Hikmah Besar di Balik Pembagian Ghanimah Hunain
📌 CERAMAH LENGKAP — “Hikmah Besar di Balik Pembagian Ghanimah Hunain”
(Lengkap dalil, teks Arab–terjemahan, ulasan ulama, retorika siap ceramah)
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah, Rabb yang Maha Bijaksana dalam setiap takdir-Nya. Selawat serta salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, sang pemimpin para mujahidin, sang pembimbing para penolong agama—kaum Anshar dan kaum Muhajirin—semoga Allah meridhai mereka seluruhnya.
Hari ini kita akan memasuki salah satu episode sangat agung dalam sirah:
Peristiwa pembagian ghanimah Hunain dan dialog Nabi ﷺ dengan kaum Anshar, sebuah momen yang menggetarkan hati, membuka pintu hikmah, dan memperlihatkan bagaimana wahyu mendidik umat dengan kelembutan luar biasa.
Ceramah ini akan membawa kita menyelami hikmah tersebut dengan dalil Al-Qur’an dan Sunnah serta penjelasan para ulama.
🕌 **BAGIAN 1
Konteks Perang Hunain**
Setelah Fathu Makkah, dua kabilah besar—Hawazin dan Tsaqif—berkumpul memerangi kaum Muslimin. Umat Islam yang baru merasakan kemenangan besar merasa jumlahnya cukup banyak hingga muncul perasaan ujub pada sebagian mereka.
Lalu Allah menurunkan pelajaran melalui kekalahan sesaat di awal perang Hunain.
Dalil Al-Qur’an
QS. At-Taubah 9:25–26
النَّبِيُّ ﷺ وَمَعَارِكُ حُنَيْنٍ
﴿ لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ﴾
“Sesungguhnya Allah telah menolong kalian di banyak medan perang, dan pada hari Hunain, ketika jumlah kalian merasa banyak lalu membuat kalian bangga, namun jumlah itu tidak memberi manfaat sedikitpun bagi kalian, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagi kalian, lalu kalian berpaling lari.”
﴿ ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ ... ﴾
“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kaum Mukmin, lalu Allah menurunkan bala tentara yang kalian tidak melihatnya…”
TAFSIR ULAMA
• Ibn Katsir: Pelajaran terbesar adalah bahwa kemenangan bukan karena banyaknya jumlah, tapi karena pertolongan Allah.
• Al-Qurthubi: Allah mengajar umat agar tidak bersandar pada kemampuan makhluk.
🕌 **BAGIAN 2
Rasulullah ﷺ Menunda Pembagian Ghanimah**
Setelah peperangan, ghanimah disimpan di Ji’ranah. Nabi ﷺ tidak langsung membaginya, berharap kabilah Hawazin sadar dan datang memeluk Islam. Ini menunjukkan hikmah kepemimpinan dan pengharapan hidayah bagi manusia.
🕌 **BAGIAN 3
Pembagian Ghanimah & Terpicunya Rasa Cemburu Kaum Anshar**
Rasulullah ﷺ memberikan ghanimah kepada orang-orang yang baru masuk Islam untuk menguatkan hati mereka.
Dalil dari Hadis
Hadis An-Nasa’i & al-Bukhari
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«إِنِّي أُعْطِي رِجَالًا حَدِيثُو عَهْدٍ بِكُفْرٍ»
“Aku memberikan (ghanimah) kepada orang-orang yang baru saja meninggalkan kekufuran.”
PENJELASAN ULAMA
• Ibnul Qayyim: Ini adalah bentuk ta’līf al-qulūb (melembutkan hati), yang dibolehkan bahkan dianjurkan pada kondisi dakwah tertentu.
• Al-Mawardi: Imam boleh memberikan harta negara kepada pihak yang perlu dilunakkan hatinya demi maslahat umum.
Namun… kaum Anshar tidak mendapat bagian. Sebagian anak muda mereka merasa tersisihkan, lalu ucapan itu terdengar oleh Rasulullah ﷺ.
🕌 **BAGIAN 4
Dialog Agung Nabi ﷺ Dengan Kaum Anshar**
(Inti ceramah – sangat menyentuh hati)
Rasulullah ﷺ mengumpulkan kaum Anshar secara khusus. Ini menunjukkan penghormatan luar biasa.
Kemudian beliau bersabda:
Hadis Shahih Bukhari–Muslim
يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ…
«يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ، مَا بَالُ حَدِيثٍ بَلَغَنِي عَنْكُمْ؟»
“Wahai kaum Anshar… pembicaraan apa yang sampai kepadaku dari kalian?”
Mereka terdiam. Rasanya tertuduh, malu, dan takut menyakiti Nabi ﷺ.
Lalu beliau melanjutkan:
خير لكم من الدنيا
«أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالدُّنْيَا، وَتَذْهَبُونَ بِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِلَى رِحَالِكُمْ؟»
“Apakah kalian tidak rela orang-orang pergi membawa dunia, sementara kalian pulang membawa Rasulullah ke rumah kalian?”
Mereka menjawab:
رَضِينَا
«بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ… رَضِينَا»
“Tentu wahai Rasulullah… kami rela…”
Maka Nabi ﷺ bersabda:
الأنصار شعاري
«الْأَنْصَارُ شِعَارٌ، وَالنَّاسُ دِثَارٌ»
“Kaum Anshar itu ibarat pakaian yang menempel pada tubuhku, sementara manusia yang lain hanyalah selimut.”
Hadis Bukhari
«وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِيًا، وَسَلَكَتِ الْأَنْصَارُ شِعْبًا، لَسَلَكْتُ شِعْبَ الْأَنْصَارِ»
“Jika seluruh manusia menempuh satu lembah, dan kaum Anshar menempuh lembah yang lain, niscaya aku akan menempuh lembah kaum Anshar.”
ULASAN ULAMA
• Al-Hafizh Ibn Hajar: Ini adalah puncak pujian Nabi kepada satu golongan umat.
• Imam Nawawi: Hadis ini menunjukkan kecintaan khusus Nabi kepada Anshar yang tidak dimiliki oleh kaum lainnya.
Air mata kaum Anshar mengalir—membasahi jenggot mereka—tanda mereka menyadari betapa agungnya keutamaan itu.
🕌 **BAGIAN 5
Ketika Orang Arab Badui Menghina Pembagian Nabi ﷺ**
Seorang Arab Badui berkata:
Ungkapan lancang
«يَا مُحَمَّدُ، اعْدِلْ!»
“Wahai Muhammad, berlaku adillah!”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadis Bukhari-Muslim
«وَيْلَكَ، وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ؟!»
“Celakalah engkau! Siapa lagi yang bisa adil jika aku tidak adil?!”
Umar bin Khattab memohon izin untuk membunuh orang itu, namun Nabi menolak.
Sebabnya Nabi ﷺ Menolak
«مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ يَتَحَدَّثَ النَّاسُ أَنِّي أَقْتُلُ أَصْحَابِي»
“Aku berlindung kepada Allah dari ucapan manusia bahwa aku membunuh para sahabatku.”
ULAMA MENJELASKAN
• Ibn Taymiyyah: Nabi ﷺ menolak bukan karena orang itu benar, tapi untuk mencegah fitnah dan kerusakan lebih besar.
• Ibnul Qayyim: Kaidah ini disebut dar’ul mafasid—menghindari mudarat yang lebih besar.
🕌 **BAGIAN 6
Utusan Hawazin Datang Memohon Pengembalian Tawanan**
Setelah ghanimah selesai dibagi, barulah utusan Hawazin datang bertaubat dan memohon agar tawanan mereka dikembalikan.
Nabi ﷺ bermusyawarah dengan para sahabat dan memberi dua pilihan:
- Mengembalikan tawanan dengan ikhlas, tanpa ganti
- Atau mengembalikan dengan menerima kompensasi
Semua sahabat memilih ikhlas, kecuali dua orang yang memilih kompensasi.
Ini menunjukkan musyawarah, rahmat, dan keadilan Islam.
🕌 **BAGIAN 7
Pelajaran Besar dari Peristiwa Ini**
1. Bolehnya memberikan harta ghanimah kepada muallaf atau orang kafir demi maslahat
Dalil hadits:
«إِنِّي أُعْطِي رِجَالًا حَدِيثُو عَهْدٍ بِكُفْرٍ»
Para ulama sepakat bahwa imam boleh mengatur harta demi menjaga stabilitas umat.
2. Kelembutan Rasulullah ﷺ kepada Anshar
Beliau tidak memarahi mereka, tetapi menasihati dengan bahasa hati.
3. Kaum Anshar adalah golongan terbaik dalam sejarah umat
Kemuliaan mereka diakui langsung oleh Rasulullah ﷺ.
**4. Kaidah Besar Dakwah:
“Tidak semua orang diperlakukan sama.”**
Orang yang kuat imannya tidak selalu diberi harta.
Orang yang baru masuk Islam justru diberi agar hatinya kokoh.
5. Kaidah Fiqih: Menghindari fitnah lebih utama
Nabi ﷺ menolak membunuh orang yang lancang itu demi menjaga Islam dari fitnah.
6. Pentingnya musyawarah dalam urusan umat
Rasulullah ﷺ selalu bermusyawarah, meskipun wahyu turun kepadanya.
7. Sikap Anshar: Rela terhadap keputusan Rasulullah ﷺ
Akhirnya mereka berkata:
رَضِينَا بِرَسُولِ اللَّهِ قَسْمًا وَحَظًّا
“Kami rela Rasulullah sebagai bagian kami.”
🕌 Penutup Ceramah
Wahai saudara-saudara, peristiwa Hunain bukan sejarah biasa. Ini adalah cermin akhlak Rasulullah ﷺ, kepemimpinan beliau, ilmu beliau, dan kecintaan beliau kepada umat.
Semoga Allah membangkitkan kita bersama Nabi ﷺ dan bersama kaum Anshar yang dicintai Nabi.
Post a Comment