Adab Makan dan Minum dalam Islam
Adab Makan dan Minum dalam Islam
Pendahuluan
Makan dan minum adalah kebutuhan paling dasar manusia. Namun Islam mengangkatnya dari sekadar aktivitas biologis menjadi ibadah yang bernilai pahala, apabila dilakukan sesuai adab dan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Bahkan perkara sederhana seperti tangan mana yang digunakan tidak luput dari bimbingan wahyu. Ini menunjukkan bahwa Islam mendidik umatnya agar hidup dengan kesadaran, bukan sekadar kebiasaan.
Dalil Utama dari Sunnah Nabi ﷺ
Hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhumā
Teks Arab:
وَعَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
« إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ »
Terjemah:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Dan apabila minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim)
Riwayat:
- HR. Muslim no. 2020
Makna Umum Hadis
- Perintah (فَلْيَأْكُلْ / فَلْيَشْرَبْ) menunjukkan tuntunan kuat
- Menyerupai setan dalam adab adalah perkara tercela
- Makan dan minum bukan sekadar soal fisik, tetapi identitas seorang mukmin
Dalil-Dalil Pendukung dari Al-Qur’an
1. Perintah Makan yang Halal dan Baik
Teks Arab:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
Terjemah:
“Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik.”
(QS. Al-Baqarah: 168)
Kaitan dengan adab:
- “Thayyib” mencakup cara, adab, dan etika
- Cara makan mempengaruhi keberkahan
2. Larangan Mengikuti Langkah Setan
Teks Arab:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
Terjemah:
“Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan.”
(QS. Al-Baqarah: 168)
Kaitan:
- Makan dengan kiri termasuk meniru setan
- Mukmin diperintah menyelisihi setan
3. Perintah Bersyukur atas Nikmat
Teks Arab:
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ
Terjemah:
“Makanlah dari rezeki yang Allah berikan kepadamu yang halal lagi baik, dan bersyukurlah atas nikmat Allah.”
(QS. An-Nahl: 114)
Makna:
- Adab makan adalah bagian dari syukur
Hadis-Hadis Sunnah Pendukung tentang Adab Makan dan Minum
1. Perintah Membaca Basmalah
Teks Arab:
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Terjemah:
“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
2. Larangan Minum Sambil Berdiri
Teks Arab:
لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا
Terjemah:
“Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim)
(Ulama menjelaskan: larangan ini makruh, bukan haram, karena Nabi ﷺ pernah minum sambil berdiri dalam kondisi tertentu)
3. Sunnah Menjilat Jari
Teks Arab:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا
Terjemah:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, janganlah ia mengusap tangannya hingga menjilatnya.”
(HR. Muslim)
Komentar dan Ulasan Para Ulama
1. Imam An-Nawawi رحمه الله
Dalam Syarh Shahih Muslim:
“Hadis ini menunjukkan wajibnya makan dan minum dengan tangan kanan bagi yang mampu, dan haram meniru setan tanpa uzur.”
2. Ibnu Hajar Al-‘Asqalani رحمه الله
Dalam Fathul Bārī:
“Larangan makan dengan tangan kiri dimaksudkan untuk menyelisihi setan dan menjaga kemuliaan manusia.”
3. Syaikh Ibn ‘Utsaimin رحمه الله
Beliau berkata:
“Jika seseorang tidak mampu menggunakan tangan kanan karena sakit atau cacat, maka tidak mengapa menggunakan tangan kiri.”
Hikmah Adab Makan dan Minum
1. Menyelisihi Setan
Mukmin memiliki:
- Cara hidup
- Gaya makan
- Adab yang berbeda dari setan
2. Menumbuhkan Rasa Syukur
Makan dengan adab:
- Menghadirkan Allah dalam aktivitas harian
- Mengubah kebiasaan menjadi ibadah
3. Pendidikan Akhlak Sejak Dini
- Anak-anak diajari adab sebelum kenyang
- Akhlak lebih utama daripada sekadar etika meja
Pengecualian dan Uzur
Dibolehkan makan/minum dengan kiri jika:
- Tangan kanan sakit
- Cacat
- Tidak mampu
Islam adalah agama rahmat, bukan paksaan.
Kesalahan yang Perlu Diluruskan
- ❌ Menganggap adab makan hanya budaya Arab
- ❌ Meremehkan sunnah kecil
- ❌ Mengajarkan anak “yang penting kenyang”
Penutup
Makan dan minum adalah nikmat, dan adab adalah penjaganya. Tanpa adab, nikmat berubah menjadi lalai. Dengan adab, sesuap nasi menjadi jalan menuju surga.
Mukmin sejati dikenali bukan dari apa yang ia makan, tetapi bagaimana ia makan.
Post a Comment