Minggu, 08 Juni 2014

Kitab Li'an

كتاب اللعان

kitab: li'an
حديث سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ، أَنَّ عُوَيْمِرًا الْعَجْلاَنِيَّ جَاءَ إِلَى عَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ الأَنْصَارِيِّ، فَقَالَ لَهُ: يَا عَاصِمُ أَرَأَيْتَ رَجُلاً وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ، أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ سَلْ لِي يَا عَاصِمُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم؛ فَسَأَلَ عَاصِمٌ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَكَرِهَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمَسَائِلَ وَعَابَهَا، حَتَّى كَبُرَ عَلَى عَاصِمٍ مَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا رَجَعَ عَاصِمٌ إِلَى أَهْلِهِ، جَاءَ عُوَيْمِرٌ، فَقَالَ: يَا عَاصِمُ مَاذَا قَالَ لَكَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ عَاصِمٌ: لَمْ تَأْتِنِي بِخَيْرٍ، قَدْ كَرِهَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمَسْئَلَةَ الَّتِي سَأَلْتُهُ عَنْهَا قَالَ عُوَيْمِرٌ: وَاللهِ لاَ أَنْتَهِي حَتَّى أَسْأَلَهُ عَنْهَا فَأَقْبَلَ عُوَيْمِرٌ حَتَّى أَتَى رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَسْطَ النَّاس فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ رَجُلاً وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَدْ أَنْزَلَ اللهُ فِيكَ وَفِي صَاحِبَتِكَ، فَاذْهَبْ فَأْتِ بِهَا
قَالَ سَهْلٌ: فَتَلاَعَنَا، وَأَنَا مَعَ النَّاسِ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَلَمَّا فَرَغَا قَالَ عُوَيْمِرٌ: كَذَبْتُ عَلَيْهَا يَا رَسُولَ اللهِ إِنْ أَمْسَكْتُهَا؛ فَطَلَّقَهَا ثَلاَثًا، قَبْلَ أَنْ يَأْمُرَهُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
أخرجه البخاري في:68 كتاب الطلاق: 4 باب من أجاز طلاق الثلاث
952. Sahl bin Sa'd Assaidi r.a. berkata: Uwaimir Al-Ajlani datang kepada Aashim bin Adi AI-Anshan dan berkata: Hai Aashim, bagaimana pendapatmu jika ada orang mendapatkan orang kumpul dengan isterinya. Apakah dibunuh? Pasti kamu balas bunuh, atau bagaimana ia harus berbuat? Hai Aashim, tolong tanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. Maka Aashim tanya kepada Nabi saw tetapi Nabi saw. tidak suka pada pertanyaan itu dan mencelanya, sehingga terasa berat bagi Aashim jawaban Nabi saw.
Ketika Aashim telah kembali ke rumahnya, datanglah Uwaimir bertanya: Bagaimana jawaban Nabi saw.? Aashim berkata: Anda tidak membawa kebaikan untukku. Nabi saw. tidak suka pada pertanyaan itu. Uwaimir berkata: Demi Allah, aku tidak akan berhenti
sehingga sehinnga aku tanya hal itu. Maka datanglah Uwaiir kepada Rasulullah saw. di muka orang banyak dan berkata: Ya Rasulullah, bagaimana bila seorang mendapatkan orang laki-laki bersetubuh dengafl isterinya, apakah harus dibunuhnya, lalu kamu balas dengan pembunuhai:, atau harus berbuat apa? Maka Nabi saw. bersabda: Allah telah menurunkan ayat mengenai kejadianmu dengan isterimu, maka bawalah ia ke mari (ke sini).
Sahl berkata: Maka terjadilah li'an antara kedua suami isten. Sedang aku hadir bersama orang-orang bersama Nabi saw. Maka ketika selesai keduanya, Uwaimir berkata: Sungguh aku dusta jika aku masih suka (mau) kepadanya, lalu di cerainya tiga kali, sebelum diperintah oleh Nabi saw. (Bukhari, Muslim).
حديث ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ لِلْمُتَلاَعِنَيْنِ: حِسَابُكُمَا عَلَى اللهِ، أَحَدُكُمَا كَاذِبٌ، لاَ سَبِيلَ لَكَ عَلَيْهَا قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ مَالِي قَالَ: لاَ مَالَ لَكَ، إِنْ كُنْتَ صَدَقْتَ عَلَيْهَا فَهُوَ بِمَا اسْتَحْلَلْتَ مِنْ فَرْجِهَا، وَإِنْ كُنْتَ كَذَبْتَ عَلَيْهَا فَذَاكَ أَبْعَدُ، وَأَبْعَدُ لَكَ مِنْهَاأخرجه البخاري في: 68 كتاب الطلاق: 53 باب المتعة التي لم يفرض لها
953. Ibn Umar r a berkata: Nabi saw. bersabda kepada kedua suami isten yang berli'an: Perhitunganmu berdua di tangan Allah, salah satu kamu ada yang dusta, dan kamu (suami) tidak ada hak untuk kembali kepada isterimu (yang dili'an). Lalu suami berkata: Ya Rasulullah, harta milikku yang telah kuberikan kepadanya aku minta kembali. Jawab Nabi saw.: Tidak ada harta bagimu, jika tuduhanmu itu benar maka uang itu gantinya yang kamu telah bersetubuh kepadanya, tetapi jika kamu berdusta dalam tuduhanmu, maka itu lebih jahai lagi dan jauh untuk dapat kembab (Bukhari, Muslim).
حديث ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لاَعَنَ بَيْنَ رَجُلٍ وَامْرَأَتِهِ، فَانْتَفَى مِنْ وَلَدِهَا، فَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا، وَأَلْحَقَ الْوَلَدَ بِالْمَرْأَةِأخرجه البخاري في: 68 كتاب الطلاق: 35 باب يلحق الولد بالْمُلاَعِنَة
954 lbnu Umar r a berkata: Nabi saw. telah menyumpah li'an antara seorang suami dengan istrinya, dan membebaskannya dari anak ilu (anak itu tidak bernasab kepadanya), dan memisahkan antara keduanya dan melanjutkan nasab anak itu kepada ibunya (Bukhari, Muslim)
حديث ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ ذُكِرَ التَّلاَعُنُ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ عَاصِمُ بْنُ عَدِيٍّ فِي ذَلِكَ قَوْلاً ثُمَّ انْصَرَفَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ يَشْكُو إِلَيْهِ أَنَّهُ قَدْ وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً، فَقَالَ عَاصِمٌ: مَا ابْتُلِيتُ بِهذَا إِلاَّ لِقَوْلِي فَذَهَبَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَأَخْبَرَهُ بِالَّذِي وَجَدَ عَلَيْهِ امْرَأَتَهُ وَكَانَ ذَلِكَ الرَّجُلُ مُصْفَرًّا، قَلِيلَ اللَّحْمِ، سَبْطَ الشَّعَرِ؛ وَكَانَ الَّذِي ادَّعَى عَلَيْهِ، أَنَّهُ وَجَدَهُ عِنْدَ أَهْلِهِ، خَدْلاً، آدَمَ، كَثِيرَ اللَّحْمِ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: اللّهُمَّ بَيِّنْ فَجَاءَتْ شَبِيهًا بِالرَّجُلِ الَّذِي ذَكَرَ زَوْجُهَا أَنَّهُ وَجَدَهُ، فَلاَعَنَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَيْنَهُمَا
قَالَ رَجُلٌ لاِبْنِ عَبَّاسٍ، فِي الْمَجْلِسِ: هِيَ الَّتِي قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لَوْ رَجَمْتُ أَحَدًا بِغَيْرِ بَيِّنَةٍ رَجَمْتُ هذِهِ فَقَالَ: لاَ، تِلْكَ امْرَأَةٌ كَانَتْ تُظْهِرُ فِي الإِسْلاَمِ السُّوءَ
أخرجه البخاري في: 68 كتاب الطلاق: 31 باب قول النبي صلى الله عليه وسلم لو كنت راجما بغير بينة
955. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika dibicarakan soal liari di majlis Nabi saw. Aashim bin Adi mengatakan suatu yang tidak layak, kemudian ia pergi, maka datang kepadanya seorang dari kaumnya mengeluh bahwa ia mendapatkan seorang laki-laki telah bersetubuh dengan isterinya, maka Aashim berkata: Aku tidak tertimpa bala' dengan itu melainkan karena ucapanku sendiri, maka dibawa kepada Nabi saw. dan memberitahu orang yang ia dapatkan bersama isterinya itu. Sedang ia sendiri kuning, kurus dan lurus rambut, sedang orang yang didapatkan bersama isterinya itu gemuk, coklat. Kemudian Nabi saw. berdo'a: Ya Allah, jelaskanlah! Tiba-tiba lahir kandungannya menyerupai orang yang dituduhkan Maka Nabi saw. meli an antara suami isteri itu.
Seorang bertanya kepada Ibn Abbas: Apakah wanita itu yang pernah Nabi saw. bersabda: Andaikan aku akan merajam seorang tanpa bukti niscaya aku rajam wanita ini. Jawab Ibn Abbas: Bukan, itu wanita yang terang-terangan perbuatan kejinya dalam Islam. (Bukhari, Muslim).
حديث الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ: قَالَ سَعْد ابْنُ عُبَادَةَ: لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ فَبَلَغَ ذلِكَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: تَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ وَاللهِ لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّي وَمِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ اللهِ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ؛ وَلاَ أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعُذْرُ مِنَ اللهِ، وَمِنْ أَجْلِ ذَلِك بَعَثَ الْمُبَشِّرِينَ وَالْمُنْذِرِينَ؛ وَلاَ أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحَةُ مِنَ اللهِ، وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ وَعَدَ اللهُ الْجَنَّةَأخرجه البخاري في: 97 كتاب التوحيد: 20 باب قول النبي صلى الله عليه وسلم لا شخص أغير من الله
956. Almughirah bin Syu'bah r.a. berkata: Sa'ad bin Ubadah r. a. berkata: Andaikan aku mendapatkan orang laki-laki bersama isteriku niscaya aku pukul dengan tajamnya pedang. Nabi saw. mendengar ucapan itu maka bersabda: Kalian kagum dari sifat cemburu Sa'ad, demi Allah aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu daripadaku, karena cemburu Allah itu maa Allah mengharamkan semua yang keji terang atau samar (sembunyian), dan tiada seorang yang lebih suka menerima udzur permintaan maaf dari Allah, karena itu Allah mengutus para Nabi yang menyampaikan kabar gembira dan mengancam, dan tiada seorang yang lebih suka dipuji dari Allah dan karena itu Allah menjanjikan sorga. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ وُلِدَ لِي غُلاَمٌ أَسْوَدُ، فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: مَا أَلْوَانَهَا قَالَ: حُمْرٌ قَالَ: هَلْ فِيهَا مِنْ أَوْرَقَ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: فَأَنَّى ذَلِكَ قَالَ: لَعَلَّهُ نَزَعَهُ عِرْقٌ قَالَ: فَلَعَلَّ ابْنكَ هذَا نَزَعَهُأخرجه البخاري في: 68 كتاب الطلاق: 26 باب إذا عرض بنفي الولد
957. Abuhurairah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. bertanya: Ya Rasulullah, aku mendapat anak laki hitam (yakni tidak sesuai warnaku dan isteriku yang sama-sama kuning/putih). Maka Nabi saw. tanya kepadanya: Apakah anda memiliki onta? Jawabnya: Ya. Ditanya: Apakah warna ontamu? Jawabnya: Merah. Lalu ditanya: Apakah ada yang belang (putih hitam)? Jawabnya: Ada. Ditanya: Dari manakah itu? Jawabnya: Mungkin ada turunan yang di atasnya. Maka Nabi saw. bersabda: Putramu juga mengambil dari turunan nenek-neneknya. (Bukhari, Muslim).
         
Poskan Komentar