Perbuatan yang Dibenci Allah dan Jalan Menuju Ridha-Nya"
Materi Ceramah
Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 38
"Perbuatan yang Dibenci Allah dan Jalan Menuju Ridha-Nya"
Mukadimah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,
Surah Al-Isrā' ayat 23 hingga ayat 38 merupakan rangkaian wasiat agung Allah yang berisi prinsip-prinsip akidah, akhlak, dan muamalah. Ayat ke-38 menjadi penutup dari seluruh rangkaian tersebut dengan sebuah penegasan bahwa semua bentuk kemaksiatan yang telah disebutkan sebelumnya adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah.
Dalil Utama
Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 38
كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا
Artinya:
"Semua itu kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu."
Tafsir Ayat
Firman Allah:
كُلُّ ذَٰلِكَ
"Semua itu..."
Maksudnya adalah seluruh larangan yang telah disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya, yaitu:
- Syirik kepada Allah.
- Durhaka kepada kedua orang tua.
- Tidak peduli kepada kerabat, fakir miskin, dan ibnu sabil.
- Boros dan menghambur-hamburkan harta.
- Kikir dan bakhil.
- Membunuh anak karena takut miskin.
- Mendekati zina.
- Membunuh jiwa tanpa hak.
- Memakan harta anak yatim secara zalim.
- Curang dalam takaran dan timbangan.
- Mengikuti sesuatu tanpa ilmu.
- Bersikap sombong.
Semua dosa tersebut termasuk السَّيِّئَاتُ (perbuatan-perbuatan buruk) yang sangat dibenci Allah.
Kata:
مَكْرُوهًا
bermakna sesuatu yang sangat tidak disukai dan dimurkai oleh Allah. Dalam konteks ayat ini, para ulama tafsir menjelaskan bahwa maknanya bukan sekadar "makruh" dalam istilah fikih, tetapi menunjukkan bahwa perbuatan-perbuatan tersebut adalah dosa yang tercela dan terlarang.
Penjelasan Para Ulama
1. Imam Ath-Ṭabari
Beliau menjelaskan bahwa seluruh larangan pada ayat-ayat sebelumnya merupakan amal buruk yang dibenci Allah dan mendatangkan murka-Nya.
Rujukan: Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āy al-Qur'ān.
2. Imam Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menyatakan bahwa ayat ini menjadi penutup rangkaian wasiat Allah dalam Surah Al-Isrā'. Semua larangan tersebut termasuk dosa besar yang wajib dijauhi.
Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm.
3. Imam Al-Qurṭubi
Beliau menerangkan bahwa kata "مكروهًا" pada ayat ini berarti sesuatu yang dimurkai Allah dan haram dilakukan, bukan sekadar makruh dalam istilah hukum fikih.
Rujukan: Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān.
Dalil Al-Qur'an Tentang Perbuatan yang Dibenci Allah
1. Surah An-Naḥl Ayat 23
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri."
2. Surah Al-Baqarah Ayat 205
وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Artinya:
"Allah tidak menyukai kerusakan."
3. Surah Āli 'Imrān Ayat 57
وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Artinya:
"Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim."
4. Surah At-Taubah Ayat 108
وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Artinya:
"Allah mencintai orang-orang yang menyucikan diri."
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah dan berusaha melakukan amal yang dicintai-Nya.
Hadis-Hadis Rasulullah ﷺ
1. Dosa-Dosa Besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ
Para sahabat bertanya:
"Apakah itu wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab:
الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
Artinya:
"Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan: syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukminah yang menjaga kehormatannya."
HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89.
Banyak dari dosa besar yang disebutkan dalam hadis ini juga terdapat dalam rangkaian ayat Surah Al-Isrā'.
2. Allah Melihat Hati dan Amal
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian."
HR. Muslim no. 2564.
Hikmah
Perbuatan yang dibenci Allah berawal dari hati yang rusak, sedangkan amal saleh lahir dari hati yang bersih.
3. Amal yang Dicintai Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sebaik-baiknya."
HR. Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Īmān; hadis ini dinilai hasan oleh sebagian ulama.
Ulasan Para Ulama
Imam Fakhruddin Ar-Razi
Beliau menjelaskan bahwa ayat ini merupakan kesimpulan dari seluruh adab yang telah disebutkan sebelumnya. Semua larangan tersebut memiliki satu tujuan, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, harta, dan kehormatan manusia.
Rujukan: Mafātīḥ al-Ghayb.
Imam As-Sa'di
Beliau menyatakan bahwa seluruh wasiat dalam Surah Al-Isrā' merupakan akhlak yang paling sempurna. Siapa yang mengamalkannya akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Rujukan: Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān.
Imam Ibnul Qayyim
Beliau menjelaskan bahwa seluruh larangan Allah bertujuan menjaga kemaslahatan manusia. Tidak ada satu pun larangan syariat yang ditetapkan kecuali untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Rujukan: I'lām al-Muwaqqi'īn.
Muhasabah: Apakah Kita Masih Melakukan Perbuatan yang Dibenci Allah?
Marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah kita sudah benar-benar mentauhidkan Allah?
- Apakah kita telah berbakti kepada kedua orang tua?
- Apakah kita menjaga lisan dari dusta dan tuduhan tanpa ilmu?
- Apakah kita amanah dalam pekerjaan dan perdagangan?
- Apakah kita menjauhi zina dan segala pintu yang mengarah kepadanya?
- Apakah kita telah meninggalkan sifat sombong?
- Apakah kita menunaikan hak-hak orang lain dengan adil?
Muhasabah yang jujur adalah langkah awal menuju taubat dan perbaikan diri.
Hikmah Ayat
- Semua larangan Allah pasti mengandung hikmah dan bertujuan menjaga kemaslahatan manusia.
- Dosa besar adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah dan mengundang murka-Nya.
- Seorang mukmin hendaknya tidak hanya mengejar apa yang halal, tetapi juga berusaha meraih apa yang dicintai Allah.
- Kehidupan yang diberkahi dibangun di atas tauhid, akhlak mulia, amanah, dan keadilan.
- Muhasabah dan taubat adalah jalan untuk meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Surah Al-Isrā' ayat 38 adalah penutup dari rangkaian wasiat Ilahi yang mengajarkan akidah yang lurus, akhlak yang mulia, dan muamalah yang adil. Allah telah menjelaskan mana yang dicintai dan mana yang dibenci-Nya. Tugas kita adalah berusaha menjauhi seluruh larangan tersebut dan menghiasi diri dengan amal saleh.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai apa yang dicintai-Nya, membenci apa yang dibenci-Nya, serta menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يُحِبُّ مَا أَحْبَبْتَ، وَيَكْرَهُ مَا كَرِهْتَ، وَوَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَاجْتِنَابِ مَعْصِيَتِكَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Post a Comment