BERBUAT KEBAIKAN (AL-IHSÂN): JALAN MENUJU SURGA DAN RIDHA ALLAH
MATERI CERAMAH TAZKIYATUN NAFS
BERBUAT KEBAIKAN (AL-IHSÂN): JALAN MENUJU SURGA DAN RIDHA ALLAH
I. MUQADDIMAH (PEMBUKAAN MENYENTUH HATI)
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah ﷻ yang membuka pintu-pintu kebaikan seluas-luasnya, yang menjadikan ihsân sebagai jalan menuju surga-Nya, dan yang menjanjikan balasan yang tak pernah terlintas dalam hati manusia.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, manusia paling baik akhlaknya, paling sempurna ibadahnya, dan paling agung ihsân-nya kepada Allah dan sesama.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Dunia ini adalah ladang amal.
Setiap detik adalah kesempatan berbuat baik.
Dan setiap kebaikan, sekecil apa pun, tidak pernah sia-sia di sisi Allah.
II. MAKNA BERBUAT BAIK (AL-IHSÂN) DALAM AL-QUR’AN
Allah ﷻ berfirman:
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(QS. Yūnus: 26)
Artinya:
“Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”
Penjelasan Ulama
- Imam Ibnu Katsîr رحمه الله:
Al-husnā adalah surga, sedangkan az-ziyādah adalah nikmat terbesar: melihat wajah Allah. - Imam ath-Thabari رحمه الله:
Kata ziyādah bersifat umum, mencakup segala tambahan nikmat: ridha Allah, ampunan, dan kenikmatan yang tak terbayangkan.
III. DEFINISI AL-IHSÂN MENURUT RASULULLAH ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda dalam Hadits Jibril:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya:
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Ulasan Ulama
- Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbād:
Ihsân melahirkan khasy-yah (takut yang penuh cinta) dan inābah (kembali total kepada Allah). - Imam an-Nawawi:
Ihsân adalah tingkatan iman tertinggi, yang menghidupkan hati dan memurnikan amal.
IV. ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK
Allah ﷻ berfirman:
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(QS. Al-Baqarah: 195)
Artinya:
“Berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
Allah juga berfirman:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
(QS. An-Nahl: 128)
Artinya:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Makna “Allah Bersama Mereka”
Menurut Imam Ibnul Qayyim, kebersamaan Allah mencakup:
- Pertolongan
- Perlindungan
- Bimbingan
- Ketenangan jiwa
V. HIDUP ADALAH UJIAN: SIAPA YANG PALING BAIK AMALNYA
Allah ﷻ berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
(QS. Al-Mulk: 2)
Artinya:
“Dia menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.”
Tafsir Ulama
- Fudhail bin ‘Iyadh:
“Bukan yang paling banyak amalnya, tapi yang paling ikhlas dan paling sesuai sunnah.”
VI. BALASAN KEBAIKAN ADALAH KEBAIKAN
Allah ﷻ berfirman:
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
(QS. Ar-Rahmān: 60)
Artinya:
“Tidak ada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan (pula).”
Renungan
Setiap:
- Sedekah yang tersembunyi
- Air mata taubat
- Sabar yang dipendam
- Kebaikan yang tak dihargai manusia
semuanya dicatat dan dibalas oleh Allah.
VII. NIKMAT TERBESAR: MELIHAT WAJAH ALLAH
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ
(HR. Muslim)
Artinya:
“Allah membuka tabir, dan tidak ada kenikmatan yang lebih mereka cintai daripada melihat Rabb mereka.”
Komentar Ulama
- Imam Ibnu Taimiyyah:
Melihat wajah Allah adalah puncak kenikmatan surga. - Imam Ahmad:
Barangsiapa mengingkari ru’yatullah, maka ia telah mengurangi keagungan surga.
VIII. WAJAH ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK
Allah ﷻ berfirman:
فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا
(QS. Al-Insān: 11)
Artinya:
“Allah menjaga mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kecerahan wajah dan kegembiraan.”
Bandingan dengan Ahli Maksiat
كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا
(QS. Yūnus: 27)
IX. PENUTUP & SERUAN TAUBAT
Hadirin yang dirahmati Allah…
Mari bertanya pada diri kita:
- Sudahkah kita berbuat baik dengan ikhlas?
- Sudahkah kita memaafkan sebelum diminta?
- Sudahkah kita menolong tanpa berharap balasan manusia?
Jangan tunda kebaikan.
Karena kita tidak tahu, amal mana yang mengantarkan kita ke surga.
DOA PENUTUP
Allāhummaj‘alnā minal muhsinīn, waj‘al ‘āqibatanā khairā, warzuqnā an-nazhara ilā wajhikal karīm.
Aamiin.
Post a Comment