Minggu, 08 Juni 2014

KITAB AL-LUQOTHAH (MENEMUKAN SESUATU DI TENGAH JALAN)

كتاب اللقطة
KITAB  AL-LUQOTHAH (MENEMUKAN SESUATU DI TENGAH JALAN)
حديث زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ رضي الله عنه، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلَهُ عَنِ اللُّقَطَةِ، فَقَالَ: اعْرِفْ عِفَاصَهَا وَوِكَاءَهَا، ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً، فَإِنْ جَاءَ صَاحِبُهَا، وَإِلاَّ فَشَأْنَكَ بِهَا قَالَ: فَضَالَّةُ الْغَنَمِ قَالَ: هِيَ لَكَ أَوْ لأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ قَالَ: فَضَالَّةُ الإِبِلِ قَالَ: مَالَكَ وَلَهَا مَعَهَا سِقَاؤُهَا وَحِذَاؤُهَا، تَرِدُ الْمَاءَ وَتَأكُلُ الشَّجَرَ حَتَّى يَلْقَاهَا رَبُّهَاأخرجه البخاري في: 42 كتاب المساقاة: 12 باب شرب الناس والدواب من الأنهار
1123. Zaid bin Khalid r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. menanyakan tentang luqthah (penemuan di tengah jalan). Jawab Nabi saw.: Ketahuilah tempat (wadahnya) dan ikat talinya, kemudian tanya-tanyakan selama satu tahun, maka jika datang pemiliknya (kembalikan kepadanya). Jika tidak maka sesukamu. Ditanya: Jika menemukan kambing? Jawab Nabi saw.: Kambing itu untukmu atau saudaramu atau bagi serigala. Jika mendapatkan onta? Jawab Nabi saw.: Apakah urusanmu dengan onta, dia sanggup cukup dengan minumnya dan kakinya, dia dapat mencari minum dan makan pohon sehingga bertemu dengan pemiliknya. (Bukhari, Muslim).
حديث أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رضي الله عنه، قَالَ: وَجَدْتُ صُرَّةً عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فِيهَا مِائَةُ دِينَارٍ، فَأَتَيْتُ بِهَا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: عَرِّفْهَا حَوْلاً فَعَرَّفْتُهَا حَوْلاً، ثمَّ أَتَيْتُ، فَقَالَ: عَرِّفهَا حَوْلاً فَعَرَّفْتُهَا حَوْلاً، ثُمَّ أَتَيْتُهُ، فَقَالَ: عَرِّفْهَا حَوْلاً فَعَرَّفْتُهَا حَوْلاً، ثُمَّ أَتَيْتُهُ الرَّابِعَةَ فَقَالَ: اعْرِفْ عِدَّتَهَا وَوِكَاءَهَا وَوِعَاءَهَا، فَإِنْ جَاءَ صَاحِبُهَا، وَإِلاَّ اسْتَمْتِعْ بِهَاأخرجه البخاري في: 45 كتاب اللقطة: 10 باب هل يأخذ اللقطة ولا يدعها تضيع حتى لا يأخذها من لا يستحق
1124. Ubay bin Ka'ab r.a. berkata: Saya mendapat kantong yang berisi seratus dinar di masa Rasulullah saw. maka aku bawa kantongan itu kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Tanya-tanyakan selama satu tahun. Maka aku tanya-tanyakan selama satu tahun, kemudian aku kembali kepada Nabi saw. Nabi pun bersabda: Tanya-tanyakan lagi selama satu tahun, maka aku tanya-tanyakan selama satu tahun, kemudian aku bawa kembali kepada Nabi saw. maka Nabi saw. bersabda: Tanya-tanyakan lagi selama satu tahun, kemudian saya bawa kembali kepada Nabi saw. untuk keempat kalinya, maka sabda Nabi saw.: Ketahuilah banyaknya (hitungannya) dan ikatnya dan wadahnya, maka sewaktu-waktu jika datang pemiliknya kembalikan kepadanya, jika tidak maka pakailah sesukamu. (Bukhari, Muslim).
تحريم حلب الماشية بغير إِذن مالكها
BAB:  HARAM   MEMERAH  SUSU   BINATANG  TANPA  IZIN PEMILIKNYA
حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: لاَ يَحْلُبَنَّ أَحَدٌ مَاشِيَةَ امْرِىءٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِ، أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تُؤْتَى مَشْرُبَتُهُ فَتُكْسَرَ خِزَانَتُهُ، فَيُنْتَقَلَ طَعَامُهُ فَإِنَّمَا تَخْزُنُ لَهُمْ ضُرُوعُ مَوَاشِيهِمْ أَطْعِمَاتِهِمْ؛ فَلاَ يَحْلُبَنَّ أَحَدٌ مَاشِيَةَ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِهِأخرجه البخاري في: 45 كتاب اللقطة: 8 باب لا تحتلب ماشية أحد بغير إذن
1125. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. beisah» da: Jangan ada seorang yang memerah binatang lain orang tanpa izin pemiliknya, apakah suka dirobek-robek tempat minumnya dan diambil isinya atau diambil makanannya. Maka sesungguhnya yang menyim­pan susu dan makanan itu ternak mereka, karena itu jangan ada orang memerah binatang lain orang kecuali dengan izin pemiliknya. (Bukhari, Muslim).
الضيافة ونحوها
BAB: JAMUAN TAMU (MENGHORMAT TAMU)
حديث أَبِي شُرَيْحٍ الْعَدَوِيِّ، قَالَ: سَمِعَتْ أُذُنَايَ، وَأَبْصَرَتْ عَيْنَايَ، حِينَ تَكَلَّمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَه قَالَ: وَمَا جَائِزَتُهَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: يَوْمٌ وَلَيْلةٌ، وَالضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ، فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْأخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 31 باب من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره
1126. Abu Syuraih Al-Adawi r.a. berkata: SaYa Telah mendengar dengan kedua telingaku dan terlihat oleh kedua mataku keiika Nabi saw. bersabda: Siapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaknya menghormat tetangganya, dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaknya menghormat pada tamunya terutama pada hari pertama kedatangan­nya. Apakah ja'izahnya itu ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Sehari semalam pertama kedatangannya. Dan jamuan tamu hingga tiga hari, dan selebihnya dari itu bernama sedekah. Dan siapa yang beriman pada Allah dan hari kemudian maka hendaknya berkata baik atau diam. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، جَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ، وَالضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ، فَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ، وَلاَ يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَثْوِيَ عِنْدَهُ حَتَّى يُحْرِجَهُأخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 85 باب إكرام الضيف وخدمته إياه بنفسه
1127. Abu Syuraih Alka'bi r.a. berkata: Rasulullah saw. ber­sabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaknya menghormat pada tamunya yaitu ja'izahnya sehari sema­lam, dan jamuan tamu tiga hari dan yang selebihnya dari itu maka dianggap sedekah, dan tidak dihalalkan bagi seorang tinggal di tempat kawannya sehingga menyukarkan (memberatkan) padanya. (Bukhari, Muslim).
حديث عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: قُلْنَا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِنَّكَ تَبْعَثُنَا فَنَنْزِلُ بِقَوْمٍ لاَ يَقْرُونَا، فَمَا تَرَى فِيهِ فَقَالَ لَنَا: إِنْ نَزَلْتُمْ بِقَوْمٍ فَأُمِرَ لَكُمْ بِمَا يَنْبَغِي لِلضَّيْفِ فَاقْبَلُوا، فَإِنْ لَمْ يَفْعَلُوا فَخُذُوا مِنْهُمْ حَقَّ الضَّيْفِأخرجه البخاري في: 46 كتاب المظالم: 18 باب قصاص المظلوم إذا وجد مال ظالمه
1128. Uqbah bin Aamir r.a. hcrkata: Kami tanya kepada Nabi saw.: Engkau mengutus kami, kemudian sampai pada suatu kaum yang tidak memberi jamuan kepada kami, maka bagaimana tuntunan mu kepada kami? Jawab Nabi saw.: Jika kalian turun pada suatu kaum lalu diberi apa yang seharusnya untuk tamu, maka terimalah, jika tidak mereka beri, maka kamu berhak mengambil dari mereka hak tetamu. (Bukhari, Muslim).
         
Poskan Komentar