Senin, 15 Desember 2014

Merenungi Firman Allah SWT





Merenungi Firman Allah SWT




Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wa Ba’du:
Allah swt menyebutkan kisah Adam alahis salam dengan musuh Allah Iblis:

123.  Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. 124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”, QS.Thaha: 123-124.
Di dalam ayat-ayat ini Allah swt menyebutkan kedaan orang yang mengikuti petunjukNya, dan dampak positif yang ditimbulkan berupa penghidupan yang sentausa  dan kehidupan yang baik di dunia dan akherat  kelak.  Allah swt berfirman:

(lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka)
Allah swt menjamin bagi orang yang menjaga petunjukNya dalam ilmu dan amal untuk memberikan penghidupan yang baik baginya serta memberikan balasan baginya di akherat kelak. Allah swt berfirman:

97.  Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan. QS. Al-Nahl: 97.
Allah swt berfirman:

62.  Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 63.  (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. 64.  Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. QS. Yunus: 62-64
Lalu setelah itu, Allah menerangkan keadaan dua kelompok tersebut dalam firmanNya:

(Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku). Yaitu kitabKu dengan tidak mengikuti dan mengamalkan, maka dia akan mendapatkan penghidupan yang sempit. Ibnu Katsir rahimhullah berkata: Yaitu dunia, tidak ada ketenangan baginya dan tidak pula ada kelapangan bagi dadanya, bahkan dadanya terasa sesak dan sumpek karena kesesatannya, sekalipun secara lahiriyah kelihatan nikmat dan menikmati pakaian serta makanan apapun yang dikehendakinya dan menempati istana yang  inginkannya. Sesungguhnya hatinya, selama dia tidak mengarahkan dirinya kepada keyakinan dan petunjuk maka dia tetap dalam kebimbangan, kebingungan dan keraguan, dia akan selamanya tersiksa dalam keraguannya dan inilah penghidupan yang sempit”.[1]
Ibnul Qoyyim rahimhullah berkata: Kehidupan yang sempit ditafsirkan dengan kehidupan di alam barzakh, dan yang benar adalah penghidupan yang sempit di sini mencakup penghidupan di dunia dan di alam barzakh. Maka kesempitan akan dirasakannya di dua alam tersebut, yaitu sebuah kehidupan yang penuh sesak, pedih dan keras Sementara di akherat kelak, dia akan dilupakan saat dirinya tenggelam dalam siksa yang pedih. Berbeda dengan kehidupan orang yang berada dalam kebahgaiaan dan keberuntungan, mereka menikmati kehidupan yang paling baik dan di alam barzakh serta akherat akan mendapatkan balasan yang lebih utama”.[2]
Dan firman Allah yang mengatakan:

124. dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang arti (yJôãr&) yang bermkana buta, apakah yang dimaksud adalah buta mata hati atau buta pandangan. Ulama yang mengatakan aratinya adalah buta mata hati berdalil dengan firman Allah yang mengatakan:

22.    Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa mereka berkata: "Hijraan mahjuuraa”. QS. Al-Furqon: 22



Dan firman Allah swt:

45. Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk Karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. QS. Al-Syuro: 45. Dan banyak lagi ayat-ayat yang lain yang menegaskan bahwa mereka masih memilki pandangan mata pada hari kiamat.
          Dan ulama yang mengatakan bahwa kebutaan yang dimaksud pada ayat di atas adalah kebutaan secara lahiriyah (buta mata), mereka berdalil dengan firman Allah yang mengatakan:

97.  dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. QS. Al-Isro’: 97
Ibnul Qoyyim telah memberikan rincian dan beliau menyimpulkan bahwa berkumpulnya makhluk di padang mahsyar terbagi dalam dua kelompok: Pertama: Dikumpulkan di dalam kubur menuju ke padang mahsyar dan yang kedua dikumpulkan di padang mahsyar menuju ke neraka. Pada saat dikumpulkan yang pertama kali orang-orang yang berdosa masih bisa mendengar, melihat, membantah dan berbicara. Sementara pada saat dikumpulkan yang kedua kalinya maka mereka dikumpulkan dengan cara digeret pada wajah mereka dalam keadaan  buta, bisu dan tuli, maka setiap tempat berkumpulnya  makhluk terdapat keadaan yang sesuai dengan keadaan tersebut hal itu sebagai perwujudan keadilan Allah dan kemahabijaksanaanNya. Dan Al-Qur’an saling mendukung kebenaran sebagian ayat terhadap sebagian yang lainnya.[3]

82. kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. Al-Nisa’: 82
Kemudian Allah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Allah pada hari kiamat, di mana mereka dikuasai rasa hina dan rendah dan mereka mengeluh dengan keadaan tersebut, mereka berkata: Ya Allah Tuhan kami, kenapa kami dibangkitkan dalam keadaan buta?. Lalu Allah menjawab mereka:

126.  Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari Ini kamupun dilupakan". QS. Thaha: 126
Artinya ini adalah akibat perbuatanmu sendiri, dan balasan bagi sebuah amal sesuai dengan amalannya, dan engkau akan diperlakukan sebagaimana perbuatanmu, lalu sebagaimana engkau buta dari mengingat Tuhanmu, dan lupa mengingatNya serta balasanmu dari Allah maka Allah membutakan matamu di akherat kemudian membiarkanmu tenggelam dalam siksa.
          Pelajaran yang bisa dipetik dari ayat di atas adalah:
Penjelasan tentang orang yang berpaling dari mengingat Allah di dunia, di mana dia akan hidup dalam kesesatan dan kegelapan, terombang ambing dalam kebodohan, sementara dirinya menganggap bahwa dia termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Karena berpalingnya mereka dari Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah atas RasulNya maka Allah menurunkan akibat dari perbuatannya tersebut dengan menguasakan setan yang selalu menemaninya dan memalingkannya dari kebenaran serta menghiasi mereka jalan-jalan kesesatan. Allah swt berfirman:

36. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. 37. Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. QS. Al-Zukhruf: 36-37. Sehingga pada saat dirinya menghadap kepada Tuhannya pada hari kiamat bersama qorinnya (setan yang selalu menyertainya) dan dia telah menyaksikan kebinasaannya maka diapun menyesal. Allah swt menjelaskan:

38"Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, Maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)". QS. Al-Zukhruf: 38.
 Di antara pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas adalah orang yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an maka dia akan berbahagia di dunia dan akherat, dia akan mendapatkan ketenangan dan berlapang dada serta sembuh dari penyakit jasmani dan hati serta mendapat petunjuk pada jalan yang lurus.
Allah swt berfirman:

82.  Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. QS. Al-Isro’: 82
Allah swt berfirman:

44. "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". QS. Fusshilat: 44

9.  Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, QS. Al-Isro’: 9
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh para shahabatnya.


[1] Tafsir Ibnu Katsir: 3/168
[2] AL-Wabilu shayyib: hal: 79
[3] Tafsir Ibnul Qoyyim: hal: 363
Poskan Komentar