Amalan Dzikir, Doa, Wirid, dan Tafakur: Jalan Menuju Kedekatan Allah
CERAMAH: “Amalan Dzikir, Doa, Wirid, dan Tafakur: Jalan Menuju Kedekatan Allah”
Pendahuluan
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Allah telah menganugerahi kita berbagai amalan dzikir, doa, dan wirid untuk menjaga hati tetap hadir di hadapan-Nya. Semua yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada umatnya adalah penyelamat dari kesalahan, penyebab kebaikan, dan jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Barang siapa meninggalkannya, akan menanggung akibat ketidaknyamanan hati dan terhalang dari apa yang dicintainya, karena sesungguhnya penyebabnya adalah diri sendiri.
1. Amalan Dzikir dan Wirid Setelah Shalat
Rasulullah ﷺ telah mengajarkan doa dan dzikir setelah shalat, sebagai amalan penuh berkah dan perlindungan.
Doa yang dianjurkan:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
(Allahumma a’inniy ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika)
Artinya:
"Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Selain itu, dianjurkan membaca:
- Tasbih 33 kali: SubhanaAllah
- Takbir 33 kali: Allahu Akbar
- Tahmid 33 kali: Alhamdulillah
- Laa ilaaha illaLlah wahdahu laa syariikaLah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir
Komentar ulama:
- Wirid ini menjaga hati tetap hadir, membersihkan hati dari lalai.
- Menjadikan dzikir kebiasaan konsisten di setiap waktu, baik pagi, sore, maupun menjelang tidur.
2. Shalawat kepada Nabi ﷺ
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(QS. Al-Ahzab: 56)
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya (Nabi ﷺ) dan ucapkanlah salam dengan sebenar-benarnya."
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
Komentar ulama:
- Shalawat adalah washilah/ perantara yang menghubungkan kita dengan Nabi ﷺ.
- Membaca shalawat secara rutin di malam Jumat dan siang hari meningkatkan cinta dan kedekatan dengan Rasulullah ﷺ.
3. Tafakur (Renungan)
Tafakur adalah pelita hati orang mukmin, puncak dari ibadah batin.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bertafakurlah kamu sekalian tentang ayat-ayat Allah dan tanda-tanda-Nya, janganlah bertafakur tentang dzat Allah secara kaifiyah (bagaimana-Nya).”
Komentar:
- Tafakur bukan sekadar berpikir biasa, tetapi merenungi ciptaan Allah, keajaiban alam, dan takdir-Nya.
- Tafakur yang baik membuahkan:
- Penuh rasa syukur dan cinta kepada Allah
- Kesadaran akan kelemahan diri dan dorongan untuk taat kepada Allah
- Sifat zuhud terhadap dunia dan cinta akhirat
4. Dalil-dalil Al-Qur’an Tentang Tafakur
- Merenungi ciptaan diri dan alam semesta:
وَانظُرُوا إِلَى مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
(QS. Al-Jatsiyah: 13)
Artinya:
"Dan lihatlah apa yang ada di langit dan di bumi."
- Tanda-tanda kekuasaan Allah di bumi:
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ
(QS. Adz-Dzariyat: 20)
- Kehidupan dunia sementara, akhirat kekal:
وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا
Komentar:
- Tafakur mengarahkan hati untuk tidak tertipu oleh kenikmatan dunia
- Menumbuhkan kesadaran akan kematian dan kembalinya manusia kepada Allah
5. Tafakur tentang Kematian dan Akhirat
Allah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ (QS. Ali Imran: 185)
وَلَا يَظُنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ يُفْلِحُونَ
Komentar:
- Merenungi kematian menumbuhkan keseriusan dalam beramal.
- Membiasakan tafakur akan akhlak dan amal orang shaleh menjadi motivasi untuk meneladani mereka.
6. Tafakur Menjadi Amal Nyata
- Menghadirkan hati saat beribadah → mendekatkan diri kepada Allah.
- Menyadari pengawasan Allah → menimbulkan rasa malu jika melanggar larangan-Nya.
- Menghargai nikmat Allah → hati penuh syukur, lahir dan batin.
- Merenungi kehidupan dunia → melahirkan sifat zuhud dan cinta akhirat.
7. Prinsip Praktis
- Jadikan dzikir dan wirid kebiasaan tetap, baik dalam keadaan sibuk maupun santai.
- Bertafakur secara rutin dan teratur, di waktu paling tenang seperti tengah malam atau pagi hari.
- Perhatikan keseimbangan antara amal lahir dan hadirnya hati.
- Tekun dan konsisten → membuka nuurul qurbi (cahaya kedekatan) dan ilmu ma’rifat.
Kesimpulan
Saudaraku, inti dari Fasal 8 adalah:
- Dzikir, wirid, shalawat, dan doa adalah amalan rutin yang menyelamatkan hati.
- Tafakur adalah pelita hati, menumbuhkan kesadaran, syukur, dan cinta Allah.
- Amal lahir yang disiplin dan hadirnya hati adalah jalan menuju fana dalam dzikir dan kedekatan total kepada Allah.
- Konsistensi dan kesungguhan adalah kunci agar hati selalu hadir di hadirat Allah SubhanaHu wa Ta’ala.
Post a Comment