KHUSYUK DALAM SHALAT Seruan Hati bagi Jiwa-Jiwa yang Lalai
KHUSYUK DALAM SHALAT
Seruan Hati bagi Jiwa-Jiwa yang Lalai
PEMBUKAAN (±10 MENIT)
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah,
Yang memanggil kita lima kali sehari,
namun sering kali… kita datang tanpa hati.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
manusia yang jika berdiri shalat,
dadanya terdengar seperti air mendidih karena takut kepada Allah.
Saudara-saudaraku…
Aku bertanya kepadamu—
bukan untuk menjatuhkanmu,
tapi untuk menyelamatkan kita semua:
👉 Berapa banyak shalat yang telah kita kerjakan,
namun tidak kita ingat apa yang kita baca?
👉 Berapa kali kita mengucap “Allāhu Akbar”,
namun dunia tetap lebih besar di hati kita?
Demi Allah…
ini bukan masalah kecil.
Ini masalah hidup dan mati jiwa.
SHALAT: BERDIRI DI HADAPAN SIAPA? (±15 MENIT)
Saudara-saudaraku…
Jika engkau berdiri di hadapan manusia berpangkat, engkau merapikan pakaian, menata kata, menahan pandangan, bahkan jantungmu berdegup lebih cepat…
Lalu ketika engkau berdiri di hadapan Allah…
pikiranmu ke pasar,
ke hutang,
ke proyek,
ke sawah,
ke gawai,
ke dunia yang akan engkau tinggalkan!
Allāh berfirman:
مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
“Ada apa dengan kalian, kalian tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya?”
(QS. Nūḥ: 13)
Saudara-saudaraku…
Ini bukan pertanyaan biasa.
Ini teguran langit.
KHUSYUK: SYARAT KESELAMATAN, BUKAN HIASAN (±15 MENIT)
Allah tidak mengatakan:
“Beruntung orang yang shalat.”
Tapi Allah berkata:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
(QS. Al-Mu’minūn: 1–2)
Dengar baik-baik wahai kaum!
Tidak setiap shalat mengantar ke surga.
Tidak setiap rukuk dicatat.
Tidak setiap sujud diterima.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَنْصَرِفُ مِنْ صَلَاتِهِ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُهَا
“Seseorang selesai dari shalatnya, namun tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluhnya.”
👉 Ada yang dapat setengah.
👉 Ada yang dapat seperempat.
👉 Ada yang hampir tidak dapat apa-apa.
Celaka… celaka… celaka…
Jasadnya shalat,
namun hatinya kosong.
PERTARUNGAN DALAM SHALAT: MALAIKAT DAN SETAN (±15 MENIT)
Ketahuilah wahai saudara-saudaraku…
Setiap kali engkau mengucap:
Allāhu Akbar,
perang dimulai.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَيَقُولُ اذْكُرْ كَذَا وَكَذَا
“Setan datang dalam shalat lalu berkata: ingat ini, ingat itu…”
Ia bisikkan:
- “Nanti habis shalat kerjakan ini…”
- “Urusanmu belum selesai…”
- “Jangan lupa ini… jangan lupa itu…”
Saudara-saudaraku… Setan tidak mengganggu orang yang tidak shalat. Ia mengganggu orang yang shalat tapi ingin khusyuk.
Dan malaikat berkata:
“Fokuslah… ini waktumu bersama Tuhanmu.”
Hatimu di tengah.
Engkau memilih siapa?
DUA RAKAAT YANG HIDUP VS SERIBU RAKAAT YANG MATI (±10 MENIT)
Para ulama berkata:
“Dua rakaat dengan hati hadir,
lebih baik daripada shalat malam panjang dengan hati lalai.”
Kenapa?
Karena shalat adalah dialog,
bukan olahraga.
Ketika engkau membaca:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Apakah hatimu benar-benar berkata: “Ya Allah, hanya kepada-Mu aku tunduk…”?
Atau lisanmu berkata begitu, namun hatimu bersandar kepada makhluk?
TELADAN PARA KEKASIH ALLAH (±15 MENIT)
‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه…
Jika berwudhu, wajahnya pucat.
Ditanya:
“Kenapa wahai Amirul Mukminin?”
Ia menjawab:
“Aku tahu di hadapan siapa aku akan berdiri.”
Sebagian salaf:
- Berdiri shalat seperti kayu tertancap
- Tidak mengenal siapa di kanan dan kiri
- Jika tertinggal takbir pertama, berkabung tiga hari
Lalu aku bertanya kepadamu wahai saudaraku…
👉 Jika engkau kehilangan uang, engkau menangis
👉 Jika engkau kehilangan shalat khusyuk, engkau tertawa
Musibahmu terbalik.
JANGAN BERDALIH DENGAN KELALAIAN ORANG SUCI (±10 MENIT)
Jangan katakan: “Para sahabat juga pernah lalai…”
Demi Allah!
Jika mereka lalai sesaat,
mereka menangis berhari-hari.
Sedangkan kita:
lalai setiap shalat,
namun merasa aman.
Seorang sahabat pernah lalai dalam shalat karena kebunnya,
apa yang ia lakukan?
👉 Ia sedekahkan kebunnya itu
👉 Nilainya puluhan ribu dirham
Mana pengorbanan kita?
PENUTUP: SERUAN TERAKHIR (±10 MENIT)
Saudara-saudaraku…
Jika shalatmu tidak membuatmu:
- takut kepada Allah,
- malu kepada Allah,
- rindu kepada Allah,
maka ada yang salah dengan shalatmu.
Jangan keluar dari shalat dalam keadaan sia-sia.
Jangan jadikan shalat hanya rutinitas.
Jangan biarkan setan menertawakanmu.
Hancurkan hatimu di hadapan Allah,
agar Allah membangunnya kembali.
DOA PENUTUP (DIBACA PERLAHAN & MENYENTUH)
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ فِي صَلَاتِنَا
اللَّهُمَّ أَحْيِ قُلُوبَنَا بِنُورِ الْخُشُوعِ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَاتَنَا قُرْبَةً إِلَيْكَ لَا حُجَّةً عَلَيْنَا
“Ya Allah, jangan jadikan shalat kami sebagai saksi yang memberatkan kami,
jadikan ia sebagai jalan kami mendekat kepada-Mu…”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment