Rabu, 21 Mei 2014

Orang yang Menjulurkan Dua Kakinya ke Sumur Bila Duduk dan Membuka Dua Betisnya

Orang yang Menjulurkan Dua Kakinya ke Sumur Bila Duduk dan Membuka Dua Betisnya 

878/1151. Dari Abu Musa Al Anshari berkata,
خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوما إلى حائط من حوائط المدينة لحاجته وخرجت في إثره فلما دخل الحائط جلست على بابه وقلت لأكونن اليوم بواب النبي صلى الله عليه وسلم ولم يأمرني فذهب النبي فقضى حاجته وجلس على قف البئر وكشف عن ساقيه ودلاهما في البئر فجاء أبو بكر رضي الله عنه ليستأذن عليه ليدخل فقلت كما أنت حتى أستأذن لك فوقف وجئت النبي صلى الله عليه وسلم فقلت يا رسول الله أبو بكر يستأذن عليك فقال ائذن له وبشره بالجنة فدخل فجاء عن يمين النبي صلى الله عليه وسلم فكشف عن ساقيه ودلاهما في البئر فجاء عمر فقلت كما أنت حتى أستأذن لك فقال النبي صلى الله عليه وسلم ائذن له وبشره بالجنة فجاء عمر عن يسار النبي صلى الله عليه وسلم فكشف عن ساقيه ودلاهما في البئر فامتلأ القف فلم يكن فيه مجلس ثم جاء عثمان فقلت كما أنت حتى أستأذن لك فقال النبي صلى الله عليه وسلم ائذن له وبشره بالجنة معها بلاء يصيبه فدخل فلم يجد معهم مجلسا فتحول حتى جاء مقابلهم على شفة البئر فكشف عن ساقيه ثم دلاهما في البئر فجعلت أتمنى أن يأتي أخ لي وأدعو الله أن يأتي به فلم يأت حتى قاموا قال بن المسيب فأولت ذلك قبورهم اجتمعت ها هنا وانفرد عثمان

"Nabi slwllallahu 'alaihi wasallam suatu hari ke luar ke suatu dinding Madinah untuk satu keperluan, Saya pun ke luar mengikutinya. Ketika beliau masuk dinding tersebut, Saya duduk di pintunya dan berkata, 'Hari ini Saya akan menjadi penjaga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.' Sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak menyuruh Saya.'1 Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi menyelesaikan hajatnya dan duduk di pinggir sumur dengan menyingkap dua betisnya serta menjulurkannya di sumur lalu datang Abu Bakar radhiallahu 'anhu meminta izin masuk, lalu Saya bilang, 'Tetap di tempatmu sampai Saya mintakan izin.' Lalu iapun berhenti, lalu Saya datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah! Abu Bakar meminta izin kepadamu.' Jawab Nabi, 'Izinkan dia, dan berikan kabar gembira dia dengan surga.'
Lalu ia pun masuk, kemudian datang2 dari sebelah kanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian dia menyingkap dua betisnya dan menjulurkannya di sumur.
Kemudian datang Umar. Saya berkata, 'Tetap di tempatmu sampai Saya memintakan izin untukmu.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Izinkan dia dan beri berita gembira dengan surga.' Lalu Umar datang3 dari sebelah kiri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan dia menyingkap dua betisnya dan menjulurkannya ke sumur. Jadilah dinding sumur penuh sesak tidak ada lagi tempat duduk.
Lalu datang Utsman, Saya berkata, 'Tetaplah di tempatmu, sampai Saya meminta izin untukmu.' Nabi pun bersabda, 'Persilahkan dia dan beri kabar gembira dengan surga yang diwarnai dengan musibah yang telah dirasakannya.' Lalu ia masuk, tapi tidak mendapatkan tempat duduk bersama mereka... Kemudian dia mencari tempat sehingga berhadapan dengan mereka di pinggir sumur, lalu dia menyingkap dua betisnya dan dijulurkannya ke sumur. Saya pun berharap agar saudara Saya datang dan Saya berdoa kepada Allah agar dia datang. Tetapi dia tak kunjung datang sampai mereka bangun."
Ibnu Musayyab berkata, "Maka Saya menafsirkan itu adalah kuburan mereka. Bersatu di sini sedangkan Utsman terpisah sendirian.

Shahih, [Bukhari, 62- Kitab Al Fadhailu Ashhabin-Nabiyyi shallallahu 'alaihi wasallam, 5- Bab Qaulun-Nabiyyi shallallahu 'alaihi wasallam, Lau Kunta Muttakhidzan Khalilan. Muslim, 44- Kitab Fadha’ilush Shahabah, hadits 29].4


879/1152. Dari Abu Hurairah,
  خرج النبي صلى الله عليه وسلم في طائفة من النهار لا يكلمني ولا أكلمه حتى أتى سوق بني قينقاع فجلس بفناء بيت فاطمة فقال أثم لكع أثم لكع فحبسته شيئا فظننت أنها تلبسه سخابا أو تغسله فجاء يشتد حتى عانقه وقبله وقال اللهم أحببه وأحبب من يحبه

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ke luar di suatu (siang hari), beliau tidak berbicara kepada Saya dan begitu juga sebaliknya, hingga sampai ke pasar bani Qainuqa.' Lalu duduk di halaman rumah Fatimah kemudian bersabda, "Apa ada anak di situ? Apa ada anak di situ?". Lalu ia (Fatimah) menahannya sejenak dan Saya mengira ia memakaikannya untaian tumbuh-tumbuhan kepadanya atau memandikannya. Lalu dia datang tergesa-gesa hingga Nabi memeluknya dan mencium anak tersebut dan Nabi bersabda, "Ya Allah, cintailah dia5 dan cintailah orang yang mencintainya."

Shahih, di dalam kitab Adh-Dha'ifah pada hadits (3486). [Bukhari, 34- Kitab Al Buyu', 49- Bab Ma Dzukirafil Aswaqi. Muslim, 44- Kitab FadhaHlush-Shahabah, hadits 57].

___________
1      Saya berkata: Ini bertentangan dengan riwayat yang telah lalu dalam komentar hadits (742/965) dengan kata: Wa'mumii bi Hifdhi Baabil Haaith (Dan Nabi menyuruh Saya untuk menjaga pintu dinding/kebun). Ini lebih shahih dari yang tersebut di sini, karena di situ ada Syuraik bin Abdullah, yaitu Ibnu Abu Namr, ia walaupun termasuk perawi Bukhari dan Muslim, tapi sebagian ulama telah memperbincang-kan tentangnya, karena beberapa kesalahannya pada hadits Mi'raj oleh karena itulah Al Hafizh Ibnu hajar dalam At-Taqriib berkata, "Shaduq (jujur), tapi ada kesalahan."
Walaupun demikian ia berusaha untuk mengkompromikan antara riwayatnya yang meniadakan perintah Nabi kepadanya, dan riwayat shahih tersebut yang menetapkannya dalam Al Fath (7/36-37) Tetapi sudah sepantasnya untuk dimasukkan dalam kesalahan-kesalahannya yang telah diisyaratkan tadi. Mungkin karena itulah Muslim sengaja menghapusnya dari riwayatnya (7/118) atau memang seperti itu adanya. Yang jelas, sama saja apakah karena itu atau satunya, itu termasuk yang membuatnya tidak valid. Wallahu a'lam.

2      Demikian dalam asalnya Fa Jaa'a di dua tempat, juga di Shahihnya pengarang (7097/Al Fitan), dan di riwayat Muslim (7/118): Fa Jalasa (lalu duduk) ini riwayat muallif di tempat yang diisyaratkan/ ditunjukkan muhaqqiq pada "Al Fadlaail" (3674).
3       Lihat komentar sebelumnya
4       Saya katakan: Dalam sanad keduanya Syuraik bin Abdullah bin Abu Namr dan sudah diketahui keadaannya dikomentar sebelumnya, dan secara global/umum, hadits ini ada tabi'innya. Di dalamnya ada sebagian perincian yang berbeda dan ada perbedaan dalam perkataannya "Dan ia (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) tidak menyuruh Saya." Sebagian telah lalu karena itu adalah Syadz. Wallahu a'lam.
5      Demikian dalam teks ini (Ahbibhu) sedang dalam Shahihain dengan lafazh Ahibbahu wa Ahabba dengan idghatn.
      Catatan: Sanad hadits ini pada teks asal: Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan telah menceritakan kepada kami dari Ubaidillah bin Abu Yazid dari Nafi' bin Jubair dari Abu Hurairah. Maka ketahuilah bahwa Sufyan di sini adalah Ibnu Uyainah. Adapun Ali bin Muhammad telah disebut Al Mizzi dalam daftar perawi dari Ibnu Uayainah, dia adalah At-Thanafisi. Tetapi ia tidak disebut baik olehnya (Mizzi) maupun oleh Ibnu Hajar dalam daftar guru-guru muallif. Mereka juga tidak memberi pertanda hal tersebut, sebagaimana kebiasaan mereka, maka hal tersebut berkisar antara kelupaan mereka berdua, atau ada kesalahan di teks asalnya sampai Saya melihat pensyarah berkata, "Dalam naskah tulisan tangan Ali tanpa kunyah (demikian) dan dalam cetakan Ali bin Muhammad. Tapi yang mendekati kebenaran dia adalah Ali bin Abdullah bin Al Madini, sebagaimana dalam Ash-Shahih: Ali bin Abdullah." Saya berkata: Apa yang dikatakannya sebagai mendekati kebenaran itulah yang benar, berdasarkan yang telah Saya nyatakan dari dua Hafizh (Al Mizzi dan Ibnu Hajar) Kemudian juga berdasarkan apa yang ia (Syarik) sebut tentang Ash-Shahih. Tetapi perkataannya "Yang dicetak" kalau yang dimaksud adalah selain cetakan India, itu mungkin. Kalau tidak, maka di situ Ali tanpa nisbatnya seperti dalam naskah tulisan tangan.



Posting Komentar