Pemborosan adalah Jalan Setan
Materi Ceramah
Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 27
"Pemborosan adalah Jalan Setan"
Mukadimah
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba'du.
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,
Salah satu penyakit yang banyak menimpa manusia pada zaman ini adalah tabżīr (pemborosan). Islam tidak melarang seseorang menjadi kaya, tetapi Islam melarang menghambur-hamburkan nikmat Allah untuk sesuatu yang sia-sia atau maksiat. Allah bahkan menyamakan para pemboros sebagai saudara-saudara setan.
Dalil Utama
1. Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 27
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
Artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."
Tafsir Ayat
Kata المبذرين (al-mubadzdzirīn) berasal dari kata بذر yang berarti menebarkan benih ke mana-mana tanpa aturan. Dalam syariat, maknanya ialah menghamburkan harta bukan pada tempatnya.
Imam Ibnu Katsir berkata
كل من أنفق في غير طاعة الله فهو مبذر
"Setiap orang yang membelanjakan hartanya bukan dalam ketaatan kepada Allah maka ia termasuk pemboros."
Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm, Imam Ibnu Katsir, tafsir QS. Al-Isrā':27.
Imam Al-Qurthubi menjelaskan
Tabżīr bukan sekadar banyak mengeluarkan uang, tetapi menggunakannya dalam perkara yang haram atau sia-sia.
Beliau berkata:
التبذير هو صرف المال في غير حقه
"Pemborosan ialah membelanjakan harta bukan pada haknya."
Rujukan: Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān, Imam Al-Qurthubi.
Imam Ath-Thabari berkata
Allah menyebut mereka sebagai saudara setan karena mereka mengikuti jalan dan sifat-sifat setan.
Rujukan: Jāmi' al-Bayān fi Ta'wīl al-Qur'ān.
Mengapa Disebut Saudara Setan?
Bukan karena hubungan nasab.
Namun karena:
- mengikuti jalan setan,
- menaati bisikannya,
- meniru perilakunya,
- sama-sama kufur terhadap nikmat Allah.
Sebagaimana seseorang disebut saudara suatu kaum karena mengikuti perilakunya.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an
1. Surah Az-Zukhruf Ayat 36
وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ
Artinya:
"Barang siapa berpaling dari peringatan Allah Yang Maha Pengasih, Kami datangkan baginya setan, maka setan itu menjadi teman dekatnya."
(QS. Az-Zukhruf:36)
Tafsir
Orang yang jauh dari Al-Qur'an akan mudah dikuasai hawa nafsu dan akhirnya menjadi teman setan.
2. Surah Al-A'rāf Ayat 31
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Artinya:
"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Pelajaran
Islam mengajarkan keseimbangan.
Tidak kikir.
Tidak boros.
3. Surah Al-Furqān Ayat 67
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Artinya:
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi berada di tengah-tengah."
Hadis-Hadis Rasulullah ﷺ
Hadis Pertama
Dari Mughirah bin Syu'bah رضي الله عنه.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah membenci bagi kalian banyak berbicara yang tidak bermanfaat, banyak bertanya yang tidak perlu, dan menyia-nyiakan harta."
HR. Al-Bukhari no. 1477 dan Muslim no. 593
Penjelasan Imam An-Nawawi
Yang dimaksud إضاعة المال ialah membelanjakan harta dalam kemaksiatan atau sesuatu yang tidak bermanfaat.
Rujukan: Syarh Shahih Muslim.
Hadis Kedua
Rasulullah ﷺ bersabda
لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ... وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ
Artinya:
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya... tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan."
HR. At-Tirmidzi no. 2417
Perbedaan Tabżīr dan Isrāf
Tabżīr
Menghamburkan harta pada perkara haram atau sia-sia.
Contoh:
- Judi
- Minuman keras
- Maksiat
- Kemewahan untuk riya'
- Hiburan yang melalaikan
Isrāf
Berlebihan meskipun pada perkara mubah.
Misalnya:
- makan terlalu banyak
- membeli pakaian berlebihan
- membeli barang yang tidak diperlukan
Bentuk Pemborosan Zaman Sekarang
- Boros makanan.
- Boros listrik.
- Boros air.
- Boros waktu.
- Boros media sosial.
- Boros membeli barang karena gengsi.
- Boros pesta pernikahan.
- Boros mengikuti tren.
- Boros pinjaman online.
- Boros demi konten media sosial.
Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Hikmah Ayat
- Harta adalah amanah Allah.
- Nikmat harus disyukuri.
- Boros merupakan jalan setan.
- Orang mukmin hidup sederhana.
- Sedekah lebih dicintai Allah daripada berfoya-foya.
Pesan Para Ulama
Imam Asy-Syafi'i
Beliau mengatakan bahwa pemborosan bukan diukur dari banyak sedikitnya harta yang dikeluarkan, tetapi apakah sesuai dengan ketaatan kepada Allah atau tidak.
Rujukan: Dinukil dalam Tafsir Al-Qurthubi.
Sufyan Ats-Tsauri
"Siapa yang menginfakkan hartanya pada jalan yang benar, maka walaupun banyak tidak disebut boros. Tetapi siapa yang menginfakkan satu dirham dalam kemaksiatan, maka ia telah melakukan tabżīr."
Dinukil oleh Imam Al-Qurthubi.
Imam Al-Ghazali
Dalam Iḥyā' 'Ulūm ad-Dīn, beliau menjelaskan bahwa hati yang cinta dunia akan mudah terdorong kepada pemborosan, sedangkan hati yang mengenal Allah akan menjadikan harta sebagai sarana ibadah, bukan tujuan hidup.
Penutup
Marilah kita menjadi hamba yang pandai bersyukur. Gunakan harta untuk:
- nafkah keluarga,
- pendidikan,
- dakwah,
- sedekah,
- wakaf,
- membantu fakir miskin,
- membangun kemaslahatan umat.
Jangan sampai nikmat Allah berubah menjadi sebab datangnya azab karena digunakan mengikuti jalan setan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang pandai mengelola nikmat, bersikap sederhana, menjauhi tabżīr dan isrāf, serta menginfakkan harta di jalan yang diridhai-Nya.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment