Minggu, 25 Mei 2014

Jalinan Penuh Makna

images/index_r1_c1.gif
Jalinan Penuh Makna
Dalam sebuah kebersamaan ada terjalin sebuah persahabatan dan pertemuan. Akan tetapi, tidak semua dari yang bersahabat adalah sama-sama beruntung. Keberuntungan seseorang tersembunyi di balik kalbunya disaat bersahabat. Dua orang yang bersahabat, jika salah dan satu dari keduanya selalu berharap kemulyaan di akhirat dibalik persahabatan ini, sementara yang satu lagi tidak menjalin pesahabatan kecuali untuk keuntungan di dunia. Biarpun semuanya sama-sama ke masjid, makan bersama atau bahkan tidur bersama, yang satu adalah orang beruntung dan yang satu lagi adalah orang yang celaka. Siapapun dari kita harus mencermati apa yang tersembunyi di balik kalbunya.

Apa di balik kedekatan kita dengan seorang sahabat? Jika seorang pejabat menjalin persahabatan dengan seoarang ustadz yang paling beruntung adalah yang memanfaatkan kedekatan tersebut untuk mendapatkan kemulyaan di hadapan Allah SWT. Alangkah celakanya jika sang ustadz dekat dengan penguasa atau pejabat hanya mengharap keuntungan dunia, begitu juga jika seorang pejabat yang dekat dengan ustadz hanya untuk kepentingan dunianya.

Keberuntungan seseorang tersembunyi di balik kalbunya disaat bersahabat.

Rasulullah SAW pernah bersabda "Bararangsiapa yang merendah kepada orang kaya (berpangkat di dunia) karena dunianya, maka telah hilang dua pertiga (nilai) keberagamaanya." Ini adalah isyarat dari Rasulullah SAW agar kita memahami makna sebuah kedekatan. Karena kejahatan hati amatlah tersembunyi dan tidak ada yang bisa mengoreksinya kecuali diri sendiri yang sering mencermatinya.

Alangkah celakanya jika sang ustadz dekat dengan penguasa atau pejabat hanya mengharap keuntungan dunia, begitu juga jika seorang pejabat yang dekat dengan ustadz hanya untuk kepentingan dunianya.

Dalam kesempatan lain Rasullah SAW juga pernah bercerita. Ada dua orang yang berbeda dalam menjalani hidupnya. Yang pertama adalah orang yang terlihat baik karena kesehari-harianya adalah hanya beribadah di atas gunung. Yang satu lagi adalah seorang pemuda preman pasar yang secara lahir adalah kotor dan jahat karena pekerjaaanya hanya membuat keributan dan mengganggu orang-orang dipasar. Akan tetapi suatu ketika dipertemukan oleh Allah SWT pada suatu tempat. Sang ahli ibadah saat itu kehabisan bekal sehingga ia harus membeli bekal di tengah pasar. Dalam saat yang bersama, sang preman pasar berkeinginan untuk bisa dekat dengan ahli ibadah yang di atas gunung. Keduanya pun menuju tempat yang mereka tuju. Yang ahli ibadah turun ke pasar dan preman pasarpun menuju ke atas gunung.

Akhirnya keduanya bertemu disuatu tempat, dan disaat itu ternyata Allah SWT mencabut hidayah dari sang ahli ibadah dan memindahkanya kepada sang preman pasar. Dalam hal ini Rasulullah SAW menjelaska bahwa itu terjadi disebabkan sesuatu yang tersembunyi di hati mereka berdua. Yang ada di hati sang preman disaat bertemu adalah makna pengagungaan kepada ulama Allah SWT dengan penuh harap agar pertemuan tersebut menjadi sebab Allah SWT mencitainya. Sementara itu yang dirasakan hati sang ahli ibadah bukanlah makna kerinduan kepada Allah SWT, akan tetapi hatinya penuh dengan kesombongan sebagai ahli ibadah. Yang ada adalah rasa meremehkan kepada sang preman, bukan melihatnya basebagai lahan untuk amal baik dengan mengajaknya kepada kebenaran dan menjauhkanya dari kejahatan.

Maka disini kita harus bisa mencermati setiap jalinan yang kita rajut. Anda yang ustadz, apa makna kedekatan Anda dengan para pejabat dan saudagar? Anda yang pejabat, apa makna kedekatan Anda dengan para ulama, saudagar dan fakir miskin? Anda yang saudagar, apa makna kedekatan Anda dengan para pejabat ulama dan fakir miskin? Sudahkah Allah SWT hadir dalam jalinan Anda?

Wallahu a'lam bishshowab.

images/index_r1_c1.gif
Posting Komentar