Minggu, 08 Juni 2014

KITAB: ZUHUD KELUNAKAN TAWADHU' KESEDERHANAAN

KITAB: ZUHUD KELUNAKAN TAWADHU' KESEDERHANAAN
حديث أَنَسِ بن مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 42 باب سكرات الموت
1865 Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Yang akan menghantar (mengikuti) mayit itu tiga, maka akan kembali yang dua dan tinggal bersamanya yang satu. Yang menghantarkannya keluarga, harta dan amalnya, kemudian kembali keluarga dan harta kekayaannya, dan tinggal tetap bersamanya (dalam kubur) ialah amalnya. (Bukhari, Muslim).
Amal kebaikan itulah yng akan menemaninya, menghiburnya di kubur hingga hari qiyamat hingga masuk sorga. Sebaliknya jika amal­nya jelek, jahat, dosa maka akan menjadi momok yang selalu mena­kutinya hingga qiyamat
حديث عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الأَنْصَارِيِّ، وَهُوَ حَلِيفٌ لِبَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيٍّ، وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأتِي بِجِزْيَتِهَا وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، هُوَ صَالَحَ أَهْلَ الْبَحْرَيْنِ، وَأَمَّرَ عَلَيْهِمُ الْعَلاَءَ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ فَقَدِمَ أَبُو عُبَيْدَةَ بمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ فَسَمِعَتِ الأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَوَافَتْ صَلاَةَ الصُّبْحِ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا صَلَّى بِهِمُ الْفَجْرَ انْصَرَفَ فَتَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، حِينَ رَآهُمْ وَقَالَ: أَظُنُّكُم قَدْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدْ جَاءَ بِشَيْءٍ قَالُوا: أَجَلْ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: فَأَبْشِروا وَأَمِّلوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللهِ لاَ الْفَقْرَ أَخْشى عَلَيْكُمْ، وَلكِنْ أَخْشى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْأخرجه البخاري في: 58 كتاب الجزية: 1 باب الجزية والموادعة مع أهل الحرب
1866. Amr bin Auf Al-Anshari sekutu dari Bani Aamir bin Lu'ay, juga termasuk sahabat yang telah ikut dalam perang Badr ia berkata: Nabi saw. mengutus Abu Ubaidah bin Aljarraah ke Bahrain untuk memungut cukai di sana dari orang-orang kafir dzimmi. Karena Nabi aw. telah berdamai dengan penduduk Bahrair maka Nabi saw. mengangkat sebagai kepala daerahnya Al-AJaa' bin Alhadzrarai, ke­mudian setelah selesai Abu Ubaidah kembali membawa banyak harta dari Bahrain. Sahabat Anshar begitu mendengar kedatangan Abu Ubaidah, maka mereka perlu menemui Nabi saw. dalam sholat subuh, ketika Nabi saw. selesai sholat subuh segera akan bangun maka disam­but oleh sahabat Anshar. Nabi saw. tersenyum melihat mereka dan bersabda: Aku kira kalian mendengar kedatangan Abu Ubaidah memba­wa harta? Jawab mereka: Benar ya Rasulullah. Maka Nabi saw. bersabda: Gembirakan hatimu dan harapkanlah apa yang menyenangkan kepa­damu, demi Allah bukan kemiskinan yang aku kuatirkan atas kalian, tetapi saya kuatir atas kamu dunia jika telah terhampar atasmu, sebagaimna dahulu telah terhampar pada ummat yang sebelummu lalu mereka berebut, berlomba dan akhirnya membinasakan kamu sebagai­mana telah membinasakan mereka. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 30 باب لينظر إلى من هو أسفل منه ولا ينظر إلى من هو فوقه
1867. Abuhurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jika seorang melihat pada orang yang lebih baik daripadanya keuangan dan bentuknya, maka hendaknya melihat juga kepada yang di bawahnya. (Bukhari, Muslim).
Tuntunan ini supaya seseorang itu jangan sampai meremehkan, mengecilkan nilai ni'mat karunia Allah kepadanya.
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، يَقُولُ: إِنَّ ثَلاَثَةً فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ، أَبْرَصَ وَأَقْرَعَ وَأَعْمى بَدَا للهِ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا فَأَتَى الأَبْرَصَ فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ: لَوْنٌ حَسَنٌ وَجِلْدٌ حَسَنٌ قَدْ قَذِرَنِيَ النَّاسُ قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ فَأُعْطِيَ لَوْناً حَسَناً فَقَالَ:أيُّ الماَلِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ: الإِبِلُ فَأُعْطِىَ نَاقَةً عُشَرَاءَ فَقَالَ: يُبَارَكُ لَكَ فِيهَا وَأَتَى الأَقْرَعَ فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ: شَعَرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّي هذَا قَدْ قَذِرَنِيَ النَّاسُ قَالَ: فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ وَأُعْطِيَ شَعَرًا حَسَنًا قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ: الْبَقَرُ قَالَ: فَأَعْطَاهُ بَقَرَةً حَامِلاً وَقَالَ: يُبَارَك لَكَ فِيهَا
وَأَتَى الأَعْمى، فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ: يَرُدُّ اللهُ إِلَيَّ بَصَرِي، فَأُبْصِرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ: فَمَسَحَهُ فَرَدَّ اللهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ: الْغَنْمُ فَأَعْطَاهُ شَاةً وَالِدًا فَأُنْتِجن هذَانِ وَوَلَّدَ هذَا فَكَانَ لِهذِهِ وَادٍ مِنْ إِبِلٍ، وَلِهذَا وَادٍ مِنْ بَقَرٍ، وِلِهذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ
ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى الأَبْرَصَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ تَقَطَّعَتْ بِيَ الْجِبَالُ فِي سَفَرِي فَلاَ بَلاَغَ الْيَوْمَ إلا بِاللهِ، ثُمَّ بِكَ أَسْأَلُكَ، بِالَّذِي أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ، وَالجِلْدَ الْحَسَنَ، وَالْمَالَ، بَعِيرًا أَتَبَلَّغُ عَلَيْهِ فِي سَفَرِي فَقَالَ لَهُ: إِنَّ الْحُقُوقَ كَثِيرَةٌ فَقَالَ لَهُ: كَأَنِّي أَعْرِفُكَ أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ يَقْذَرُكَ النَّاسُ، فَقِيرًا فَأَعْطَاكَ اللهُ فَقَالَ: لَقَدْ وَرِثْتُ لِكَابِرٍ عَنْ كَابِرٍ فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا، فَصَيَّرَكَ اللهُ إِلَى مَا كُنْتَ
وَأَتَى الأَقْرَعَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِهذَا فَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ عَلَيْهِ هذَا فَقَالَ: إِن كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللهُ إِلَى مَا كنْتَ
وَأَتَى الأَعْمى فِي صُورَتِهِ فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ، وَابْنُ سَبِيلٍ، وَتَقَطَّعَتْ بِيَ الْحِبَالُ فِي سَفَرِي فَلاَ بَلاَغَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللهِ، ثُمَّ بِكَ أَسْأَلُكَ، بِالَّذِي رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ، شَاةً أَتَبَلَّغُ بِهَا فِي سَفَرِي فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أَعْمى فَرَدَّ اللهُ بَصَرِي، وَفَقِيرًا فَقَدْ أَغْنَانِي فَخُذْ مَا شِئْتَ فَوَاللهِ لاَ أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ بِشَيْءٍ أَخَذْتَهُ للهِ فَقَالَ: أَمْسِكْ مَالَكَ فَإِنَّمَا ابْتُلِيتُمْ فَقَدْ رَضِيَ اللهُ عَنْكَ، وَسَخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ
أخرجه البخاري في: 60 كتاب الأنبياء: 51 باب حديث أبرص وأقرع وأعمى في بني إسرائيل
1868. Abuhurairah r.a. mendengar Rasulullah saw. bersabda: Dahulu di masa Bani Isra'il ada tiga orang: Belang (sopak), botak dan buta. Allah berkenan akan menguji mereka, maka Allah mengutus seorang Malaikat yang datang pada orang yang belang (sopak), lalu tanya kepadanya: Apakah yang anda inginkan? Jawabnya: Warna yang bagus dan kulit yang baik, kini aku telah dijauhi (dijijiki) oleh orang. Maka diusap oleh Malaikat itu sehingga hilanglah penyakitnya, dan berubah menjadi kulit yang baik bagus dan warna yang indah, lalu ditanya: Harta kekayaan apakah yang anda inginkan? Jawabnya: Onta, maka diberinya onta betina yang sedang bunting sambil dido'a-kan semoga Allah memberkahi untukmu.
Kemudian datang kepada yang botak dan bertanya: Apakah yang anda inginkan? Jawabnya: Rambut yang bagus, dan hilangnya botakku ini, sebab orang selalu mengejek aku. Maka diusap oleh Malaikat itu dan langsung hilang botaknya serta tumbuh kembali rambut yang bagus lalu ditanya kini harta kekayaan apakah yang anda inginkan? Jawabnya: Lembu, maka diberinya lembu betina yang sedang bunting sambil dido'akan semoga Allah memberkahi untukmu.
Kemudian datang kepada yang buta dan bertanya: Apakah yang anda inginkan? Jawabnya: Aku ingin sekiranya Allah mengembalikan penglihatan mataku supaya dapat melihat segala sesuatu. Maka diusap oleh Malaikat dan langsung melihat kembali, lalu ditanya: Kini harta apakah yang anda inginkan? Jawabnya: Kambing. Lalu diberinya kambing yang bunting. Maka berjalanlah beberapa lama sehingga masing-masing telah memiliki selembah onta, dan satu lembah lembu dan satu lembah kambing.
Kemudian Malaikat itu kembali kepada orang yang dahulunya belang (sopak) itu, berupa seperti si sopak dahulu itu bentuk rupanya. Dan berkata: Saya seorang miskin yang telah putus hubungan dalam perjalananku ini, maka tiada yang dapat menyampaikan aku ke tujuan kecuali pertolongan Allah dan bantuanmu, aku mohon kepadamu demi Allah yang memberimu warna dan kulit yang bagus serta harta kekayaan satu onta untuk menyampaikan aku ke tujuanku dalam bepergian ini. Jawabnya: Hak-hak orang masih banyak. Lalu diingat­kan oleh Malaikat: Aku seperti kenal kepadamu, tidakkah anda dahulu belang (sopak) dibenci orang, miskin kemudian diberi kekaya­an oleh Allah? Jawabnya: Sungguh aku telah mewarisi harta ini dari orang tua. Maka Malaikat berkata: Jika anda dusta, semoga Allah mengembalikan anda pada keadaan yang dahulu itu.
Kemudian datang kepada yang bekas botak, seperti bentuk si botak dahulu itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang dikatakan kepada si sopak itu, maka dijawab sama dengan jawaban yang sopak itu, sehingga dido'akan: Jika anda dusta semoga Allah mengembalikan anda kepada keadaan yang dahulu itu.
Kemudian datang kepada yang buta dan berkata: Seorang miskin, orang rantau yang telah putus hubungan dalam perjalananku, maka aku takkan dapat sampai ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian bantuanmu, aku mohon demi Allah, Allah yang telah mengembalikan penglihatanmu satu kambing untuk bekal yang dapat menyampaikan aku ke tujuanku. Jawabnya: Benar dahulu aku buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku; dan miskin kemudian Allah mengayakan aku, maka kini ambillah sesukamu, demi Allah aku takkan memberatkan kepadamu dengan sesuatu yang anda ambil karena Allah itu. Maka Malaikat itu berkata: Tahanlah hartamu, maka kamu bertiga diuji oleh Allah, maka Allah ridha kepadamu dan murka pada kedua kawanmu itu. (Bukhari. Muslim).
حديث سَعْدٍ، قَالَ: إِنِّي لأَوَّلُ الْعَرَبِ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللهِ وَرَأَيْتُنَا نَغْزُو وَمَا لَنَا طَعَامٌ إِلاَّ وَرَقُ الْحُبْلَةِ وَهذَا السَّمُرُ وَإِنَّ أَحَدَنَا لَيَضَعُ كَمَا تَضَعُ الشَّاةُ، مَالَهُ خِلْطٌ ثُمَّ أَصْبَحَتْ بَنُو أَسَدٍ تُعَزِّرُنِي عَلَى الإِسْلاَمِ خِبْتُ إِذًا، وَضَلَّ سَعْيِيأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 17 باب كيف كان عيش النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه وتخليهم من الدنيا
1869. Sa ad bin Abi Waqqash berkata: Akulah pertama orang Arab yang melemparkan pandhnya untuk perjuangan fisabilil-lah Dan kami waktu itu berperang dengan tiada bekal sehingga kami makan daun pohon, sehingga buang air kami seperti kambing, hijau tiada campuran. Kemudian kini orang-orang dari Bani Asad akan mengajari aku agama Islam, jika sedemikian maka sungguh kecewa dan rugi usahaku. (Bukhari. Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اللَّهُمَّ ارْزُقْ آلَ مُحَمَّدٍ قُوتًاأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 17 باب كيف كان عيش النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه
1870. Abuhuraimh r.a bcikal.i Nabi saw. bersabda- Ya-Allah jadikan rizqi untuk keluarga Muhammad sekedar keperluan makan saja. (Bukhari, Muslim).
حديث عَائِشَةَ، قَالَتْ: مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم، مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ، مِنْ طَعَامِ الْبُرِّ، ثَلاَثَ لَيَالٍ تِبَاعًا، حَتَّى قُبِضَأخرجه البخاري في: 70 كتاب الأطعمة: 23 باب ما كان النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه يأكلون
1871.A'isyah r.a. berkata: Sejak berpindah ke Madinah keluarga Muhammad saw. tidak pernah kenyang makan gandum sampai tiga hari berturut-turut sehingga meninggal dunia. (Bukhari, Muslim).
حديث عَائِشَةَ، قَالَتْ: مَا أَكَلَ آلُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم، أَكْلَتَيْنِ فِي يَوْمٍ، إِلاَّ إِحْدَاهُمَا تَمْرٌأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 17 باب كيف كان عيش النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه
1872.A'isyah r.a. berkata: Keluarga Muhammad saw. Tidak pernah makan dua kali sehari melainkan yang satunya kurma. (Bukhari, Muslim).
حديث عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ لِعُرْوَةَ: ابْنَ أُخْتِي إِنْ كُنَّا لَنَنْظرُ إِلَى الْهِلاَلِ ثُمَّ الْهِلاَلِ، ثَلاَثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ، وَمَا أُوقِدَتْ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم نَار
(قَالَ عُرْوَةُ) فَقُلْتُ: يَا خَالةُ مَا كَانَ يُعِيشُكُمْ قَالَتِ: الأَسْوَدَانِ: التَّمْرُ وَالْمَاءُ إِلاَّ أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، جِيرَانٌ مِنَ الأَنْصَارِ، كَانَتْ لَهُمْ مَنَائِحُ، وَكَانُوا يَمْنَحُونَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ أَلْبَانِهِمْ فَيَسْقِينَا
أخرجه البخاري في: 51 كتاب الهبة: 1 باب الهبة وفضلها والتحريض عليها
1873. A'isyah r.a. berkata kepada Urwah: Hai kemanakanku. adakalanya kami melihat hilal, kemudian hilal kemudian hilal hingga tiga kati dalam dua bulan, sedang dalam masa itu di rumah Nabi saw. tidak pernah dinyalakan api (untuk masak). Urwah bertanya: Apakah yang kalian makan sehari-hari bibiku? Jawab A'isyah: AJ aswadaan yaitu kurma dan air. Hanya saja tetangga Nabi saw. dari sahabat Anshar ada yang memiliki kambing puan, maka mereka mengirim kepa­da Nabi saw. susunya dan Nabi saw. memberikan kepada kami. (Bukha­ri, Muslim).
حديث عَائِشَةَ، قَالَتْ: تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حِينَ شَبِعْنَا مِنَ الأَسْوَدَيْنِ: التَّمْرِ وَالْمَاءِأخرجه البخاري في: 70 كتاب الأطعمة 60 باب من أكل حتى شبع
1874. A'isyah r.a. berkata: Rasulullah saw. meninggal dunia setelah kami kenyang makan al-aswadaan yaitu kurma dan air. (Bukhari, Muslim)
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم، مِنْ طَعَامٍ، ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، حَتَّى قُبِضَأخرجه البخاري في: 70 كتاب الأطعمة: 1 باب قول الله تعالى (كلوا من طيبات ما رزقناكم)
1875.       Abuhurairah r.a. berkata: Tidak pernah keluarga Muhammad saw. kenyang makanan tiga hari berturut-turut sehingga mati. (Bukhari, Muslim)

لا تدخلوا مساكن الذين ظلموا أنفسهم إِلا أن تكونوا باكين

BAB:
JANGAN MASUK DAERAH ORANG YANG TELAH DISIKSA KECUALI JIKA KAMI MENANGIS

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَدْخُلُوا عَلَى هؤُلاَءِ الْمَعَذَّبِينَ، إِلاَّ أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ فإِنْ لَمْ تَكُونُوا بَاكِينَ، فَلاَ تَدْخُلُوا عَلَيْهِمْ لاَ يُصِيبُكُمْ مَا أَصَابَهُمْأخرجه البخاري في: 8 كتاب الصلاة: 53 باب الصلاة في مواضع الخسف والعذاب
1876. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Kalian jangan masuk ke tempat mereka yang sedang tersiksa itu kecuali jika kalian menangis, maka jika tidak dapat menangis, jangan­lah kalian masuk ke tempat mereka, jangan sampai kalian terkena apa yang telah menimpa pada merek i (Bukhari. Muslim).
حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَرْضَ ثَمُودَ، الْحِجْرَ، فَاسْتَقَوْا مِنْ بِئْرِهَا، وَاعْتَجَنُوا بِهِ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُهَرِيقُوا مَا اسْتَقَوْا مِنْ بِئْرِهَا، وَأَنْ يَعْلِفُوا الإِبِلَ الْعَجِينَ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَسْتَقُوا مِنَ الْبِئْرِ الَّتِي كَانَ تَرِدُهَا النَّاقَةُأخرجه البخاري في: 60 كتاب الأنبياء: 17 باب قول الله تعالى (وإلى ثمود أخاهم صالحًا)
1877.       Abdullah bin Umar r.a. berkata: Ketika orang-orang ber- sama Nabi saw. turun di daerah kaum Tsamud, lalu mereka mengam- bil air dari sumurnya dan mengadoni makanan (masakan) dengannya, lalu diperintahkan oleh Nabi saw. supaya dibuang air yang mereka ambil dari sumurnya dan memberikan masakan itu kepada binatang ontanya, lalu mereka disuruh mengambil dari sumur yang biasa dimi- num oleh onta mu'jizat Nabi Shalih as. (Bukhari, Muslim).

الإِحسان إِلَى الأرملة والمسكين واليتيم

BAB:
MEMBANTU WANITA JANDA, ORANG MISKIN DAN ANAK

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ: النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ، أَوِ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَأخرجه البخاري في: 69 كتاب النفقات: 1 باب فضل النفقة على الأهل
1878.       Abuhurairh r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Orang yang berusaha untuk membantu wanita janda dan orang miskin itu bagaikan orang yang berperang jihad fisabilillah, atau bagaikan orang bangun sholat malam dan puasa di siang hari. (Bukhari, Muslim).

فضل بناء المساجد

BAB:
FADHILAH MEMBANGUN MASJID

حديث عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ الْخَوْلاَنِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ يَقُولُ، عِنْدَ قَوْلِ النَّاسِ فِيهِ، حِينَ بَنى مَسْجِدَ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّكُمْ أَكْثَرْتُمْ وَإِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، يَقُولُ: مَنْ بَنى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ، بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِأخرجه البخاري في: 8 كتاب الصلاة: 65 باب من بنى مسجدًا
1879. Ubaidillah Alkh.iulam telah mendengar Usman bin Allan r.a. berkata ketika orng menyalahkannya karena memperluas bangun­an masjid Nabi saw.: Kalian telah banyak menyalahkan aku. dan aku telah mendengar Rasuullah saw. bersabda: Siapa yang membangun masjid karena mengharap ndha Allah, maka Allah akan membangun­kan seperti itu di surga (Bukhari, Muslim).

تحريم الرياء

BAB: H
ARAM RIYAA'  (BERAMAL UNTUK DILIHAT ORANG, DIPUJI. DIDENGARKAN)

حديث جُنْدَبٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللهُ بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللهُ بِهِأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 36 باب الرياء والسمعة
I880 Jundub r.a. berkala: Nah: saw. bersabda: Siapa malnya untuk didengar orang, maka Allah akan membuka kecurangannya itu di hari qiyamat, dan siapa yang niat amalnya untuk dilihat orang, maka Allah akan memperlihatkan kecurangannya di hari qiyamat. (Bukhari, Muslim).

حفظ اللسان

BAB:
MENJAGA LIDAH

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، يَقُولُ: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ، أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 23 باب حفظ اللسان
1881. Abuhurairah r.a. telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Adakalanya seorang melepas kalimat yang tidak dihiraukannya akibatnya, tiba-tiba tergelincir dengan kalimat itu ke dalam neraka lebih jauh dari ujung timur. (Bukhari, Muslim).

عقوبة من يأمر بالمعروف ولا يفعله وينهى عن المنكر ويفعله

BAB:
HUKUMAN ORANG YANG MENGANJURKAN KEBAIKAN TETAPI IA SENDIRI TIDAK MEI.AKUKANNYA, DAN MELARANG AMAL MUNKAR SEUANG IA MENGERJAKANNYA.

حديث أُسَامَةَ قِيلَ لَهُ: لَوْ أَتَيْتَ فُلاَنًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ: إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لاَ أُكَلِّمُهُ إِلاَّ أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ، دُونَ أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لاَ أَكُونُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلاَ أَقُولُ لِرَجُلٍ، أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيرًا: إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ، بَعْدَ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالُوا: وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُولُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ: يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُلْقى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ، فَيَقُولُونَ: أَيْ فُلاَنُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنْهى عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ، وَأَنْهَاكمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِأخرجه البخاري في: 59 كتاب بدء الخلق: 10 باب صفة النار وأنها مخلوقة
1882. Usamah r.a. ketika ditanya: Mengapakah anda tidak pergi kepada Fulan itu untuk menasehatinya. Jawabnya: Kalian mengira aku tidak bicara kepadanya melainkan jika kamu dengar, sungguh aku telah menasehatinya dengan rahasia, jangan sampai akulah yang membuka pintu, yang aku tidak ingin menjadi pertama yang membu­kanya, dan aku tidak memuji orang itu baik meskipun ia pimpinanku setelah aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Orang bertanya: Apakah yang anda dengar dari Rasulullah saw.? Jawab Usamah: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Akan dihadapkan seorang pada hari qiyamat kemudian dibuang ke dalam neraka, maka keluar usus perutnya di dalam neraka, lalu ia berputar-putar bagaikan himar yang berputar di penggilingan, maka berkumpullah penghuni neraka padanya dan berkata: Hai Fulan, mengapkah anda? Tidakkah anda dahulu menganjurkan kami untuk berbuat baik dan mencegah dari munkar? Jawabnya: Benar aku menganjurkan kepadamu kebaikan tetapi aku tidak mengerjakannya, dan mencegah kamu dari mungkar tetapi aku melakukannya. (Bukhari, Muslim).

النهي عن هتك الإنسان ستر نفسه

BAB:
LARANGAN SESEORANG MEMBUKA RAHASIA SENDIRI

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى، إِلاَّ الْمُجَاهِرينَ وَإِنَّ مِنَ الْمَجَانَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً، ثُمَّ يُصْبِحُ، وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ، فَيَقُولُ: يَا فُلاَنُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُأخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 60 باب ستر المؤمن على نفسه
1883. Abuhurairah r.a. berkata. Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua ummatku selamat, kecuali yang terang-terang berbuat kejahatan dosa. Dan termasuk tidak ada perasaan jika seorang berbuat sesuatu di waktu malam, kemudian ketika pagi ditutup oleh Allah tiba-tiba ia membukanya dan berkata: Hai Fulan aku semalam telah berbuat ini dan itu, sengaja membuka apa yang telah ditutupi oleh Allah. (Bukhari, Muslim).

تشميت العاطس وكراهة التثاؤب

BAB:
MENDO'AKAN YANG BEKMII JIKA MEMBACA ALHAMDU LILLA AH DAN MAKRUH MENGUAP

حديث أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: عَطَسَ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا، وَلَمْ يُشَمِّتِ الآخَرَ فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ: هذَا حَمِدَ اللهَ، وَهذَا لَمْ يَحْمَدِ اللهَأخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 123 باب الحمد للعاطس
1884.       Anas bin Malik r.a. berkata: Ada dua orang bersin dimajlis Nabi saw. maka Nabi saw. mendo'akan kepada yang satu, dan mendiamkan yang lain. Dan ketika ditanya: Jawab Nabi saw.: Ini membaca Alhamdulillah, maka aku do akan, sedang itu tidak memba-ca Alhamdulillah. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَأخرجه البخاري في: 59 كتاب بدء الخلق: 11 باب صفة إبليس وجنوده
1885.       Abuhurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Menguap itu dari gangguan syaithan, maka jika seorang menguap harus mena- han sekuatnya. Yakni jangan dibuka mulut selebar-lebarnya. (Bukhari,Muslim).

في الفأر وأنه مسخ

BAB:
TENTANG TIKUS BINTANG YANG BERUBAH BENTUK

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فُقِدَتْ أُمَّةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لاَ يُدْرَى مَا فَعَلَتْ، وَإِنِّي لاَ أُرَاهَا إِلاَّ الْفَارَ إِذَا وُضِعَ لَهَا أَلْبَانُ الإِبِلِ لَمْ تَشْرَبْ؛ وَإِذَا وُضِعَ لَهَا أَلْبَانُ الشَّاءِ شَرِبَتْ فَحَدَّثْتُ كَعْبًا فَقَالَ: أَنْتَ سَمِعْتَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُهُ قُلْتُ: نَعَمْ قَالَ لِي مِرَارًا فَقُلْتُ: أَفَأَقْرَأُ التَّوْرَاةَأخرجه البخاري في: 59 كتاب بدء الخلق: 15 باب خير مال المسلم غنم يتبع بها شعف الجبال
1886- Abuhurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Ada suat u ummat dari Bani Isra'il, tidak diketahui kemana ia. Dan aku kira, tidak lain ialah tikus. Jika diletakkan padanya susu onta tidak dimi­num, tetapi jika susu kambing diminum. Ini hadits aku beritakan kepada Ka'ab, maka ia tanya: Apakah anda telah mendengar Nabi saw. bersabda sedemikian? Jawabku: Ya, benar, pertanyaan itu ditanyakan kepadaku berulang-ulang. Lalu aku berkata kepadanya: Apakah anda kira aku membaca kitab Taurat? (Bukhari, Muslim).

لا يلدغ المؤمن من جحر مرتين

BAB:
SEORANG MU'MIN TIDAK BOLEH TERGIGIT DARI SATU LOBANG SAMPAI DUA KALI

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، أَنَّهُ قَالَ: لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِأخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 83 باب لا يلدغ المؤمن من جحر مرتين
1887.  Abi Hurairah berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang mu mm tidak boleh (akan) tergigit dari satu lobang dua kali. (Bukhari, Muslim).
Yakni harus waspada, jangan sampai dipermainkan orang.

النهي عن المدح إِذَا كان فيه إِفراط وخيف منه فتنة الممدوح

BAB:
LARANGAN MEMUJI JIKA BERLEBIHAN DAN DKUATIRKAN MERUSAK YANG DIPUJI

حديث أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ: أَثْنى رَجُلٌ عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ، قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ مِرَارًا ثُمَّ قَالَ: مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَادِحًا أَخَاهُ، لاَ مَحَالَةَ، فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلاَنًا وَاللهُ حَسِيبُهُ وَلاَ أُزَكِّي عَلَى اللهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ كَذَا وَكَذَا، إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذلِكَ مِنْهُأخرجه البخاري في: 52 كتاب الشهادات: 16 باب إذا زكى رجل رجلاً كفاه
1888. Abu Bakrah r.a. berkata: Seorang memuji kawannya di raajlis Nabi saw. Maka Nabi saw. bersabda kepadanya: Celaka anda telah memenggal leher kawanmu, anda telah memenggal leher kawanmu, kalimat ini diulang-ulang. Kemudian bersabda: Siapa yang akan memuji kawannya, maka hendaknya berkata: Aku kira ia ini dan itu, dan Allah sendiri yang membenarkannya, dan aku takkan memuji-muji seorang di hadapan Allah, tetapi saya kira ia begini dan begitu, jika yang demikian diketahui daripadanya. (Bukhari, Muslim)
حديث أَبِي مُوسى رضي الله عنه، قَالَ: سَمِعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، رَجُلاً يُثْنِي عَلَى رَجُلٍ وَيُطْرِيهِ فِي مَدْحِهِ فَقَالَ: أَهْلَكْتُمْ (أَوْ قَطَعْتُمْ) ظَهْرَ الرَّجُلِأخرجه البخاري في: 52 كتاب الشهادات: 17 باب ما يكره من الإطناب في المدح وليقل ما يعلم
1889. Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw. mendengar seorang memuji kawannya sehingga berlebihan dalam pujiannya, maka sabda Nabi saw.: Kamu telah membinasakan atau memotong punggung orang itu. (Bukhari, Muslim).

مناولة الأكبر

BAB:
MEMBERI YANG LEBIH BESAR (TUA) LEBIH DAHULU

حديث ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: أَرَانِي أَتَسَوَّكُ بِسِوَاكٍ فَجَاءَنِي رَجُلاَنِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الآخَرِ فَنَاوَلْتُ السِّوَاكَ الأَصْغَرَ مِنْهُمَا فَقِيلَ لِي: كَبِّرْ فَدَفَعْتُهُ إلَى الأَكْبَرِ مِنْهُمَاأخرجه البخاري في: 4 كتاب الوضوء: 74 باب دفع السواك إلى الأكبر
1890. Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Saya mimpi bersiwak dengan siwak, maka datang kepadaku dua orang yang satu lebih besar dari yang lain, maka aku berikan sisa siwak itu kepada yang lebih kecil, tiba-tiba aku ditegur: Dahulukan yang besar, maka langsung aku berikan pada yang lebih besar (tua). (Bukhari, Muslim).

التثبت في الحديث وحكم كتابة العلم

BAB:
BERHATI-HATI DALAM MENERANGKN HAD1TS DAN MENCATAT PELAJARAN

حديث عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُحَدِّثُ حَدِيثًا، لَوْعَدَّهُ الْعَادُّ لأَحْصَاهُأخرجه البخاري في: 61 كتاب المناقب: 23 باب صفة النبي صلى الله عليه وسلم
1891. A'isyah r.a. berkata: Biasa Nabi saw. jika menerangkan haditsnya satu per satu sehingga andaikan orang menghitung niscaya akan terhitung. (Bukhari, Muslim).

Bila kalimat yang diucapkan akan dihitung oleh pendengar pasti akan dapat mudah menghitungnya.

في حديث الهجرة

BAB:
HIJRAH

حديث أَبِي بَكْرٍ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: جَاءَ أَبُو بَكْرٍ، إِلى أَبِي فِي مَنْزِلِهِ فَاشْتَرَى مِنْهُ رَحْلاً فَقَالَ لِعَازِبٍ: ابْعَثِ ابْنَكَ يَحْمِلُهُ مَعِي قَالَ: فَحَمَلْتُهُ مَعَهُ وَخَرَجَ أَبِي يَنْتَقِدُ ثَمَنَهُ فَقَالَ لَهُ أَبِي: يَا أَبَا بَكْرٍ حَدِّثْنِي كَيْفَ صَنَعْتُمَا حِينَ سَرَيْتَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: نَعَمْ أَسْرَيْنَا لَيْلَتَنَا، وَمِنَ الْغَدِ، حَتَّى قَامَ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ وَخَلاَ الطَّريقُ، لاَ يَمُرُّ فِيهِ أَحَدٌ فَرُفِعَتْ لَنَا صَخْرَةٌ طَوِيلَةٌ، لَهَا ظِلٌّ، لَمْ تَاتِ عَلَيْهِ الشَّمْسُ فَنَزَلْنَا عِنْدَهُ، وَسَوَّيْتُ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَكَانًا بِيَدِي يَنَامُ عَلَيْهِ وَبَسَطْتُ فِيهِ فَرْوَةً وَقُلْتُ: نَمْ يَا رَسُولَ اللهِ وَأَنَا أَنْفُضُ لَكَ مَا حَوْلَكَ، فَنَامَ وَخَرَجْتُ أَنْفُضُ مَا حَوْلَهُ، فَإِذَا أَنَا بِرَاعٍ مُقْبِلٍ بَغَنَمِهِ إِلَى الصَّخْرَةِ، يُرِيدُ مِنْهَا مِثْلَ الَّذِي أَرَدْنَا فَقُلْتُ: لِمَنْ أَنْتَ يَا غُلاَمُ فَقَالَ: لِرَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ (أَوْ مَكَّةَ) قُلْتُ: أَفِي غَنَمِكَ لَبَنٌ قَالَ: نَعَمْ قلْتُ: أَفَتَحْلُبُ قَالَ: نَعَمْ فَأَخَذَ شَاةً فَقُلْتُ: انْفُضِ الضَّرْعَ مِنَ التُّرَابِ وَالشَّعَرِ وَالْقَذَى (قَالَ الرَّاوِي: فَرَأَيْتُ الْبَرَاءَ يَضْرِبُ إِحْدَى يَدَيْهِ عَلَى الأُخْرَى، يَنْفُضُ) فَحَلَبَ فِي قَعْبٍ كُثْبَةً مِنْ لَبَنٍ، وَمَعِي إِدَاوَةٌ حَمَلْتُهَا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، يَرْتَوِي مِنْهَا، يَشْرَبُ وَيَتَوَضَّأُ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُ فَوَافَقْتُهُ حِينَ اسْتَيْقَظَ فَصَبَبْتُ مِنَ الْمَاءِ عَلَى اللَّبَنِ، حَتَّى بَرَدَ أَسْفَلُهُ فَقُلْتُ: اشْرَبْ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: فَشَرِبَ حَتَّى رَضِيتُ ثُمَّ قَالَ: أَلَمْ يَأْنِ لِلرَّحِيلِ قُلْتُ: بَلَى قَالَ: فَارْتَحَلْنَا بَعْدَ مَا مَالَتِ الشَّمْسُ وَاتَّبَعَنَا سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكٍ فَقُلْتُ: أُتِينَا يَا رَسُولَ اللهِ فَقَالَ: لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَدَعَا عَلَيْهِ النَبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَارْتَطَمَتْ بِهِ فَرَسُهُ إِلَى بَطْنِهَا، أُرَى فِي جَلَدٍ مِنَ الأَرْضِ فَقَالَ: إِنِّي أُرَاكُمَا قَدْ دَعَوْتُمَا عَلَيَّ فَادْعُوَا لِي فَاللهُ لَكُمَا أَنْ أَرُدَّ عَنْكُمَا الطَّلَبَ فَدَعَا لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَنَجَا فَجَعَلَ لاَ يَلْقَى أَحَدًا إِلاَّ قَالَ: كَفَيْتُكُمْ مَا هُنَا فَلاَ يَلْقَى أَحَدًا إِلاَّ رَدَّهُ قَالَ: وَوَفى لَنَاأخرجه البخاري في: 61 كتاب المناقب: 25 باب علامات النبوة في الإسلام
1892. Al-baraa' bin Aazib r.a. berkata: Abubakar datang ke rumah ayahku untuk membeli pelana untuk kendaraan onta, lalu ia berkata kepada Aazib: Suruhlah anakmu membawakan pelana itu bersamaku. Maka aku bawa bersama Abubakar, dan ayah juga ikut untuk menerima uang harganya, kemudian ditanya oleh.ayahku: Hai Abubakar, ceritakan kepadaku bagaimana riwayat perjalananmu keti­ka hijrah bersama Rasulullah saw. itu. Jawab Abubakar: Baiklah, kami berangkat pada malam hari, sehingga pagi, dan ketika tengah hari jalanan sudah sunyi tiada seorang pun berjalan, tampak kepadaku batu bukit yang besar bernaungan tidak dikena panas matahari, maka kami pergi ke sana untuk turun beristirahat, maka aku meratakan tempat untuk Nabi saw. tidur dan aku hampar kemul bulu dan aku katakan: Tidurlah ya Rasulullah, dan aku akan menjaga di sekeliling­mu, maka tidurlah Nabi saw. dan ketika aku sedang menjaga seke­lilingnya tiba-tiba aku melihat penggembala membawa kambingnya ke dekat batu besar itu, maka aku tanya padanya: Hai pemuda, anda sedang menggembala ternak siapakah? Jawabnya: Milik orang Madi­nah (Makkah). Aku tanya: Adakah susu di kambingmu? Jawabnya: Ada. Aku tanya: Apakah anda suka memerahkan untuk kami? Jawab­nya: Ya. Maka ia memegang salah satu kambingnya, maka aku berita-hukan: Bersihkan teteknya dari kotoran tanah atau rambut, setelah dibersihkan lalu ia memerah di mangkuk, lalu aku mengambil bejana­ku untuk minum dan wudhu', maka aku ambil tempatnya susu di situ kemudian aku bawa kepada Nabi saw. yane sedang tidur tetapi ketika aku datang membawa susu bertepatan Nabi saw. telah bangun, maka saya tuangkan susu dengan air dan aku hidangkan kepada Nahi saw.: Minumlah ya Rasulullah, maka diminum sehingga aku merasa puas, kemudian Nabi saw. tanya: Apakah belum saatnya untuk kami berang­kat? Jawabku: Ya. Maka meneruskan perjalanan setelah matahari condong ke barat. Kemudian kami dikejar oleh Suraqah bin Malik yang mengikuti jejak kami sehingga aku berkata: Ya Rasulullah, kami dikejar. Jawab Nabi saw.: Jangan risau, Allah bersama kami. Lalu Nabi saw. berdo'a maka tenggelamlah kuda Suraqah ke diam tanah hingga perutnya, maka berkata Suraqah: Kamu telah berdo'a alasku. Maka kini kamu berdo'a untukku, maka demi Allah aku berjanji akan menghalangi tiap orang yang akan mengejar kamu. Maka dido'akan oleh Nabi saw. sehingga selamat dapat berjalan kembali, maka tiap orang yang akan mengejar dari jalan itu ia berkata padanya: Di sini tidak ada, saya telah datang dari sana, kembalilah. Abubakar berkata Suraqah benar menepati janjinya kepada kami. (Bukhari, Muslim).
         
Poskan Komentar