Minggu, 08 Juni 2014

KITAB: UDHIYYAH (KORBAN)

كتاب الأضاحي
KITAB:  UDHIYYAH (KORBAN)       

BAB:
WAKTUNYA BERKORBAN

وقتها

1280. Jundub r.a. berkata: Nabi saw. sholat pada hari raya idun-nahri, kemudian berdiri berkhutbah, kemudian menyembelih kurbannya, lalu bersabda: Siapa yang menyembelih sebelum shalat ied maka harus menyembelih lagi gantinya, dan siapa yang belum menyembelih maka hendaknya menyembelih dengan Bismillah. (Bukhari, Muslim). Dengan menyebut nama Allah.
حديث جُنْدَبٍ، قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، يَوْمَ النَّحْرِ ثُمَّ خَطَبَ ثُمَّ ذَبَحَ، فَقَالَ: مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيَذْبَحْ أُخْرَى مَكَانَهَا، وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيذْبَحْ بِاسْمِ اللهِ
أخرجه البخاري في: 13 كتاب العيدين: 23 باب كلام الإمام والناس في خطبة العيد
1281. Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: Mamandaku Abu Burdah telah menyembelih korbannya (kambingnya) sebelum shalat ied,"maka Rasulullah saw. bersabda padanya: Kambingmu itu kambing daging makanan (yakni bukan korban udh hiyah). Lalu dia berkata: Ya Rasulullah, di rumah ada kambing kacang yang masih muda. Maka sabda Nabi saw.: Sembelihlah itu, tetapi tidak sah bagi orang selainmu. Kemudian Nabi saw. bersabda: Siapa yang menyembelih sebelum sholat ied maka itu sembelihan untuk makanan dan bukan udhhiyah korban, dan siapa yang menyembelih sesudah sholat ied maka telah sempurna ibadat nusuknya (udh-hiyah/korbannya) dan tepat menurut sunnatul muslimin. (Bukhari, Muslim).
حديث الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: ضَحَّى خَالٌ لِي، يُقَالُ لَهُ أَبُو بُرْدَةَ، قَبْلَ الصَّلاَةِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ عِنْدِي دَاجِنًا جَذَعَةً مِنَ الْمَعَزِ قَالَ: اذْبَحْهَا، وَلَنْ تَصْلُحَ لِغَيْرِكَ ثُمَّ قَالَ: مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا يَذْبَحُ لِنَفْسِهِ، وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ
أخرجه البخاري في: 73 كتاب الأضاحي: 8 باب قول النبي صلى الله عليه وسلم لأبي بردة ضح بالجذع من المعز
1282. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang menyembelih korbannya sebelum shalat ied maka harus mengulangi (menyembelih lagi lainnya) Lalu ada orang berdiri berkata: Hari ini memang diinginkan daging, lalu ia menyebut keadaan tetangganya, maka Nabi saw. percaya pada keterangannya, lalu ia berkata: Saya mempunyai kambing kacang (jawa) yang aku lebih senang dari dua kambing kibas. lalu Nabi saw. mengizinkan padanya. Saya sendiri tidak tahu apa izin itu sampai kepada yang lain-lainny atau tidak. (Bukhari, Muslim). Dia menerangkan bahwa keadaan tetangganya miskin, jadi keburu   menyembelih   karena  akan  memberi  pada  tetangganya.
حديث أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَلْيُعِدْ فَقَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ: هذَا يَوْمٌ يُشْتَهى فِيهِ اللَّحْمُ وَذَكَرَ مِنْ جِيرَانِهِ فَكَأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَدَّقَهُ قَالَ: وَعِنْدِي جَذَعَةٌ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ شَاتَيْ لَحْمٍ، فَرَخَّصَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَلاَ أَدْرِي أَبَلَغَتِ الرُّخْصَةُ مَنْ سِوَاهُ، أَمْ لاَ
أخرجه البخاري في: 13 كتاب العيدين: 5 باب الأكل يوم النحر
1283. Uqbah bin Aamir r.a. berkata: Nabi saw. memberinya kambing untuk dibagi kepada sahabatnya, maka sisa kambing kacang yang masih muda baru berumur satu tahun, maka ia sebutkan itu kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. bersabda: Korbankan untukmu (jadikan udh-hiyahmu). (Bukhari. Muslim).
حديث عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رضي الله عنه، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَعْطَاهُ غَنَمًا يَقْسِمُهَا عَلَى صَحَابَتِهِ، فَبَقِيَ عَتُودٌ، فَذَكَرَهُ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: ضَحِّ أَنْتَ
أخرجه البخاري في: 40 كتاب الوكالة: 1 باب وكالة الشريكِ الشريكَ في القسمة وغيرها

BAB:
SUNNAT MENYEMBELIH UDHHIYAH SENDIRI TANPA MEWAKILKAN DAN MEMBACA BISMILLAH ALLAHU AKBAR

استحباب الضحية وذبحها مباشرة بلا توكيل، والتسمية والتكبير

1284. Anas r.a. berkata: Nabi saw. berkorban (udh-hiyah) dua kambing kibas yang bertanduk dan berwarna hitam putih, keduanya disembelih sendiri dengan tangannya dan membaca Bismillah Allah u Akbar, dan meletakkan kakinya di atas belikat kambingnya (yakni ketika akan menyembelih). (Bukhari, Muslim).
حديث أَنَسٍ، قَالَ: ضَحَّى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا
أخرجه البخاري في: 83 كتاب الأضاحي: 14 باب التكبير عند الذبح

BAB:
BOLEH MENYEMBELIH DENGAN SEGALA ALAT YANG DAPAT MENUMPAHKAN DARAH, KECUALI GIGI, KUKU DAN TULANG-TULANG

جواز الذبح بكل ما أنهر الدم إِلا السن والظفر وسائر العظام

1285. Rafi" bin Khadij r.a. berkata: Ya Rasulullah, kami akan berhadapan dengan musuh esok hari (pagi) dan kami tidak mempunyai pisau. Maka sabda Nabi saw.: Segeralah, sembelihlah dengan segala apa yang dapat mengalirkan darah dan sebut nama Allah ketika menyembelih, maka makanlah asal bukan gigi dan kuku, dan aku akan terangkan kepadamu: Adapun gigi itu tulang, dan kuku itu pisau orang Habasyah (Ethiopia). Kemudian kamu mendapat ghanimah onta dan kambing, lalu ada satu onta lari, langsung dilempar panah oleh seorang sehingga tertahan, maka Nabi saw. bersabda: Memang onta ada juga yang liar seperti binatang lainnya, maka jika terjadi sedemi­kian berbuatlah seperti itu. (Bukhari, Muslim).
حديث رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّا لاَقُو الْعَدُوِّ غَدًا، وَلَيْسَتْ مَعَنَا مُدًى فَقَالَ: اعْجَلْ أَوْ أَرِنْ، مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللهِ فَكُلْ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ، وَسَأُحَدِّثُكَ أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ، وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ وَأَصَبْنَا نَهْبَ إِبِلٍ وَغَنَمٍ، فَنَدَّ مِنْهَا بَعِيرٌ، فَرَمَاهُ رَجُلٌ بِسَهْمٍ، فَحَبَسَهُ فَقَالَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ لِهذِهِ الإِبِلِ أَوَابِدَ كَأَوَابِدِ الْوَحْشِ، فَإِذَا غَلَبَكُمْ مِنْهَا شَيْءٌ فَافْعَلُوا بِهِ هكَذَا
أخرجه البخاري في: 72 كتاب الذبائح والصيد: 23 باب ما ندّ من البهائم فهو بمنزلة الوحش
1286. Rafi' bin Khadij r. a. berkata: Kami bersama Nabi saw. di Dzilhulaifah, dan orang-orang telah merasa lapar, kemudian mereka mendapat dalam ghanimah ada onta dan kambing, sedang Rasulullah saw. masih di belakang, karena itu orang-orang keburu, menyembelih kambing dan onta lalu memasaknya dalam kuali, kemudian datanglah Nabi saw. dan menyuruh mereka supaya menuang dan dibuang apa yang dimasak itu, sebab onta, kambing itu belum dibagi dari ghanimah kemudian Nabi saw. segera membagi tiap sepuluh sama dengan satu onta, tiba-tiba ada onta yang lari dan mereka kejar hingga lelah dan tidak juga tercapai, sedang di situ ada seorang berkuda, maka segera ia melepas panahnya ke arah onta itu sehingga tertahan tidak dapat lari, kemudian Nabi saw. bersabda: Di antara onta ini ada juga yang masih liar- bagaikan binatang liar, maka jika tidak dapat kamu tangkap berbuatlah sedemikian itu. Aku berkata: Kami mengharap atau takut pada musuh besok, sedang kami tidak punya pisau apakah boleh menyembelih dengan bambu? Jawab Nabi saw.: Semua alat yang dapat menumpahkan darah dan disebut nama Allah maka makanlah asal bukan gigi dan kuku, dan aku akan memberitakan kepadamu bahwa gigi itu tulang, dan kuku itu pisau orang Habasyah. (Bukhari, Muslim).
حديث رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، بِذِي الْحُلَيْفَةِ، فَأَصَابَ النَّاسَ جُوعٌ، فَأَصَابُوا إِبِلاً وَغَنَمًا، قَالَ: وَكَانَ النَّبِيُّ فِي أُخْرَيَاتِ الْقَوْمِ، فَعَجِلوا وَذَبَحُوا وَنَصَبُوا الْقُدُورَ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَالْقُدُورِ فَأُكْفِئَتْ، ثُمَّ قَسَمَ، فَعَدَلَ عَشَرَةً مِنَ الْغَنَمِ بِبَعِيرٍ، فَنَدَّ مِنْهَا بَعِيرٌ، فَطَلَبُوهُ فَأَعْيَاهُمْ وَكَانَ فِي الْقَوْمِ خَيْلٌ يَسِيرَةٌ فَأَهْوَى رَجُلٌ مِنْهُمْ بِسَهْمٍ، فَحَبَسَهُ اللهُ ثُمَّ قَالَ: إِنَّ لِهذِهِ الْبَهَائِمِ أَوَابِدَ كَأَوَابِدِ الْوَحْشِ، فَمَا غَلَبَكُمْ مِنْهَا فَاصْنَعُوا بِهِ هكَذَا قُلْتُ: إِنَّا نَرْجُو أَوْ نَخَافُ الْعَدُوَّ غَدًا، وَلَيْسَتْ مُدًى، أَفَنَذْبَحُ بِالْقَصَبِ قَالَ: مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ، فَكُلُوهُ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ، وَسَأُحَدِّثُكُمْ عنْ ذلِكَ أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ، وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ
أخرجه البخاري في: 47 كتاب الشركة: 3 باب قسمة الغنم

BAB:
LARANGAN MAKAN DAGING UDHHIYAH SESLDAH TIGA HARI PADA MULA-MULA ISLAM, KEMUDIAN MANSL'KH DAN BOLEH DISIMPAN SESUKANYA

ما كان من النهي عن أكل لحوم الأضاحي بعد ثلاث في أول الإسلام وبيان نسخه وإِباحته إِلى من شاء

1287. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Makanlah dagmg udh-hiyah sampai tiga hari. Adanya Abdullah bin Umar makan daging itu dengan minyak ketika pulang dari Mina karena banyaknya daging hady (udh-hiyah). (Bukhari, Muslim).
حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: كُلُوا مِنَ الأَضَاحِي ثَلاَثًا وَكَانَ عَبْدُ اللهِ يَأْكُلُ بِالزَّيْتِ حِينَ يَنْفِرُ مِنْ مِنًى مِنْ أَجْلِ لُحُومِ الْهَدْيِ
أخرجه البخاري في: 73 كتاب الأضاحي: 16 باب ما يؤكل من لحوم الأضاحي وما يتزود منها
1288. A'isyah r.a. berkata: Dahulu kami biasa mengasinkan daging udh-hiyah sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi saw. bersabda: Kami jangan makan daging udh-hiyah hanya tiga hari, tetapi larangan ini bukan mengharamkan, hanya supaya banyak orang miskin yang mendapat bagian daripadanya. Wallahu a'lam. (Bukhari, Muslim).
حديث عَائِشَةَ، قَالَتْ: الضَّحِيَّةُ كُنَّا نُمَلِّحُ مِنْهُ، فَنَقْدَمُ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِالْمَدِينَةِ، فَقَالَ: لاَ تَأْكُلُوا إِلاَّ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيْسَتْ بِعَزِيمَةٍ، وَلكِنْ أَرَادَ أَنْ يُطْعِمَ مِنْهُ، وَاللهُ أَعْلَمُ
أخرجه البخاري في: 73 كتاب الأضاحي: 16 باب ما يؤكل من لحوم الأضاحي وما يتزود منها
1289. Jabir bin Abdillah r.a. berkata: Dahulu kami tidak makan dari daging udh-hiyah kami lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi saw. mengizinkan dalam sabdanya: Makanlah dan berbekallah dari daging udh-hiyah. Maka kami makan dan berbekal. (Bukhari, Muslim).
حديث جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: كُنَّا لاَ نَأْكُلُ مِنْ لُحُومِ بُدْنِنَا فَوْقَ ثَلاَثِ مِنًى، فَرَخَّصَ لَنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: كُلُوا وَتَزَوَّدُوا فَأَكَلْنَا وَتَزَوَّدْنَا
أخرجه البخاري في: 25 كتاب الحج: 124 باب ما يأكل من البدن وما يتصدق
1290. Salamah bin AI-Akwa' r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang menyembelih udh-hiyah maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walau sedikit pun. Kemudian pada tahun beri­kutnya (mendatang) orang-orang bertanya: Ya Rasulullah, apakah kami harus berbuat sebagaimana tahun lalu? Jawab Nabi saw.: Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah, sebenarnya pada tahun yang lalu orang banyak menderita kekurangan, maka aku ingin supaya kalian membantu mereka. (Bukhari, Muslim).
حديث سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِي بَيْتِهِ مِنْهُ شَيْءٌ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِي قَالَ: كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا، فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ، كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا
أخرجه البخاري في: 73 كتاب الأضاحي: 16 باب ما يؤكل من لحوم الأضاحي وما يتزود منها

BAB:
ALFAR'U (ANAK ONTA YANG BIASA DISEMBELIH UNTUK BERHALA). AL'ATIERAH YAITU PENYEMBELIHAN TERNAK UNTUK BERHALA LALU DARAHNYA DISIRAMKAN DI ATAS KEPALA BERHALA

الفرع والعتيرة

1291. Abuhurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak ada lagi fara' dan tidak ada atierah. Fara' yaitu anak onta yang disembelih untuk berhala. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ وَالْفَرَعَ أَوَّلُ النِّتَاجِ كَانُوا يَذْبَحُونَهُ لَطَوَاغِيتِهِمْ
أخرجه البخاري في: 71 كتاب العقيقة: 3 باب الفرع
         
Poskan Komentar