Iri Dengki (Hasad) dalam Pandangan Islam

Iri Dengki (Hasad) dalam Pandangan Islam

Muqaddimah

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah menciptakan manusia dengan kesempurnaan akal dan kelembutan hati. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muḥammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Hadirin jamaah rahimakumullāh,
Di antara nikmat besar yang Allah anugerahkan kepada manusia adalah hati (qalb). Hati inilah pusat baik dan buruknya akhlak seseorang. Bila hatinya bersih, maka lisannya lembut, perbuatannya baik, dan hidupnya penuh berkah. Namun bila hatinya kotor, maka rusak pula akhlak dan amal perbuatannya.

Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dan sering luput dari perhatian adalah iri dengki atau hasad.


Pengertian Iri Dengki (Hasad)

Secara bahasa, hasad (الحسد) berarti mengharap hilangnya nikmat orang lain, baik nikmat tersebut berpindah kepada dirinya ataupun tidak.

Menurut para ulama akhlak:

Hasad adalah ketidaksenangan hati terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain, disertai keinginan agar nikmat itu lenyap.

Imam Al-Ghazālī رحمه الله menjelaskan dalam Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn:

“Hakikat hasad adalah kebencian terhadap nikmat Allah yang tampak pada hamba-Nya, padahal Allah Maha Bijaksana dalam membagi karunia-Nya.”


Larangan Iri Dengki dalam Al-Qur’an

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan tegas melarang sifat iri dengki, sebagaimana firman-Nya:

Dalil Al-Qur’an

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya:
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An-Nisā’ [4]: 32)

Penjelasan Ulama

Imam Ibnu Katsīr رحمه الله menjelaskan:

“Ayat ini melarang seseorang berangan-angan agar nikmat orang lain hilang. Karena pembagian rezeki adalah ketentuan Allah yang penuh hikmah.”


Bahaya Hasad Menurut Sunnah Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ sangat keras memperingatkan umatnya dari penyakit hasad karena dampaknya yang menghancurkan amal.

Dalil Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Artinya:
“Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dāwud)

Ulasan Ulama

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

“Hasad tidak hanya berdosa, tetapi juga menghancurkan pahala amal yang telah susah payah dikumpulkan.”


Iri yang Diperbolehkan (Ghibthah)

Islam adalah agama yang adil dan seimbang. Tidak semua rasa iri dilarang. Ada iri yang diperbolehkan, bahkan dianjurkan, yaitu ghibthah (ingin meniru kebaikan tanpa berharap nikmat orang lain hilang).

Dalil Hadis

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

Artinya:
“Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang: seseorang yang diberi Allah harta lalu ia infakkan di jalan kebenaran, dan seseorang yang diberi Allah ilmu dan hikmah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Penjelasan

Para ulama pesantren menjelaskan:

“Yang dimaksud iri di sini bukan hasad, melainkan ghibthah, yaitu keinginan untuk mendapatkan kebaikan yang sama tanpa menghilangkan nikmat orang lain.”


Hasad sebagai Penyakit Hati yang Merusak Ukhuwah

Hadirin rahimakumullāh,
Orang yang hasad:

  • Tidak tenang melihat kebahagiaan orang lain
  • Senang melihat penderitaan saudaranya
  • Mudah memfitnah, ghibah, dan memecah persaudaraan

Imam Al-Hasan Al-Baṣrī رحمه الله berkata:

“Aku tidak melihat orang zalim yang lebih menyerupai orang terzalimi selain orang hasad, karena ia selalu sedih tanpa sebab.”


Cara Mengobati Penyakit Iri Dengki

Para ulama ahlussunnah wal jama‘ah memberikan beberapa obat hati, di antaranya:

  1. Ridha terhadap takdir Allah
  2. Memperbanyak syukur
  3. Mendoakan keberkahan bagi orang lain

Dalil Hadis

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ مِنْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ، فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ

Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari dirinya, hartanya, atau saudaranya, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan.”
(HR. Abu Ya‘lā)


Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Hasad adalah api dalam dada yang membakar pelakunya sebelum membakar orang lain. Maka mari kita jaga hati kita, bersihkan dengan dzikir, Al-Qur’an, dan akhlak mulia.

Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā membersihkan hati kita dari iri dengki, menumbuhkan sifat qana‘ah dan syukur, serta mengumpulkan kita bersama orang-orang yang berhati bersih.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



Tidak ada komentar