IMAN YANG BERTAHAN DALAM SUNYI: ZAKARIA, MARYAM, DAN KITA DI AKHIR ZAMAN
“IMAN YANG BERTAHAN DALAM SUNYI: ZAKARIA, MARYAM, DAN KITA DI AKHIR ZAMAN”
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji hanya bagi Allah…
Yang mengetahui doa yang tak terdengar,
Yang melihat air mata yang tak jatuh,
Yang mencatat kesabaran orang-orang yang berjalan sendirian di jalan-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
keluarganya, sahabatnya,
dan orang-orang yang tetap beriman ketika iman terasa asing.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Di akhir zaman,
kebenaran sering tidak populer,
kesucian sering dicurigai,
dan orang yang lurus sering dipojokkan.
Malam ini…
kita belajar dari dua jiwa suci:
Nabi Zakaria ‘alaihis salām
dan Sayyidah Maryam ‘alaihas salām.
Dua manusia…
yang taatnya sunyi,
doanya lirih,
dan imannya tetap berdiri ketika zaman runtuh.
BAGIAN I – DOA ZAKARIA DI TENGAH KERINGNYA IMAN
Allah berfirman:
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ
“Di sanalah Zakaria berdoa kepada Rabbnya…”
(QS. Ali ‘Imran: 38)
Zakaria berdoa…
bukan di tengah sorak manusia,
tapi di mihrab yang sepi.
Rambutnya telah memutih…
tulangnya melemah…
istrinya mandul…
Namun ia berkata:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا
“Ya Rabbku, jangan Engkau biarkan aku sendirian…”
(QS. Al-Anbiya: 89)
Hadirin…
ini bukan doa biologis,
ini doa estafet iman.
Zakaria takut kebenaran terputus.
Di akhir zaman…
kita juga sering lelah…
melihat anak-anak jauh dari iman…
melihat kebenaran dipermainkan…
melihat agama ditertawakan…
📌 Pesan Zakaria:
Berdoalah meski harapan manusia telah habis.
Karena Allah bekerja justru ketika logika berhenti.
BAGIAN II – MARYAM: KESUCIAN YANG DIFITNAH
Allah berfirman:
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا
“Maka Maryam mengandungnya, lalu mengasingkan diri ke tempat yang jauh.”
(QS. Maryam: 22)
Maryam…
wanita paling suci…
paling menjaga diri…
Justru dipilih Allah untuk diuji dengan fitnah terbesar.
Ketika rasa sakit melahirkan datang…
tanpa suami…
tanpa pembela…
Maryam berkata:
يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا
“Wahai, seandainya aku mati sebelum ini…”
(QS. Maryam: 23)
Hadirin…
bahkan Maryam pun pernah ingin menghilang.
📌 Ini bukan kufur.
Ini jeritan jiwa suci yang dizalimi.
Di akhir zaman…
fitnah kehormatan lebih mematikan dari pedang…
satu tuduhan…
menghancurkan nama baik seumur hidup…
Namun Allah berfirman:
لَا تَحْزَنِي
“Jangan bersedih…”
(QS. Maryam: 24)
Allah tidak menyuruh Maryam membela diri,
Allah yang membela Maryam.
BAGIAN III – DIAM YANG DIBELA LANGIT
Allah berkata kepada Maryam:
فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا
“Katakanlah: Aku bernazar untuk diam…”
(QS. Maryam: 26)
Maryam diam…
dan langit berbicara.
Ketika manusia menunjuk-nunjuk…
Allah membuat bayi berbicara:
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ
“Sesungguhnya aku adalah hamba Allah.”
(QS. Maryam: 30)
📌 Pelajaran akhir zaman:
Tidak semua kebenaran perlu dijelaskan,
karena Allah bisa membela tanpa kita berkata apa-apa.
BAGIAN IV – AKHIR ZAMAN: IMAN TERASA ASING
Rasulullah ﷺ bersabda:
«بَدَأَ الإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا»
“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing.”
(HR. Muslim)
Zakaria asing dengan zamannya…
Maryam asing dengan masyarakatnya…
dan orang beriman hari ini pun merasakan hal yang sama.
Tauhid dianggap ekstrem…
akhlak dianggap kuno…
kesucian dianggap mustahil..
Namun Allah mengingatkan:
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ
“Peringatkan mereka tentang hari penyesalan.”
(QS. Maryam: 39)
📌 Akhir zaman bukan tentang siapa yang paling ramai,
tapi siapa yang tetap benar sampai akhir.
PENUTUP
Hadirin…
jika hari ini engkau berdoa tapi belum melihat jawaban…
ingat Zakaria…
Jika hari ini engkau benar tapi disalahpahami…
ingat Maryam…
Jika hari ini engkau diam demi iman…
Allah tidak diam.
DOA
اللهم…
يا الله…
Di zaman ketika kebenaran terasa asing…
jadikan kami orang-orang yang Engkau kenal meski manusia tidak…
اللهم…
jadikan kami seperti Zakaria…
yang tetap berdoa meski tulangnya melemah…
Ya Allah…
jadikan kami seperti Maryam…
yang Engkau jaga meski dunia menuduh…
Ya Allah…
jika iman kami harus sendiri…
jangan Engkau biarkan kami jauh dari-Mu…
Ya Rabb…
tutup hidup kami dengan husnul khatimah…
kumpulkan kami bersama orang-orang yang Engkau cintai…
اللهم لا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين…
Ya Allah…
jangan Engkau serahkan kami pada diri kami sendiri walau sekejap…
Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas-Samī‘ul ‘Alīm…
Aamiin… Aamiin… Aamiin…
Post a Comment