Berjihad di Jalan Allah: Antara Kesungguhan Iman dan Kematangan Akhlak

Zuhud & Kelembutan Hati

Berjihad di Jalan Allah: Antara Kesungguhan Iman dan Kematangan Akhlak

Catatan penting: Materi ini disusun dalam kerangka ilmu, tazkiyatun nafs, dan fikih jihad Ahlus Sunnah, bukan provokasi kekerasan. Penjelasan jihad ditempatkan sesuai Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan ulama mu‘tabar, dengan penekanan pada aturan, tujuan, dan hikmahnya.


Pendahuluan: Jihad sebagai Puncak Kesungguhan Iman

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Islam bukan agama yang lemah, namun juga bukan agama yang brutal. Islam adalah agama keadilan, hikmah, dan kasih sayang, dan jihad merupakan bagian dari syariatnya yang paling agung, namun juga paling sering disalahpahami.

Para ulama menyebut:

“Jihad adalah puncak bangunan Islam (ذروة سنام الإسلام).”
Namun puncak ini tidak bisa dicapai kecuali dengan ilmu, akhlak, dan ketaatan kepada syariat.


1. Kedudukan Jihad dalam Islam

Dalil Al-Qur’an

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ

“Diwajibkan atas kalian berperang, padahal itu kalian benci.”
(QS. Al-Baqarah: 216)

Komentar Ulama

  • Ibn Katsir رحمه الله:
    “Ayat ini menunjukkan bahwa jihad adalah kewajiban syariat meski berat bagi jiwa, karena maslahatnya jauh lebih besar.”

2. Jihad dalam Sunnah Nabi ﷺ

Hadis

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِالْغَزْوِ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

“Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan belum pernah berjihad dan tidak pernah berniat untuk berjihad, maka ia mati di atas satu cabang kemunafikan.”
(HR. Muslim)

Penjelasan Ulama

  • Imam An-Nawawi رحمه الله:
    “Maksudnya adalah nifaq amali, yaitu menyerupai perbuatan orang munafik, bukan nifaq i‘tiqadi yang mengeluarkan dari Islam.”

3. Definisi Jihad Menurut Para Ulama

Makna Bahasa

Jihad berasal dari kata جَهَدَ yang berarti mengerahkan seluruh kemampuan dan kesungguhan.

Makna Syar‘i

Tidak terbatas pada perang fisik.

Penjelasan Ibnul Qayyim رحمه الله

“Jihad itu ada empat: jihad melawan nafsu, jihad melawan setan, jihad melawan orang kafir, dan jihad melawan orang fasik.”
(Zaadul Ma‘ad)


4. Macam-Macam Jihad

1️⃣ Jihad Melawan Diri (Jihadun Nafs)

Meliputi:

  • belajar agama,
  • mengamalkannya,
  • mengajarkannya.

📌 Ini adalah jihad pertama dan paling wajib.

2️⃣ Jihad Melawan Setan

Menolak:

  • syubhat (kerancuan pemikiran),
  • syahwat (dorongan maksiat).

3️⃣ Jihad Melawan Orang Kafir

Dengan:

  • hati,
  • lisan,
  • harta,
  • fisik (dengan syarat-syarat syar‘i).

4️⃣ Jihad Melawan Kefasikan

Yaitu amar ma‘ruf nahi munkar sesuai kemampuan.


5. Hukum Jihad dalam Islam

Hukum Asal: Fardhu Kifayah

Jika telah ada yang melaksanakannya, gugur dari yang lain.

Dalil Al-Qur’an

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman jiwa dan harta mereka dengan surga.”
(QS. At-Taubah: 111)

Komentar Ulama

  • Al-Qurthubi رحمه الله:
    “Ayat ini adalah dalil keutamaan jihad dan besarnya ganjarannya.”

6. Kapan Jihad Menjadi Fardhu ‘Ain

Jihad menjadi wajib bagi setiap individu dalam kondisi:

  1. Saat berada di medan perang
  2. Jika negeri diserang musuh
  3. Jika dibutuhkan secara khusus
  4. Jika ditunjuk oleh imam/pemimpin

Dalil Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ

“Wahai orang-orang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kalian: berangkatlah di jalan Allah, kalian merasa berat?”
(QS. At-Taubah: 38)


7. Jihad Harus dengan Aturan

Prinsip Penting

  • Jihad tidak boleh serampangan
  • Harus di bawah kepemimpinan yang sah
  • Harus didahului dakwah
  • Tidak boleh melanggar syariat

Dalil Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda kepada pasukan:

ادْعُوهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ قَبْلَ الْقِتَالِ

“Ajaklah mereka kepada Islam sebelum memerangi mereka.”
(HR. Muslim)

Komentar Ibnu Taimiyah

“Jihad dibangun di atas keadilan dan rahmat, bukan kezaliman dan kebrutalan.”
(Majmu‘ Fatawa)


8. Tujuan Mulia Jihad

1️⃣ Menegakkan Tauhid

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

“Perangilah mereka hingga tidak ada fitnah dan agama hanya untuk Allah.”
(QS. Al-Anfal: 39)

2️⃣ Menghilangkan Kezaliman

Bukan untuk balas dendam atau ambisi dunia.


9. Hubungan Jihad, Zuhud, dan Kelembutan Hati

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Jihad tanpa zuhud akan melahirkan ambisi.
Jihad tanpa kelembutan hati akan melahirkan kebrutalan.
Dan zuhud tanpa jihad akan melahirkan kelemahan iman.

Para sahabat:

  • zuhud dalam dunia,
  • lembut kepada sesama mukmin,
  • tegas terhadap kezaliman.

Penutup

Jihad adalah ibadah besar, tetapi:

  • tidak sah tanpa ilmu,
  • tidak benar tanpa akhlak,
  • tidak diterima tanpa keikhlasan.

Doa

Ya Allah, ajarkan kami berjihad melawan hawa nafsu kami, menegakkan kebenaran dengan hikmah, dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.



Tidak ada komentar