Larangan Isbāl (Memanjangkan Pakaian di Bawah Mata Kaki karena Sombong)
Larangan Isbāl (Memanjangkan Pakaian di Bawah Mata Kaki karena Sombong)
Pendahuluan
Islam adalah agama yang menutup pintu kesombongan dari segala arah—baik dalam ucapan, sikap, maupun penampilan. Pakaian yang seharusnya menjadi penutup aurat dan perhiasan ketakwaan, jangan sampai berubah menjadi alat kesombongan.
Salah satu bentuk kesombongan yang dilarang keras oleh Rasulullah ﷺ adalah isbāl, yaitu memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki karena sombong.
Dalil Utama dari Sunnah Nabi ﷺ
Hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhumā
Teks Arab:
وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
« لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ »
Terjemah:
“Allah tidak akan melihat (dengan pandangan rahmat) kepada orang yang menyeret pakaiannya karena sombong.”
(Muttafaqun ‘alaih)
Riwayat:
- HR. al-Bukhari no. 5783
- HR. Muslim no. 2085
Makna Global Hadis
- “Tidak melihat”: bukan berarti Allah tidak melihat secara ilmu, tetapi tidak memberi rahmat, ridha, dan kemuliaan
- “Khuyalā’” (خُيَلَاءَ): kesombongan, merasa tinggi, ingin dipandang mulia oleh manusia
- Inti larangan: kesombongan, bukan sekadar panjang kain semata
Dalil-Dalil Pendukung dari Al-Qur’an
1. Larangan Kesombongan Secara Umum
Teks Arab:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Terjemah:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. Luqman: 18)
Kaitan:
- Isbāl dengan niat pamer adalah cabang dari sifat mukhtāl (sombong)
2. Larangan Berjalan dengan Kesombongan
Teks Arab:
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Terjemah:
“Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.”
(QS. Al-Isrā’: 37)
3. Perintah Bersikap Rendah Hati
Teks Arab:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
Terjemah:
“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.”
(QS. Al-Furqān: 63)
Hadis-Hadis Sunnah Pendukung tentang Isbāl
1. Ancaman Isbāl Tanpa Menyebut Niat
Teks Arab:
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النَّارِ
Terjemah:
“Apa saja yang berada di bawah mata kaki dari kain sarung, maka tempatnya di neraka.”
(HR. al-Bukhari no. 5787)
2. Hadis Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu
Teks Arab:
إِنَّ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أُتَعَاهَدَهُ
فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: « إِنَّكَ لَسْتَ مِمَّنْ يَفْعَلُهُ خُيَلَاءَ »
Terjemah:
Abu Bakar berkata: “Sesungguhnya sarungku sering melorot kecuali jika aku menjaganya.”
Maka Nabi ﷺ bersabda: “Engkau bukan termasuk orang yang melakukannya karena sombong.”
(HR. al-Bukhari)
Pelajaran penting:
- Niat sombong adalah kunci ancaman
- Tanpa kesombongan, hukumnya berbeda menurut ulama
Penjelasan dan Ulasan Para Ulama
1. Imam An-Nawawi رحمه الله
Dalam Syarh Shahih Muslim:
“Isbāl karena sombong adalah haram secara ijma’. Adapun tanpa kesombongan, maka hukumnya makruh menurut jumhur ulama.”
2. Ibnu Hajar Al-‘Asqalani رحمه الله
Dalam Fathul Bārī:
“Hadis yang membatasi larangan dengan kesombongan menjadi penjelas bagi hadis-hadis mutlak. Maka ancaman keras ditujukan bagi orang yang isbāl karena sombong.”
3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله
Beliau menjelaskan:
“Isbāl terbagi dua:
- Dengan kesombongan: haram dan dosa besar
- Tanpa kesombongan: dilarang namun tingkatannya di bawah yang pertama”
4. Syaikh Ibn ‘Utsaimin رحمه الله
Beliau berkata:
“Yang paling selamat adalah mengangkat pakaian di atas mata kaki. Itu lebih mendekati sunnah dan menjauhkan diri dari khilaf.”
Hikmah Larangan Isbāl
1. Menutup Pintu Kesombongan
- Pakaian sering menjadi simbol status
- Islam memotong akar kesombongan dari awal
2. Menjaga Kebersihan dan Kerapian
- Pakaian panjang mudah terkena najis
- Sunnah selalu sejalan dengan kebersihan
3. Pendidikan Tawadhu’
- Semakin tinggi iman, semakin sederhana penampilan
- Kemuliaan ada pada takwa, bukan mode
Kesalahan yang Perlu Diluruskan
- ❌ Menganggap isbāl hanya soal budaya
- ❌ Meremehkan sunnah dengan alasan “yang penting hati”
- ❌ Menghakimi tanpa memahami niat dan kondisi
Islam mengajarkan:
tegas dalam prinsip, lembut dalam dakwah
Sikap Bijak Seorang Mukmin
- Berusaha mengikuti sunnah secara lahir dan batin
- Menjaga niat dari kesombongan
- Tidak mencela, tidak merasa paling benar
Penutup
Isbāl bukan sekadar soal panjang kain, tetapi soal hati yang merasa tinggi. Dan tidak ada yang lebih berbahaya daripada hati yang sombong di hadapan Allah.
Siapa yang merendahkan diri karena Allah, Allah akan mengangkat derajatnya.
Post a Comment