Minggu, 25 Mei 2014

Kasih Sayang yang Teraniaya

  • images/index_r1_c1.gif
    Kasih Sayang yang Teraniaya
    Seorang wanita di siksa didalam api neraka disebabkan kucing. Kucing yang mati karena disekap dan tidak diberi makan. Wanita itu tidak membunuh akan tetapi ia telah tidak membiarkan agar Si kucing mencari makan sendiri. Begitulah Rasulullah SAW bercerita tentang makna sebuah kasih sayang. Sekelumit makna kasih sayang yang dilalaikan ternyata menghantarkan seseorang kedalam neraka. Dalam kesempatan berbeda Rasulullah juga mengingatkan " Jangan engkau meremehkan dosa sekecil apapun, barangkali dosa itulah yang akan menghantarkanmu ke dalam neraka".

    Kisah tersebut, tentang seorang wanita dengan Kucing, tapi yang perlu kita pelajari adalah janganlah membatasi kisah hidup hanya pada wanita tersebut ! Kitapun punya cerita hidup, perjalanan mengarungi bahtera kehidupan. Dan kita tidak sendiri, bukan hanya dengan seekor kucing akan tetapi kita dengan beragam makhluk Allah SWT lainnya . Kita tidak hanya sekelas wanita penyebab terbunuhnya Kucing dalam kemampuan untuk beraniaya.

    Kita bisa sebagai Si Kaya yang tidak peduli dengan kehidupan Si Fakir hingga ia mati kelaparan, sementara dirumah kita banyak makanan yang terbuang. Kita bisa sebagai dokter atau perawat atau pelayan kesehatan di sebuah rumah sakit yang ogah-ogahan memberi pertolongan cepat kepada pasien karena tidak bisa memberi jawaban disaat ditanya siapa yang menanggung biayanya atau karena orang tersebut tidak beridentitas. Kita bisa menjadi orang yang hanya melihat diri dan hawa nafsu kita saja yang layak untuk di hargai hingga begitu mudah menipu sesama tanpa pernah merasakan hal itu sebagai kesalahan selagi menguntungkan diri dan hawa nafsu kita.

    Seorang wanita di siksa didalam api neraka disebabkan kucing. Kucing yang mati karena disekap dan tidak diberi makan. Wanita itu tidak membunuh akan tetapi ia telah tidak membiarkan agar Si kucing mencari makan sendiri. Begitulah Rasulullah SAW bercerita tentang makna sebuah kasih sayang.

    Kasih sayang, kalimat yang amat indah, hanya yang disayangkan, keindahan itu sering disembunyikan lalu dianiaya dibalik sebuah yayasan atau program kasih sayang. Atau karena program dan yayasan kasih sayang sudah berubah menjadi medan aniaya yang menjanjikan. Sungguh ! seorang yang sedang merasakan sakit, amat mudah untuk kita aniaya. Nilai kesehatan baginya adalah segala-galanya hingga ia tidak berfikir lagi berapa uang yang harus ia bayarkan demi kesehatannya.

    Seorang ibu yang melihat anaknya merintih akan siap membayar berapa saja asal anaknya bisa segera berhenti merintih. Anak-anak fakir-miskin dan yatim piatu yang hidup dibawah naungan sebuah lembaga sosial mempunyai daya tarik tersendiri bagi para peduli anak yatim dan fakir miskin. Hingga lembaga semacam ini amat mudah mendapatkan bantuan dari sana-sini. Akan tetapi tempat itu juga bisa menjadi lahan yang amat subur untuk aniaya, yang memanfaatkan keberadaan anak yatim dan fakir miskin hanya sebagai umpan penggalangan dana pribadi. Pribadi yang tidak takut bahwa Allah SWT akan menyiksa siapapun yang aniaya kepada mereka. Ini hanyalah sekedar contoh medan pemusnah kasih sayang, adapun yang terjadi dilapangan lebih dari yang sekedar dijadikan contoh.

    Rasulullah SAW juga mengingatkan " Jangan engkau meremehkan dosa sekecil apapun, barangkali dosa itulah yang akan menghantarkanmu ke dalam neraka".

    Penganiayaan terus terjadi baik terselubung atau terang-terangan, akan tetapi jika terjadi penganiayaan, maka berfikir dan berusahalah agar kita tidak menjadi yang menganiaya ! Pernahkah kita cermati perlakuan kita kepada seorang yang lemah, sakit dan tertindas. Senyum yang tertebar di wajah seorang dokter saat berpapasan dengan pasien dan yang mendampinginya adalah obat luka hati yang dicekam kepanikan.

    Selembar uang yang terulurkan kepada Si Fakir yang merintih menahan lapar atau sakit adalah penyejuk jiwa yang tertekan oleh suasana yang menyelimutinya selama ini. Maka dari itu, jika kita yang tengah berkuasa marilah kita lihat rakyat kita dengan hati. Jika kita para hartawan marilah kita lihat para fakir itu dengan hati. Jika kita para dokter dan pelayan kesehatan marilah kita lihat para pasien dengan hati. Jika kita para ustadz dan pembimbing marilah kita lihat umat ini dengan hati. Jangan sampai kita melihat mereka dengan rumus keberuntungan di dunia yang hanya akan menjadikan kita terjerumus kepada "aniaya" yang memusnahkan "kasih sayang". Sadarilah bahwa kitapun bisa sakit, fakir dan terjepit. Sadarilah bahwa keberuntungan yang sesunggahnya adalah kelak disaat kita mengahadap Allah SWT! Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kesadaran dan keinsyafan.

    images/index_r1_c1.gif
Posting Komentar