Selasa, 31 Maret 2015

ADAB BERPAKAIN



ADAB BERPAKAIN

·   Fungsi pakain:
1.               Sebagai hiasan, sebagaimana firman Allah :
﴿ ۞يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ .......... ﴾ [الاعراف: ٣١] 
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. (Q.S. Al A'raaf : 31 ).
2.    Menutupi aurat, sebagaimana firman Allah:
﴿ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦ ﴾ [الاعراف: ٢٦] 
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S. Al A'raaf : 26 ) .
3.    Melindungi tubuh dari terik panas dan dingin, sebagaimana firman Allah:
﴿ ....... وَجَعَلَ لَكُمۡ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلۡحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأۡسَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُسۡلِمُونَ ٨١ ﴾ [النحل: ٨١] 
dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. (Q.S. An Nahl: 81 ) .
·   Pakaian yang disyariatkan Allah untuk anak Adam:
Allah taala berfirman:
﴿ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦ ﴾ [الاعراف: ٢٦] 
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S. Al A'raaf : 26 ) .
Allah taala berfirman:
﴿ قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزۡقِۚ قُلۡ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا خَالِصَةٗ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٣٢ ﴾ [الاعراف: ٣٢] 
Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al A'raaf : 32) .
·   Pakain yang afdhal:
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله r: ( البسوا من ثيابكم البياض؛ فإنها من خير ثيابكم، وكفنوا فيها موتاكم ) رواه أبو داود وابن ماجه.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : “Kenakanlah pakaian kalian yang berwarna putih, karena sesungguhnya itu pakaian kalian yang paling baik dan kafankan jenazah kalian dengannya ( kain berwarna putih )”. HR Abu Daud dan Ibnu Majah. [1]
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كان أحب الثياب إلى النبي r أن يلبسها الحبرة. متفق عليه.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu `anhu , ia berkata ," Nabi shallallahu `alaihi wasallam  paling suka memakai pakaian Hibarah ( yaitu: pakaian yang terbuat dari katun dan bermotif ). Muttafaq alaih . [2] 
عن أم سلمة رضي الله عنها قالت: كان أحب الثياب إلى رَسُول اللَّهِ r القميص. رواه أبو داود وابن ماجه.
Dari Ummi Salamah radhiyallahu `anha, ia berkata : “Pakaian yang paling disukai Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam adalah gamis”. HR Abu Daud dan Ibnu Majah. [3]
·                     Posisi kain sarung :
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رَسُول اللَّهِ r : ( إزرة المسلم إلى نصف الساق ولا حرج -أو لا جناح- فيما بينه وبين الكعبين، ما كان أسفل من الكعبين؛ فهو في النار، ومن جر إزاره بطراً؛ لم ينظر اللَّه إليه ) رواه أبو داود وابن ماجه.
Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu `anhu, ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Sarung seorang muslim hingga pertengahan betis dan tidak mengapa (atau tidak berdosa) di antara pertengahan betis dan mata kaki, sedangkan di bawah mata kaki maka tempatnya adalah neraka, barangsiapa yang mengulurkan sarungnya karena sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya”. HR Abu Daud dan Ibnu Majah. [4]
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : قال رَسُول اللَّهِ r : ( من جر ثوبه خيلاء لم ينظر اللَّه إليه يوم القيامة ) فقالت أم سلمة: فكيف يصنع النساء بذيولهن ؟ قال: ( يرخين شبرا ) قالت: إذاً تنكشف أقدامهن؟! قال: ( فيرخينه ذراعاً لا يزدن عليه ) رواه الترمذي والنسائي.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : “Siapa yang mengulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat”, Ummu Salamah berkata : “Apa yang harus dilakukan perempuan dengan ujung abayanya?”, beliau bersabda : “Ulurkan sejengkal”, ia berkata : “Kalau begitu tapak kakinya akan tersingkap”, ia bersabda :  “Maka hendaklah ulurkan sehasta dan jangan ditambah”. HR Tarmizi dan Nasa'i. [5]
·   Ancaman untuk orang yang menjulurkan kainnya:
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي rقال: ( الإسبال في الإزار، والقميص والعمامة، من جر منها شيئاً خيلاء؛ لم ينظر اللَّه إليه يوم القيامة ) رواه أبو داود والنسائي.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, ia bersabda :  “Mengulurkan sarung, gamis, sorban, siapa yang mengulurkannya karena sombong, di hari kiamat Allah tidak akan melihat kepadanya”. HR Abu Daud dan Nasa'i. [6]
عن أبي ذر رضي الله عنه عن النبي r قال: ( ثلاثة لا يكلمهم اللَّه يوم القيامة؛ ولا ينظر إليهم، ولا يزكيهم، ولهم عذاب أليم ) قال: فقرأها رَسُول اللَّهِ r ثلاث مرار. قال أبو ذر: خابوا وخسروا ! من هم يا رَسُول اللَّهِ ! قال: ( المسبل، والمنان، والمنفق سلعته بالحلف الكاذب ). رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Dzar radhiyallahu `anhu , dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, ia bersabda :  “Tiga golongan yang tidak diajak Allah bicara di hari kiamat, Allah tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka, serta bagi mereka azab yang pedih”, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengulanginya tiga kali, lalu Abu Dzar berkata : “Mereka adalah orang yang kecewa lagi merugi, siapakah mereka wahai Rasulullah?”, ia bersabda:  “Orang yang menjulurkan kainnya (melebihi mata kaki), orang yang menyebut-nyebut sedekahnya, orang yang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah dusta”. HR. Muslim. [7]
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي r قال: ( ما أسفل من الكعبين من الإزار؛ ففي النار ) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, ia bersabda :  “Pakaian yang terjulur melebihi mata kaki maka tempatnya dalam neraka”. HR. Bukhari. [8]
·                     Pakaian dan hamparan yang dilarang:
عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: قال رسول الله r : (( لا تلبسوا الحرير، فإنه من لبسه في الدنيا لم يلبسه في الآخرة  ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu `anhu, ia berkata : rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : Jangan kalian memakai sutera, karena siapa yang memakainya di dunia tidak akan memakainya di akhirat". Muttafaq ’alaih. [9]
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله r قال: (( حرم لباس الحرير، والذهب على ذكور أمتي وأحل لإناثهم )) أخرجه الترمذي والنسائي.
Dari Abu Musa Al Asy'ary radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : pakaian sutera dan emas diharamkan kepada kaum pria umatku dan dihalalkan untuk kaum wanita". HR Tarmizi dan Nasa'i. [10]
عن البراء رضي الله عنه قال : أمرنا رَسُول اللَّهِ r بسبع: عيادة المريض ، واتباع الجنائز، وتشميت العاطس ... ونهانا عن لبس الحرير والديباج والقسي والإستبرق والمياثر الحمر )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Baraa` bin `Azib radhiyallahu `anhu, Ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam memerintahkan kami 7 perkara: menjenguk yang sakit, ikut menyelenggarakan jenazah, menjawab yang bersin … Dan melarang kami : memakai sutera, sutera yang kasar dan membuat pelana keledai dari sutera” Muttafaq ’alaih . [11]
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رَسُول اللَّهِ r: ( صنفان من أهل النار لم أرهما: قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة؛ لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata,  “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Dua golongan penghuni Neraka yang belum saya temui: suatu kaum yang selalu membawa cemeti seperti ekor sapi untuk memukul orang, wanita yang berpakaian tapi telanjang, cenderung tidak ta'at, berjalan lenggak-lenggok, rambut mereka seperti punuk onta, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium bau syurga padahal bau syurga tercium dari jarak sekian HR Muslim. [12]
عن عبد اللَّه بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال: رأى النبي r عليّ ثوبين معصفرين؛ فقال: ( إن هذه من ثياب الكفار؛ فلا تلبسها ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash radhiyallahu `anhu., ia berkata, “Nabi shallallahu `alaihi wasallam melihatku memakai dua pakaian mu'ashfar ( diwarnai dengan sejenis tumbuh-tumbuhan yang bernama: 'AShfar ) , lalu ia bersabda :  “Sesungguhnya ini pakaian orang kafir, janganlah engkau memakainya”. HR. Muslim. [13]
عن حذيفة رضي الله عنه قال: نهانا النبي r أن نشرب في آنية الذهب والفضة، وأن نأكل فيها، وعن لبس الحرير والديباج، وأن نجلس عليه. رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
Dari Huzaifah radhiyallahu `anhu, ia berkata : “Nabi shallallahu `alaihi wasallam  melarang kami minum dari bejana emas dan perak dan menggunakannya untuk makan juga melarang kami memakai sutera dan kain tenun sutera serta duduk di atasnya”. HR. Bukhari. [14]
عن أبي المليح عن أبيه أن رَسُول اللَّهِ r نهى عن جلود السباع. رواه أبو داود والترمذي.
Dari Abi Al Malih dari bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  melarang (menggunakan) kulit binatang buas”. HR Abu Daud dan Tarmizi. [15]
·   Tidak boleh memakai pakaian yang bergambar salib , atau gambar yang bernyawa atau pakaian untuk dipuji.
·   Sikap berjalan dan berpakain yang terlarang:
Allah taala berfirman:
﴿ وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨ وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ ١٩ ﴾ [لقمان: ١٨،  ١٩] 
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. ( Q.S. Luqman: 18-19 ) .
﴿ ....... وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّۚ ........ ﴾ [النور : ٣١] 
janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. (Q.S. An Nuur : 31 )
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: نهى رَسُول اللَّهِ r عن لبستين: أن يحتبي الرجل في الثوب الواحد ليس على فرجه منه شيء ، وأن يشتمل بالثوب الواحد ليس على أحد شقيه. أخرجه البخاري.
Dari Abi Hurairah radhiyallahu `anhu ia berkata : rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  melarang dua cara berpakain: seseorang memakai sehelai kain dan duduk ihtiba' ( duduk dengan cara menempelkan pantat ke lantai sambil menegakkan kedua betis dan menyandarkan tangan ke belakang ) tak ada kain yang menutupi kemaluannya, dan memakai sehelai kain dengan cara melilitkannya ke seluruh badan ( sehingga bila ingin mengeluarkan tangannya harus mengangkat kainnya ) yang tidak tertutup kain tubuh bagian yang lain". HR. Bukhari. [16]
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رَسُول اللَّهِ r قال: ( بينما رجل يمشي في حلة تعجبه نفسه، مرجل رأسه، يختال في مشيته؛ إذ خسف اللَّه به؛ فهو يتجلجل في الأرض إلى يوم القيامة) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : “Ketika seseorang  berjalan dengan pakainnya yang membuat dirinya merasa takjub, rambutnya di sisir rapi, berjalan dengan angkuh, tiba-tiba Allah membenamkannya ke dalam (bumi), maka ia menyelam di perut bumi hingga hari kiamat.” Muttafaq ’alaih . [17]
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: لعن رَسُول اللَّهِ r المتشبهين من الرجال بالنساء، والمتشبهات من النساء بالرجال. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” HR. Bukhari. [18]
·   Wanita dilarang tabarruj dengan pakain atau perhiasan:
Allah taala berfirman:
﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٥٩ ﴾ [الاحزاب : ٥٩] 
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Ahzab: 59 ) .
Allah taala berfirman:
﴿ وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ ……….. ﴾ [النور : ٣١] 
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. (Q.S. An Nuur : 31 ).
Allah taala berfirman:
﴿ وَٱلۡقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِي لَا يَرۡجُونَ نِكَاحٗا فَلَيۡسَ عَلَيۡهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعۡنَ ثِيَابَهُنَّ غَيۡرَ مُتَبَرِّجَٰتِۢ بِزِينَةٖۖ وَأَن يَسۡتَعۡفِفۡنَ خَيۡرٞ لَّهُنَّۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ٦٠ ﴾ [النور : ٦٠] 
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An Nuur : 60 ) . 
·   Memberikan perhatian terhadap kebersihan dan keindahan :
عن أبي الأحوص عن أبيه قال: أتيت النبي r في ثوب دون فقال: (( ألك مال ؟ )) قال: نعم: قال: ( من أي المال ؟ ) قال: قد آتاني الله من الإبل والغنم والخيل والرقيق. قال: (( فإذا آتاك الله مالا فلير أثر نعمة الله عليك وكرامته )) أخرجه أبو داود والنسائي.
Dari Abu Ahwash dari ayahnya , ia berkata : aku menemui Nabi shallallahu `alaihi wasallam  dengan berpakaian yang sangat lusuh, maka beliau bersabda: Apakah engkau memiliki harta ? Ia berkata : Allah telah memberiku rizki, berupa; unta, kambing, kida dan budak . beliau bersabda : bilamana Allah telah memberimu rizki maka perlihatkanlah bekas nikmat Allah dan karunia-Nya atasmu". H.R Abu Daud dan Nasa'i. [19]
عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: أتانا رَسُول اللَّهِ r فرأى رجلا شعثا قد تفرق شعره فقال: (( أما كان يجد هذا ما يسكن به شعره ؟ )) ورأى رجلا آخر وعليه ثياب وسخة فقال: (( أما كان هذا يجد ماء يغسل به ثوبه )) أخرجه أبو داود والنسائي.
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu `anhuma, ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  mendatangi kami , lalu beliau melihat seseorang yang rambutnya kusut, maka beliau bersabda: Apakah orang ini tidak punya sesuatu untuk merapikan rambutnya? Dan beliau melihat seseorang yang pakaiannya kotor, maka beliau bersabda: Apakah orang ini tidak memiliki air untuk membasuh pakaiannya?. H.R Abu Daud dan Nasa'i. [20]
·   Kain penutup kepala:
عن عمرو بن حريث رضي الله عنه قال: كأني أنظر إلى رَسُول اللَّهِ r ، وعليه عمامة سوداء، قد أرخى طرفيها بين كتفيه. رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Amru bin Huraits radhiyallahu `anhu, ia berkata : “Sepertinya aku melihat Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, beliau memakai sorban berwarna hitam dan mengulurkan dua ujung sorban tersebut di antara dua bahunya”. HR. Muslim. [21]
·                     Doa saat memakai pakain baru:
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: كان رَسُول اللَّهِ r إذا استجد ثوباً سماه باسمه: عمامة أو قميصاً أو رداء، يقول: ( اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ ) قال أبو نضرة : فكان أصحاب النبي r إذا لبس أحدهم ثوبا جديدا قيل له: تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى. رَوَاهُ أبُو دَاوُد وَالتِّرمِذِيُّ
 Dari Abu Sa'id Al Kudri radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Adalah Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bila memakai pakaian baru baik sorban, gamis, beliau mengucapkan:
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
(Ya Allah, segala puji untukku Engkau yang memberiku pakaian, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan itu dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan pakaian itu dibuat”.
Abu Nadhrah berkata: para sahabat Nabi , bila salah seorang diantara mereka memakai pakain baru mereka mengucapkan kepadanya:
تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى.
Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah ta'ala memberikan gantinya kepadamu. HR Abu Daud dan Tarmizi. [22]
·   doa yang diucapkan kepada orang yang memakai pakaian baru:
عن أم خالد بنت خالد رضي الله عنها قالت: أتي رَسُول اللَّهِ r بثياب فيها خميصة سوداء فقال ( من ترون أن نكسو هذه ) . فسكت القوم فقال ( ائتوني بأم خالد ) فأتي بها تحمل فأخذ الخميصة بيده فألبسها وقال ( أبلي وأخلقي ) مرتين. أخرجه البخاري.
Dari Ummu khalid binti khalid radhiyallahu `anha, ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dihadiahkan untuk nya pakaian yang terbuat dari wol , lalu beliau bersabda : Siapakah menurut kalian yang pantas memakai ini . para sahabat terdiam , maka beliau bersabda : Panggil Ummu khalid ! maka Ummu khalid dibawa ke hadapan Nabi. Lalu beliau mengambil pakaian tersebut dan memakaikannya kepada Ummu Khalid, seraya bersabda : Pakailah sampai lusuh 2 x ! HR. Bukhari. [23]
·   Cara memakai terompah:
عن جابر رضي الله عنه قال: سمعت النبي r يقول في غزوة غزوناها (( استكثروا من النعال فإن الرجل لا يزال راكبا ما انتعل )) أخرجه مسلم .
Dari Jabir radhiyallahu `anhu ia berkata : aku mendengar Nabi shallallahu `alaihi wasallam  bersabda dalam sebuah peperangan: "Pakailah terompah ! karena orang yang memakai terompah sepertinya dia sedang naik kendaraan". HR. Muslim . [24]
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رَسُول اللَّهِ r قال: ( إذا انتعل أحدكم فليبدأ باليمنى، وإذا نزع؛ فليبدأ بالشمال؛ لتكن اليمنى أولهما تنعل، وآخرهما تنزع ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda : “Bila salah seorang kalian memakai terompah mulailah dari kanan dan beliau menanggalkannya mulailah dari kiri, hendaklah terompah yang kanan yang pertama dipakai dan yang terakhir ditanggalkan”. Muttafaq ’alaih. [25]
·                     Cincin laki-laki dipakai di mana:
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي r أنه نهى عن خاتم الذهب. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam  bahwa Nabi melarang memakai cincin emas. Muttafaq alaih . [26]
عن أنس رضي الله عنه أن النبي r كان خاتمه من فضة وكان فصه منه. أخرجه البخاري.
Dari Anas radhiyallahu `anhu bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam memakai cincin terbuat dari perak dan permatanya juga. H.R. Bukhari . [27] 
عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن رسول الله r لبس خاتم فضة في يمينه ، فيه فص حبشي ، كان يجعل فصه مما يلي كفه. أخرجه مسلم.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  memakai cincin perak di jari kanannya, permatanya permata Habasyah, permatanya di tempatkan di arah telapak tangan. H.R. Muslim . [28]
عن أنس رضي الله عنه قال: صنع النبي r خاتما قال: ( إنا اتخذنا خاتما ونقشنا فيه نقشا فلا ينقش عليه أحد ) . قال فإني لأرى بريقه في خنصره. أخرجه البخاري.
Dari Anas radhiyallahu `anhu ia berkata: Nabi shallallahu `alaihi wasallam membuat cincin , lalu bersabda: " Kami mebuat cincin dan diukir pada bagian atasnya ( nama Nabi ) maka jangan ada seorangpun yang mengukir ( nama Nabi pada cincinnya ). Anas berkata: sungguh aku melihat kilapan cincin tersebut di jari manis beliau. H.R. Bukhari . [29]   
·   Perhiasan apa saja yang dibolehkan bagi wanita: 
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: شهدت العيد مع النبي r فصلى قبل الخطبة ... فأتى النساء فجعلن يلقين الفتخ والخواتيم في ثوب بلال. متفق عليه.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma ia berkata: Sya shalat ied bersama Nabi shallallahu `alaihi wasallam, beliau shalat sebelum khutbah … lalu beliau mendatangi shaf wanita ( menganjurkan mereka bersedekah ) maka mereka meletakkan cincin mereka di atas kain Bilal. Muttafaq alaih . [30]
عن عائشة رضي الله عنها أنها استعارت من أسماء قلادة فهلكت فبعث رسول الله r رجلا فوجدها، فأدركتهم الصلاة وليس معهم ماء فصلوا، فشكوا ذلك إلى رسول الله r فأنزل الله آية التيمم. متفق عليه.
Dari Aisyah radhiyallahu `anha bahwa ia meminjam kalung Asma', ( dalam perjalanan ) kalung tersebut hilang. Maka rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  memerintahkan seseorang mencarinya. Dan waktu shalat tiba sedangkan mereka tidak memiliki persediaan air untuk shalat. Maka para sahabat mengadukan perihal tersebut kepada rasulullah shallallahu `alaihi wasallam . lalu Allah menurunkan ayat tayammum. Muttafaq alaih. [31]
·   Bersikap sederhana dalam hal pakain dan hamparan:
عن أبي بردة رضي الله عنه قال: أخرجت لنا عائشة رضي الله عنها كساء وإزاراً غليظاً قالت: قبض رَسُول اللَّهِ r في هذين. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Burdah radhiyallahu `anhu, ia berkata : “`Aisyah radhiyallahu `anha mengeluarkan sehelai pakaian dan sehelai sarung yang kasar, ia berkata : “Ketika Rasulullah wafat, ia memakai dua helai kain ini”. Muttafaq ’alaih. [32]
عن عائشة رضي الله عنها قالت : إنما كان فراش رسول الله r الذي ينام عليه أدما حشوه ليف. أخرجه مسلم.
Dari Aisyah radhiyallahu `anha ia berkata: Kasur tempat tidur rasulullah shallallahu `alaihi wasallam terbuat dari kulit yang diisi sabut. H.R. Muslim . [33]




[1] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4061 dan Ibnu Majah no hadist : 1472.
[2] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5813 dan Muslim no hadist : 2079.
[3] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4025 dan Ibnu Majah no hadist : 3575.
[4] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4093 dan Ibnu Majah no hadist : 3573.
[5] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 1731 dan Nasa'i no hadist : 5336.
[6] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4094 dan Nasa'i no hadist : 5334.
[7] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 106.
[8] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5787.
[9] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5834 dan Muslim no hadist : 2069.
[10] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 1720 dan Nasa'i no hadist : 5265.
[11] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5849 dan Muslim no hadist : 2066.
[12] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 106.
[13] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2077.
[14] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2077.
[15] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4132 dan Tirmizi no hadist : 1770.
[16] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2077.
[17] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5789 dan Muslim no hadist : 2088.
[18] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5885.
[19] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4063 dan Nasa'i no hadist : 5224.
[20] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4062 dan Nasa'i no hadist : 5236.
[21] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 1359.
[22] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4020 dan Tirmizi no hadist : 1767.
[23] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5845.
[24] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2096.
[25] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5856 dan Muslim no hadist : 2097.
[26] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5864 dan Muslim no hadist : 2089.
[27] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5870.
[28] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2094.
[29] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5874.
[30] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5880 dan Muslim no hadist : 884.
[31] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 336 dan Muslim no hadist : 367.
[32] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5818 dan Muslim no hadist : 2080.
[33] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2082.
Poskan Komentar