Rabu, 21 Mei 2014

Bila Menengok, Menengok Semua

 Bila Menengok, Menengok Semua 


882/1155. Dari Said bin Al Musayyab, ia mendengar Abu Hurairah menceritakan sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
كان ربعة وهو إلى الطول أقرب شديد البياض أسود شعر اللحية حسن الثغر أهدب أشفار العينين بعيد ما بين المنكبين مفاض الخدين يطأ بقدمه جميعا ليس لها أخمص يقبل جميعا ويدبر جميعا لم أر مثله قبل ولا بعد

"Beliau SAW berperawakan sedang, mendekati tinggi semampai, (kulitnya) sangat putih, jenggotnya hitam, gigi seri beliau rapi, bulu mata yang panjang dan lentik, kedua dadanya bidang, pipi yang halus,1 jika berjalan beliau menapakkan telapak kakinya secara keseluruhan, tidak terdapat bagian yang menggantung dari tanah, dan semua (anggota badannya) ikut bila menghadap dan menengok. Tidak pernah Saya melihat seseorang yang lebih sempurna dari beliau, baik sebelumnya maupun sesudahnya."

Hasan lighairihi, di dalam kitab Mukhtasharus-Syama'il (1-4). Adh-Dhaifah (4161). Ash-Shahihah (2095).


___________
1    Pensyarah berkata: (2/570): Sifat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di antaranya: perut dan dada yang rata Taajul 'Aruus.
Saya katakan: makna ini tidak cocok di sini. Yang kuat adalah berarti dua sisi pipi yang halus seperti dalam Asy-Syama'ilnya Tirmidzi dari riwayat Hasan bin Ali, dalam haditsnya yang panjang tentang sifat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Silahkan lihat Mukhtasharus Syama'il (hadits ke-6) (halaman 19 (baris 3) (4) dan (5) dan (6) Ahmad menambahkan (1/359) di tiga tempat tersebut, Yaumul Qiyamah juga di Tirmidzi pada bagian hadits yang ketiga yang terakhir. la juga telah meriwayatkan bagian tersebut dengan bagian yang pertama dalam Al-Libaas, sedangkan bagian tengah dalam kitab Ar-Ru'ya ia meriwayatkannya dengan lafazh Man Tahallama kaadziban Kullifa fil Qiyamah. Dan seterusnya (barang siapa mendakwa suatu mimpi akan dibebankan di hari kiamat. Ia berkata di 'Al Maudhiain', "Hadits hasan shahih". Kalimat in dibuang begitu saja dari perkataan Tirmidzi oleh orang yang mendhalimi dirinya, dan diriku pada kitab yang dinamakan: Shahih Sunan Tirmidzi dengan sanad yang diringkas, karya Muhammad Nashiruddin Al Albani.
Ini dusta belaka, Saya katakan: Saya bukanlah yang meringkas sanad atau lainnya. Itu hanyalah karya dirinya atau orang yang menjalankan titahnya. Banyak ringkasannya yang cacat, dan sebaliknya. Banyak yang seharusnya ia ringkas tapi tidak ia ringkas, seperti perkataannya di akhir kitab Al-Libaas: "41-bab, 42-bab, 43-bab"! Perhatikanlah para pembaca apa faidah dari bab-bab ini yang tidak menunjukkan sesuatu apapun, selain menggoreskan tiga baris dengan sia-sia?! Juga membuat ukuran kitab lebih tebal? Maka kepada Allahlah tempat kita mengadu.

Posting Komentar