Ujian Keimanan: Belajar dari Peristiwa Isrā' Mi'raj dan Pohon Zaqqūm

Materi Ceramah

Ujian Keimanan: Belajar dari Peristiwa Isrā' Mi'raj dan Pohon Zaqqūm

Berdasarkan Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 60

Mukadimah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

أما بعد، فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.


Tema:

Ujian Keimanan dalam Menghadapi Berita Ghaib

Allah Subḥānahu wa Ta'ālā berfirman:

QS. Al-Isrā' [17]: 60

وَاِذْ قُلْنَا لَكَ اِنَّ رَبَّكَ اَحَاطَ بِالنَّاسِۗ وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِيْٓ اَرَيْنٰكَ اِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُوْنَةَ فِى الْقُرْاٰنِۗ وَنُخَوِّفُهُمْۙ فَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا طُغْيَانًا كَبِيْرًا

Artinya:

"Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, 'Sesungguhnya Tuhanmu meliputi seluruh manusia.' Dan Kami tidak menjadikan penglihatan (Isrā' Mi'raj) yang telah Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian bagi manusia, dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqūm) dalam Al-Qur'an. Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanya menambah mereka dalam kedurhakaan yang besar." (QS. Al-Isrā': 60)


Kandungan Ayat

Ayat ini mengandung tiga pelajaran besar:

  1. Allah melindungi Rasul-Nya.
  2. Peristiwa Isrā' Mi'raj merupakan ujian keimanan.
  3. Berita-berita ghaib merupakan ukuran kejujuran iman seseorang.

1. Allah Meliputi dan Melindungi Seluruh Manusia

Allah berfirman:

اِنَّ رَبَّكَ اَحَاطَ بِالنَّاسِ

"Sesungguhnya Tuhanmu meliputi seluruh manusia."

Maksudnya ialah Allah menguasai seluruh makhluk. Tidak ada seorang pun yang mampu mencelakakan Rasulullah ﷺ kecuali dengan izin Allah.

Allah juga berfirman:

QS. Al-Mā'idah: 67

وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ

"Dan Allah akan memelihara engkau dari (gangguan) manusia."

Tafsir Ulama

1. Tafsir Ibnu Katsir

Beliau menjelaskan:

Allah menjamin keselamatan Nabi Muhammad ﷺ dari pembunuhan sehingga beliau berhasil menyampaikan seluruh risalah Islam dengan sempurna.

2. Jāmi' al-Bayān

Ath-Thabari menjelaskan:

Allah memberitahukan bahwa seluruh manusia berada di bawah kekuasaan-Nya. Tidak seorang pun mampu membahayakan Nabi kecuali atas kehendak Allah.


2. Isrā' Mi'raj Adalah Ujian Keimanan

Allah menyebutkan:

وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ

Mayoritas ulama tafsir seperti:

  • Abdullah bin Abbas
  • Mujahid bin Jabr
  • Qatadah bin Di'amah

menjelaskan bahwa الرؤيا di sini adalah penglihatan nyata Nabi pada malam Isrā', bukan mimpi ketika tidur.


Hadis tentang Isrā'

Rasulullah ﷺ bersabda:

أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ...

"...Aku didatangi Buraq, lalu aku dibawa ke Baitul Maqdis..."

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Isrā' terjadi secara nyata dengan jasad dan ruh Nabi ﷺ.


Pelajaran

Ketika kaum Quraisy mendengar kisah Isrā', mereka terbagi menjadi dua:

  • Orang beriman semakin yakin.
  • Orang kafir semakin ingkar.

Bahkan sebagian orang yang lemah imannya menjadi murtad.

Sedangkan Abu Bakr ash-Shiddiq langsung berkata:

"Jika Muhammad yang mengatakannya, maka pasti benar."

Karena itulah beliau mendapat gelar Ash-Shiddiq.


3. Pohon Zaqqūm: Ujian Terhadap Keimanan

Allah berfirman:

وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ

Yang dimaksud adalah pohon Zaqqūm.

Allah menjelaskan:

QS. Ad-Dukhān: 43-44

إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ ۝ طَعَامُ الْأَثِيمِ

"Sesungguhnya pohon Zaqqūm itu adalah makanan orang yang banyak berdosa."


QS. Aṣ-Ṣāffāt: 63-65

إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِّلظَّالِمِينَ ۝ إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ ۝ طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

Artinya

"Sesungguhnya Kami menjadikan pohon itu sebagai cobaan bagi orang-orang zalim. Sungguh pohon itu tumbuh dari dasar neraka Jahim. Buahnya seperti kepala-kepala setan."


Sikap Abu Jahal

Ketika mendengar ayat ini, Abu Jahal mengejek Nabi.

Ia berkata:

"Bagaimana mungkin di dalam api tumbuh pohon?"

Lalu ia menghidangkan kurma dan mentega sambil berkata:

"Inilah zaqqūm."

Ini menunjukkan bahwa kesombongan dapat menghalangi seseorang menerima kebenaran.


Komentar Para Ulama

1. Tafsir al-Qurthubi

Beliau menjelaskan:

Allah mampu menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya. Sebagaimana api tidak membakar Nabi Ibrahim, demikian pula Allah mampu menumbuhkan pohon di dalam neraka.


2. Mafātīḥ al-Ghaib

Ar-Razi mengatakan:

Semua perkara ghaib tidak boleh diukur dengan logika dunia semata. Orang beriman menerima berita Allah meskipun akal belum mampu menjangkaunya.


3. Taysīr al-Karīm ar-Raḥmān

As-Sa'di menjelaskan:

Allah menjadikan mukjizat dan berita ghaib sebagai pembeda antara orang yang jujur imannya dengan orang yang mengikuti hawa nafsunya.


Hadis tentang Keimanan kepada Perkara Ghaib

Rasulullah ﷺ bersabda:

الإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Artinya:

"Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk."

(HR. Sahih Muslim, hadis Jibril)

Hadis ini menunjukkan bahwa keimanan mencakup pembenaran terhadap perkara-perkara ghaib yang dikabarkan Allah dan Rasul-Nya.


Hikmah yang Dapat Diambil

  1. Allah selalu menjaga agama dan para pembela agama-Nya.
  2. Mukjizat merupakan ujian bagi manusia.
  3. Orang yang ikhlas akan bertambah imannya ketika mendengar ayat-ayat Allah.
  4. Kesombongan adalah sebab utama penolakan terhadap kebenaran.
  5. Berita tentang alam ghaib wajib diterima berdasarkan wahyu, bukan diukur dengan logika semata.
  6. Orang beriman hendaknya meneladani sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq yang membenarkan berita Rasulullah ﷺ tanpa keraguan.

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Surah Al-Isrā' ayat 60 mengajarkan bahwa ujian keimanan tidak selalu berupa kesulitan hidup, tetapi juga berupa bagaimana kita menyikapi berita-berita wahyu yang berada di luar jangkauan akal. Orang yang hatinya bersih akan berkata, "Sami'nā wa aṭa'nā" (kami mendengar dan kami taat), sedangkan orang yang hatinya dipenuhi kesombongan akan terus mencari alasan untuk menolak kebenaran.

Marilah kita memohon kepada Allah agar diberikan hati yang kokoh dalam keimanan, mampu membenarkan seluruh ajaran Rasulullah ﷺ, serta dijauhkan dari sifat sombong dan keras hati.

Doa Penutup

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ الصَّادِقِينَ، وَأَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Tidak ada komentar