Memperbanyak Nawafil (Sunnah) untuk Melengkapi Fardhu
Memperbanyak Nawafil (Sunnah) untuk Melengkapi Fardhu
Menambal Kekurangan Kewajiban sebelum Menuntut Pahala
I. Mukadimah: Bahaya Terpedaya Amalan Sunnah
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
Banyak orang rajin puasa sunnah,
rajin shalat malam,
rajin sedekah tambahan,
namun lalai menilai apakah shalat wajibnya sempurna,
apakah wudhunya sah,
apakah zakatnya benar,
apakah niatnya lurus.
Padahal akal orang beriman tidak pernah menjadikan sunnah sebagai tujuan utama,
melainkan sebagai penyempurna kewajiban yang penuh cacat.
II. Kewajiban adalah Jalan Keselamatan Pertama
Dalil Al-Qur’an
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
📖 (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Penjelasan Ulama
- Ibnu Katsir رحمه الله:
Ibadah yang dimaksud adalah melaksanakan apa yang Allah wajibkan dan menjauhi larangan-Nya.
➡️ Fondasi ibadah adalah fardhu, bukan sunnah.
III. Amalan Pertama yang Dihisab: Shalat Wajib
Hadis Shahih
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ
Artinya:
“Amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat.”
📜 (HR. Abu Dawud, Tirmidzi – shahih)
Lanjutan Hadis
فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
Artinya:
“Jika shalatnya baik, ia beruntung dan selamat. Jika rusak, ia merugi dan binasa.”
Peran Sunnah
فَإِنْ كَانَ فِي فَرِيضَتِهِ نَقْصٌ قَالَ اللَّهُ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ؟
Artinya:
“Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, Allah berfirman: ‘Lihat, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah?’”
📜 (HR. Abu Dawud)
➡️ Sunnah bukan pesaing fardhu, tetapi penambalnya.
IV. Allah Tidak Menerima Sunnah sebelum Fardhu
Hadis Qudsi
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ
Artinya:
“Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atasnya.”
📜 (HR. Bukhari)
Ulasan Ulama
- Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله:
Siapa yang menyibukkan diri dengan sunnah namun meremehkan fardhu, maka ia tertipu.
V. Nawafil sebagai Penutup Segala Kekurangan
Dalil Al-Qur’an
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
Artinya:
“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus keburukan-keburukan.”
📖 (QS. Hud: 114)
Penjelasan Ulama
- Imam Al-Qurthubi رحمه الله:
Ayat ini mencakup sunnah yang menutupi kekurangan kewajiban dan dosa kecil.
➡️ Shalat sunnah menutup kekurangan shalat wajib, sedekah menutup cacat zakat, dan seterusnya.
VI. Perumpamaan: Pakaian Compang-Camping
Saudara-saudaraku…
Bagaimana mungkin:
- pakaian wajib kita compang-camping,
- lalu kita tambal dengan tambalan sunnah yang rapuh?
Ulasan Ruhani (Al-Ghazali)
- Imam Al-Ghazali رحمه الله:
Sunnah tanpa fardhu bagaikan bangunan tanpa pondasi.
VII. Niat Orang Berakal dalam Nawafil
Orang berakal:
- Memperbanyak sunnah karena takut kewajibannya cacat
- Bukan karena mengejar pahala semata
Dalil Al-Qur’an
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Artinya:
“Mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas.”
📖 (QS. Al-Bayyinah: 5)
Penjelasan Ulama
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله:
Ikhlas adalah melakukan ibadah karena Allah, bukan karena pahala atau sanjungan.
VIII. Dua Tipe Pelaku Sunnah
Tipe Pertama (Orang Berakal)
- Sunnah untuk menutup kekurangan fardhu
- Malu terhadap cacat amalnya
- Tidak menuntut pahala
➡️ Inilah amalan paling berat timbangannya.
Tipe Kedua (Pekerja Upahan)
- Beramal hanya demi pahala
- Lalai dari cacat kewajiban
- Menuntut upah dari Allah
Dalil Al-Qur’an
وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ
Artinya:
“Dan tampaklah bagi mereka dari Allah apa yang tidak pernah mereka perhitungkan.”
📖 (QS. Az-Zumar: 47)
IX. Kedudukan Orang yang Beramal dengan Niat Ini
Hadis Nabi ﷺ
أَلَا إِنَّ عُلَمَاءَ اللَّهِ هُمُ الَّذِينَ يَفْهَمُونَ عَنْ اللَّهِ وَيُؤَدُّونَ حُقُوقَهُ
Artinya:
“Ketahuilah, ulama Allah adalah mereka yang memahami Allah dan menunaikan hak-hak-Nya.”
📜 (Makna hadits – diriwayatkan dalam atsar ulama)
➡️ Merekalah orang-orang pilihan Allah.
X. Penutup dan Wasiat
Saudara-saudaraku…
Jika kewajibanmu belum sempurna,
jangan sombong dengan sunnahmu.
Perbanyak sunnah:
- dengan niat menutup cacat,
- dengan rasa takut,
- dengan malu kepada Allah.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ فَرَائِضَنَا، وَاجْعَلْ نَوَافِلَنَا جَابِرَةً لِنُقْصَانِهَا، وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَعْمَالِنَا
Artinya:
“Ya Allah, terimalah kewajiban kami, jadikan sunnah kami penutup kekurangannya, dan jangan Engkau serahkan kami kepada amal kami.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment