MENCELA SIFAT BAKHIL DAN PENAKUT
MENCELA SIFAT BAKHIL DAN PENAKUT
Penyakit Hati yang Membinasakan dan Penghalang Taqwa
Mukadimah
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn,
segala puji bagi Allah yang memerintahkan keadilan, kedermawanan, dan keberanian dalam kebenaran; serta mencela kekikiran, kezhaliman, dan ketakutan yang melahirkan dosa.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, manusia paling dermawan, paling berani membela kebenaran, dan paling bersih hatinya dari sifat bakhil dan penakut.
Jamaah rahimakumullāh,
dalam Tazkiyatun Nafs, para ulama menegaskan bahwa bakhil (kikir) dan jubn (penakut) adalah penyakit hati yang menghancurkan iman, merusak amal, dan membinasakan umat.
Bagian 1: Perintah Bertakwa dan Ancaman Kekikiran
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian; dengarlah dan taatlah; dan infakkanlah (harta) yang baik untuk diri kalian. Dan barang siapa dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. At-Taghābun: 16)
Komentar Ulama
- Ibnu Katsir: “Syuhh (kikir) adalah penyakit jiwa yang paling berbahaya, karena mencegah ketaatan dan mendorong kezhaliman.”
- Al-Qurthubi: “Keberuntungan sejati adalah keselamatan dari sifat kikir.”
Bagian 2: Hakikat Sifat Bakhil
Makna Bakhil
Bakhil bukan hanya:
- tidak mau sedekah, tetapi juga:
- menahan zakat,
- pelit kepada keluarga,
- enggan menolong kerabat,
- berat mengeluarkan harta di jalan Allah.
Imam Al-Ghazali berkata:
“Bakhil adalah kecintaan berlebihan kepada dunia yang menutup pintu akhirat.”
(Ihyā’ ‘Ulūmiddīn)
Bagian 3: Zakat Membersihkan Jiwa
Allah Ta‘ālā berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah zakat dari harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)
Penjelasan Ulama
- Ibnu Taimiyah: “Zakat menyucikan harta dari hak orang lain dan menyucikan jiwa dari bakhil.”
Bagian 4: Hadis tentang Bahaya Kekikiran
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ
“Berhati-hatilah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari Kiamat. Dan berhati-hatilah terhadap sifat kikir, karena sifat kikir itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Kekikiran mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan yang haram.”
(HR. Muslim)
Ulasan Ulama
- Imam Nawawi: “Syuhh adalah pendorong terbesar kezhaliman sosial dan kehancuran umat.”
Bagian 5: Kedzaliman dan Akibatnya di Akhirat
Hadis Qudsi
Allah berfirman:
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”
(HR. Muslim)
Penjelasan
- Allah Maha Adil dalam perkataan, perbuatan, dan balasan-Nya.
- Tidak ada kezaliman yang luput dari perhitungan Allah.
Bagian 6: Hak Orang yang Dizalimi
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ...
“Barang siapa memiliki kezaliman kepada saudaranya, baik kehormatan atau harta, hendaklah ia meminta kehalalan darinya hari ini…”
(HR. Bukhari)
Makna
- Di akhirat tidak ada dinar dan dirham.
- Pembayaran dilakukan dengan pahala dan dosa.
Bagian 7: Doa Orang yang Dizalimi
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Takutlah kepada doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doa itu dan Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bagian 8: Puasa sebagai Sarana Tazkiyatun Nafs
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa melatih:
- menundukkan syahwat,
- mengalahkan bakhil,
- mengikis sifat penakut.
Bagian 9: Keutamaan Puasa
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dan sabdanya:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ
“Di surga ada pintu bernama Ar-Rayyan, khusus bagi orang-orang yang berpuasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Jamaah rahimakumullāh,
bakhil dan penakut adalah dua penyakit yang:
- mematikan iman,
- mengundang kezaliman,
- menghalangi surga.
Mari kita bersihkan jiwa dengan:
- zakat,
- sedekah,
- keberanian dalam kebenaran,
- puasa dan taqwa.
Doa Penutup
Ya Allah, bersihkan hati kami dari bakhil dan ketakutan,
hiasi jiwa kami dengan kedermawanan dan keberanian,
dan wafatkan kami dalam keadaan bertakwa.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment