Tetap Santun Walau Belum Mampu Membantu
Materi Ceramah
Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 28
"Tetap Santun Walau Belum Mampu Membantu"
Mukadimah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,
Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membantu orang lain secara materi. Namun, ketika tidak mampu memberi, Islam tetap memerintahkan agar kita menjaga adab, berbicara dengan lembut, dan tidak melukai hati orang yang meminta pertolongan. Inilah pelajaran agung yang Allah ajarkan dalam Surah Al-Isrā' ayat 28.
Dalil Utama
Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 28
وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا
Artinya:
"Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut."
Asbābun Nuzūl
Sebagian ahli tafsir, di antaranya Imam Al-Wahidi dan Imam As-Suyuthi, menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan keadaan Rasulullah ﷺ ketika didatangi orang-orang fakir yang meminta bantuan, sementara beliau tidak memiliki sesuatu untuk diberikan. Allah kemudian mengajarkan agar beliau tetap memperlakukan mereka dengan penuh kelembutan dan harapan yang baik.
Rujukan:
- Asbābun Nuzūl karya Al-Wāhidī.
- Lubābun Nuqūl fī Asbābin Nuzūl karya As-Suyūṭī.
Tafsir Ayat
Makna "ابتغاء رحمة من ربك"
Yang dimaksud ialah menunggu datangnya rezeki atau karunia Allah sehingga kelak dapat membantu mereka.
Menurut Imam Ath-Ṭabarī:
"Apabila engkau tidak memiliki sesuatu yang dapat diberikan, karena sedang menunggu karunia Allah, maka jangan mengusir mereka, tetapi berikanlah jawaban yang baik."
Rujukan: Jāmi' al-Bayān, tafsir QS. Al-Isrā': 28.
Makna "قولاً ميسوراً"
Ucapan yang mudah diterima, lembut, sopan, dan memberi harapan.
Contohnya:
- "Maaf, saat ini saya belum memiliki kemampuan."
- "Insya Allah jika Allah memberikan rezeki, saya akan membantu."
- "Semoga Allah melapangkan rezeki Anda."
Imam Ibnu Katsir berkata
"Maksudnya adalah perkataan yang lembut, baik, penuh penghormatan, tidak menyakiti, serta disertai janji yang baik apabila Allah memberikan kelapangan."
Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm.
Imam Al-Qurṭubī menjelaskan
"Ucapan yang baik terkadang lebih menenangkan daripada pemberian yang disertai penghinaan."
Rujukan: Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an
1. Surah Al-Baqarah Ayat 263
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Artinya:
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun."
Pelajaran
Allah lebih menyukai ucapan yang baik daripada sedekah yang disertai hinaan.
2. Surah An-Nisā' Ayat 8
فَارْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
Artinya:
"Berilah mereka sebagian dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."
3. Surah Ṭāhā Ayat 44
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
Artinya:
"Maka berbicaralah kalian berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia sadar atau takut."
Hikmah
Kepada Fir'aun saja Allah memerintahkan berkata lembut, apalagi kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan.
Hadis-Hadis Rasulullah ﷺ
Hadis Pertama
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Artinya:
"Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah sebutir kurma. Jika tidak mendapatkannya, maka dengan perkataan yang baik."
HR. Al-Bukhari no. 1417 dan Muslim no. 1016.
Pelajaran
Jika tidak mampu bersedekah, perkataan baik tetap bernilai sedekah.
Hadis Kedua
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
Artinya:
"Perkataan yang baik adalah sedekah."
HR. Al-Bukhari no. 2989 dan Muslim no. 1009.
Hadis Ketiga
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam."
HR. Al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47.
Penjelasan Para Ulama
Imam An-Nawawi
Beliau menjelaskan bahwa hadis "perkataan yang baik adalah sedekah" mencakup seluruh ucapan yang mengandung manfaat, nasihat, doa, salam, dzikir, menghibur orang yang sedih, dan ucapan lembut kepada orang yang membutuhkan.
Rujukan: Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim.
Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani
Beliau menerangkan bahwa kalimat yang baik merupakan sedekah yang tidak membutuhkan biaya sedikit pun, tetapi pahalanya sangat besar.
Rujukan: Fatḥ al-Bārī.
Imam Al-Ghazali
Dalam Iḥyā' 'Ulūm ad-Dīn, beliau menjelaskan bahwa lisan merupakan cermin hati. Hati yang penuh kasih sayang akan melahirkan ucapan yang lembut, sedangkan hati yang keras akan melahirkan kata-kata yang menyakitkan.
Syekh Abdurrahman As-Sa'di
Beliau menjelaskan:
"Apabila engkau tidak mampu memenuhi permintaan seseorang, maka janganlah membuatnya kecewa dengan sikap kasar. Berikanlah jawaban yang baik disertai doa dan harapan."
Rujukan: Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān.
Hikmah Ayat
- Tidak semua permintaan harus dipenuhi, tetapi semua orang berhak diperlakukan dengan hormat.
- Ucapan yang lembut adalah bagian dari akhlak seorang mukmin.
- Menolak dengan sopan lebih baik daripada memberi dengan menyakiti.
- Janji hanya boleh diucapkan jika ada niat untuk menepatinya.
- Orang yang menjaga lisannya sedang meneladani akhlak Rasulullah ﷺ.
Implementasi dalam Kehidupan
- Ketika tidak mampu memberi pinjaman, sampaikan dengan santun.
- Saat tidak bisa membantu kerabat, jelaskan dengan jujur dan doakan mereka.
- Jangan mempermalukan pengemis atau orang yang meminta bantuan.
- Jangan menghardik orang miskin karena mereka datang dengan harapan.
- Biasakan mengucapkan doa seperti:
- "Semoga Allah melapangkan rezeki Anda."
- "Maaf, saat ini saya belum mampu membantu. Insya Allah jika Allah memberikan kelapangan, saya akan berusaha membantu."
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Surah Al-Isrā' ayat 28 mengajarkan bahwa akhlak lebih berharga daripada harta. Harta mungkin tidak selalu kita miliki, tetapi senyum, doa, penghormatan, dan ucapan yang baik selalu dapat kita berikan. Seorang mukmin tidak hanya dikenal karena kedermawanannya, tetapi juga karena kelembutan lisannya.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang santun dalam bertutur kata, dermawan ketika memiliki kelapangan, sabar ketika belum mampu memberi, serta menghiasi lisan kita dengan ucapan yang baik sehingga menjadi sebab datangnya rahmat dan ampunan-Nya.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا ذَاكِرَةً، وَقُلُوبَنَا خَاشِعَةً، وَأَخْلَاقَنَا حَسَنَةً، وَارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا وَاسِعًا. آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Post a Comment