Larangan Mengusir Orang Lain dari Tempat Duduknya (Adab Majelis, Kehormatan Jiwa, dan Ukhuwah yang Terluka)

Larangan Mengusir Orang Lain dari Tempat Duduknya

(Adab Majelis, Kehormatan Jiwa, dan Ukhuwah yang Terluka)


PEMBUKAAN (±10 menit)

(Dibaca pelan, suara rendah, beri jeda di tiap kalimat penting)

الحمد لله الحمد لله الحمد لله
نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Marilah kita tundukkan hati kita sejenak…
Bukan sekadar duduk di majelis ini…
Tapi benar-benar hadir dengan jiwa.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ
Manusia paling mulia…
Namun paling rendah hati…
Paling agung kedudukannya…
Namun paling lembut akhlaknya.

(Jeda)

Jamaah rahimakumullah…

Malam ini…
Kita tidak membahas dosa besar…
Bukan zina…
Bukan riba…
Bukan pembunuhan…

Tapi sesuatu yang sering kita anggap remeh
Namun di sisi Allah…
Bisa melukai hati…
Bisa memecah ukhuwah…
Bisa menghapus pahala…

Yaitu…
Mengusir orang lain dari tempat duduknya.


PENGANTAR RENUNGAN (±10 menit)

Saudaraku…

Pernahkah kita:

  • Datang ke majelis…
  • Duduk dengan niat mencari ilmu…
  • Lalu tiba-tiba…
    • Disuruh pindah
    • Digeser
    • Dianggap tak pantas duduk di situ

(Jeda)

Mungkin lisannya lembut…
Tapi hatinya kita tahu…
Ada rasa diremehkan
Ada luka yang tak bersuara…

Islam bukan hanya menilai apa yang tampak
Tapi juga apa yang terasa di dalam dada.


HADIS UTAMA (±15 menit)

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ ‏-رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ﷺ
« لَا يُقِيمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ، ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا، وَتَوَسَّعُوا »

Artinya:

“Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya lalu ia duduk di tempat itu. Tetapi lapangkanlah dan berilah keluasan.”

(Diam sejenak)

Jamaah…

Ini sabda Nabi ﷺ
Bukan perkataan manusia biasa
Bukan etika karangan ulama
Tapi wahyu yang diturunkan dari langit

Kata لَا di awal hadis ini adalah larangan keras
Bukan makruh…
Bukan sekadar tidak sopan…
Tapi terlarang.


ULASAN EMOSIONAL MAKNA HADIS (±15 menit)

Para ulama menjelaskan…

Larangan ini bukan hanya:

  • Mengusir secara kasar
  • Menyentak
  • Membentak

Tapi juga:

  • Isyarat mata
  • Gerakan tangan
  • Nada meremehkan
  • Kalimat manis tapi menyakitkan

Ibnu Hajar رحمه الله berkata:

“Larangan ini mencakup semua bentuk pemindahan yang menyakiti.”

Saudaraku…

Allah melihat niat
Allah mendengar getar hati
Allah mencatat air mata yang tak jatuh


DALIL AL-QUR’AN (±15 menit)

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ
فَافْسَحُوا
يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: berilah kelapangan di majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan untukmu.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

(Pelan…)

Siapa yang melapangkan manusia
Allah lapangkan hidupnya
Allah lapangkan kuburnya
Allah lapangkan hisabnya

Sebaliknya…

Siapa yang menyempitkan manusia…
Hidupnya akan sempit
Hatinya akan sempit
Kuburnya pun sempit… na’udzubillah


AKHLAK RASULULLAH ﷺ DI MAJELIS (±10 menit)

Saudaraku…

Rasulullah ﷺ
Pemimpin umat
Kekasih Allah
Manusia termulia

Namun…

Beliau:

  • Duduk di mana saja ada tempat
  • Tidak memilih posisi
  • Tidak meminta diprioritaskan

Anas bin Malik رضي الله عنه berkata:

“Tidak ada seorang pun yang merasa direndahkan di hadapan Rasulullah.”

(Jeda panjang)

Kalau Nabi saja tidak minta dimuliakan…
Mengapa kita justru ingin diagungkan?


RENUNGAN KEHORMATAN MANUSIA (±10 menit)

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ

“Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain.”
(QS. Al-Hujurat: 11)

Mengusir seseorang dari tempat duduknya…
Itu bukan soal kursi…
Itu soal harga diri.

Boleh jadi orang itu:

  • Lebih dekat dengan Allah
  • Lebih banyak menangis di malam hari
  • Lebih ikhlas dari kita

PENUTUP EMOSIONAL (±5 menit)

Jamaah rahimakumullah…

Mari kita jaga:

  • Majelis kita
  • Hati kita
  • Ukhuwah kita

Lapangkan tempat duduk…
Lapangkan dada…
Lapangkan hati…

Karena kelak…
Kita semua akan duduk…
Di hadapan Allah…
Tanpa kursi kehormatan…
Tanpa posisi istimewa…

Yang ada hanyalah: Takwa dan amal.




DOA PENUTUP 

(Dibaca dengan suara rendah, perlahan, beri jeda pada bagian “…”)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ


Ya Allah…
Di hadapan-Mu kami duduk…
Dengan tubuh yang lelah…
Dengan hati yang penuh luka…
Dengan jiwa yang sering lalai…

Jika malam ini kami hadir…
Bukan karena pantas…
Bukan karena suci…
Tapi karena kami tahu…
Kami butuh rahmat-Mu, ya Allah…


Ya Allah…
Ampuni kami…
Jika selama ini…
Kami lebih sibuk mencari tempat terbaik…
Daripada menjadi hamba terbaik…

Ampuni kami…
Jika pernah melukai hati saudara kami…
Dengan ucapan…
Dengan isyarat…
Dengan sikap yang merendahkan…


Ya Allah Yang Maha Lembut…
Lembutkanlah hati kami…
Jika hati ini keras…
Lunakkanlah ia dengan dzikir…
Jika hati ini sempit…
Lapangkanlah ia dengan kasih sayang…


Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami hamba
Yang merasa lebih mulia dari yang lain…
Jangan Engkau tanamkan kesombongan
Walau hanya seberat debu di dada kami…


Ya Allah…
Jika pernah ada saudara kami
Yang tersinggung oleh sikap kami…
Yang tersakiti oleh perbuatan kami…
Yang diam menahan perih karena kami…

Maka ya Allah…
Sembuhkan hatinya…
Dan ampuni dosa kami…


Ya Allah…
Lapangkanlah majelis-majelis kami…
Lapangkan rumah-rumah kami…
Lapangkan rezeki kami…
Lapangkan kubur kami…
Lapangkan hisab kami kelak…


Ya Allah…
Satukanlah hati kami
Sebagaimana Engkau satukan hati para sahabat
Hapuskan iri…
Hapuskan dengki…
Hapuskan rasa merasa paling benar…


Ya Allah…
Ajarkan kami adab sebelum ilmu…
Akhlak sebelum amal…
Rendah hati sebelum kemuliaan…

Jadikan kami hamba
Yang mudah memberi tempat…
Mudah memberi maaf…
Mudah memuliakan sesama…


Ya Allah…
Jika malam ini adalah malam Jumat…
Jika doa-doa sedang naik ke langit…
Jika rahmat sedang turun ke bumi…

Maka jangan Engkau pulangkan kami
Dengan hati yang sama seperti saat kami datang…


Ya Allah…
Bersihkan hati kami…
Tuntun langkah kami…
Akhiri hidup kami dalam husnul khatimah…


رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا
لِلَّذِينَ آمَنُوا


Ya Allah…
Terimalah majelis kecil kami ini…
Walau amal kami sedikit…
Namun harapan kami besar kepada-Mu…


صَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

آمِيْن… آمِيْن… آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ



Tidak ada komentar