bijaksana tanpa menelantarkan keluarga.
  6. Sikap pertengahan adalah ciri orang bertakwa.

Penutup

Kaum muslimin rahimakumullāh,

Kehidupan yang diberkahi bukanlah karena banyaknya harta, tetapi karena keberkahannya. Keberkahan lahir ketika harta diperoleh secara halal, digunakan secara bijaksana, dinafkahkan di jalan Allah, serta dijauhkan dari sifat kikir dan boros. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai mengelola nikmat harta dengan penuh syukur dan tanggung jawab.

Doa

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

Artinya:

"Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal sehingga kami tidak memerlukan yang haram, dan kayakanlah kami dengan karunia-Mu sehingga kami tidak bergantung kepada selain-Mu." (Diriwayatkan oleh Sunan At-Tirmidzi).

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Tidak ada komentar