HUSNUZH-ZHAN (BERBAIK SANGKA)
HUSNUZH-ZHAN (BERBAIK SANGKA)
Pilar Tazkiyatun Nafs dan Penjaga Ukhuwah Islamiyah
Pendahuluan
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn,
segala puji bagi Allah yang menyucikan hati orang-orang beriman dengan akhlak yang mulia, dan mengotori hati orang-orang lalai dengan prasangka yang buruk.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan akhlak paling agung, yang lisannya bersih, hatinya jernih, dan prasangkanya penuh kebaikan.
Jamaah rahimakumullāh,
di antara penyakit hati yang paling halus namun paling merusak dalam tazkiyatun nafs adalah su’uzh-zhan (buruk sangka).
Sebaliknya, salah satu akhlak hati yang paling menenangkan jiwa dan menguatkan ukhuwah adalah husnuzh-zhan (baik sangka).
Bagian 1: Pengertian Husnuzh-Zhan
Makna Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, husn berarti baik, indah, dan bagus.
Zhann berarti sangkaan atau dugaan.
Secara istilah syar’i:
Husnuzh-zhan adalah kecenderungan hati untuk menafsirkan ucapan, perbuatan, dan keadaan seorang muslim dengan makna yang baik selama masih memungkinkan.
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata:
“Husnuzh-zhan adalah keadaan hati yang condong kepada kebaikan dan menutup pintu keburukan terhadap saudaramu.”
(Ihya’ ‘Ulumuddin)
Bagian 2: Husnuzh-Zhan sebagai Fondasi Ukhuwah
Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara dua saudaramu.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Ulasan Ulama
- Imam Ibnu Katsir: “Allah menetapkan persaudaraan iman lebih kuat dari persaudaraan nasab.”
- Ukhuwah tidak akan bertahan tanpa husnuzh-zhan, karena prasangka adalah pintu perpecahan.
Bagian 3: Perintah Tabayyun dan Larangan Gegabah
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.”
(QS. Al-Hujurat: 6)
Penjelasan Ulama
- Ath-Thabari: “Ayat ini adalah dasar haramnya tergesa-gesa dalam menilai manusia.”
- Tabayyun adalah praktik nyata husnuzh-zhan dalam kehidupan sosial.
Bagian 4: Larangan Su’uzh-Zhan (Buruk Sangka)
Allah Ta‘ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Komentar Ulama
- Imam Al-Qurthubi: “Yang dimaksud adalah prasangka buruk tanpa dasar yang jelas.”
- Prasangka buruk adalah dosa hati yang sering diremehkan.
Bagian 5: Hadis Nabi ﷺ tentang Prasangka
1. Prasangka adalah Dusta Terbesar
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
“Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi menjelaskan:
“Prasangka tanpa bukti adalah awal dari ghibah dan fitnah.”
2. Rantai Keburukan dari Dusta
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ… وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ
“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga… dan jauhilah dusta.”
(HR. Bukhari)
👉 Su’uzh-zhan menumbuhkan dusta, dusta melahirkan dosa-dosa lanjutan.
Bagian 6: Dampak dan Kerugian Su’uzh-Zhan
1. Mendapat Dosa
Karena menilai tanpa ilmu dan bukti.
2. Merusak Hati
Melahirkan:
- ghibah
- hasad
- kebencian
- permusuhan
3. Merusak Ukhuwah
Ibnu Taimiyah berkata:
“Mayoritas kerusakan hubungan manusia berasal dari prasangka buruk.”
Bagian 7: Keutamaan dan Manfaat Husnuzh-Zhan
- Menjaga persaudaraan
- Menenangkan jiwa
- Menghindarkan iri dan dengki
- Menguatkan iman
- Memperbanyak pahala hati
Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:
“Husnuzh-zhan adalah ketenangan hati, sedangkan su’uzh-zhan adalah siksaan jiwa.”
Bagian 8: Nasihat Umar bin Khattab r.a.
Umar r.a. berkata:
لَا تَظُنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنْ أَخِيكَ الْمُؤْمِنِ إِلَّا خَيْرًا
“Jangan sekali-kali kamu berprasangka buruk terhadap ucapan saudaramu yang beriman, selama masih mungkin ditafsirkan dengan kebaikan.”
Ini adalah manhaj salaf dalam menjaga hati.
Bagian 9: Cara Melatih Husnuzh-Zhan
- Menyibukkan diri dengan memperbaiki diri
- Mengingat aib sendiri
- Memperbanyak doa dan istighfar
- Menghindari gosip
- Menguatkan ukhuwah
Penutup dan Doa
Jamaah rahimakumullāh,
husnuzh-zhan bukan berarti naif,
tetapi bersihnya hati dan jernihnya iman.
Mari kita berdoa:
Ya Allah, bersihkan hati kami dari prasangka buruk,
hiasi jiwa kami dengan husnuzh-zhan,
satukan hati kaum muslimin,
dan wafatkan kami dalam keadaan hati yang Engkau ridai.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment