Allah Tidak Mengutus Orang yang Sempurna, Tapi Menyempurnakan Orang Yang Di Utus
“Allah Tidak Mengutus Orang yang Sempurna, Tapi Menyempurnakan Orang Yang Di Utus"
1. AYAT 21 — TAKUTMU TIDAK MEMBATALKAN MISI
Ayat
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَىٰ
Artinya:
“Allah berfirman: ‘Peganglah ia dan jangan takut. Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.’”
Penjelasan Tafsir
- Tongkat menjadi ular besar → Musa takut (manusiawi).
- Allah tidak mencela rasa takut, tapi memerintah Musa mendekat.
Ulasan Ulama
- Ibn Katsir: rasa takut nabi tidak menafikan kenabian, justru menunjukkan kemanusiaan.
- Al-Qurthubi: perintah “jangan takut” adalah tarbiyah sebelum dakwah.
Pesan Ruhiyah
👉 Allah tidak menunggu kita berani dulu untuk taat.
👉 Keberanian lahir setelah ketaatan.
2. AYAT 22–23 — MUKJIZAT BUKAN UNTUK PAMER, TAPI TANDA
Ayat
وَاضْمُمْ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ آيَةً أُخْرَىٰ
لِنُرِيَكَ مِنْ آيَاتِنَا الْكُبْرَىٰ
Artinya:
“Kepitkan tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar putih bercahaya tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain. Agar Kami perlihatkan kepadamu sebagian tanda-tanda kekuasaan Kami yang besar.”
Makna Ulama
- Jalalain: cahaya bukan penyakit, tapi tanda ilahi.
- Ibn Katsir: mukjizat menguatkan hati nabi, bukan sekadar membungkam musuh.
Aplikasi
👉 Allah sering memberi tanda-tanda kecil sebelum amanah besar.
👉 Jangan remehkan pengalaman ruhani sebelum tugas besar.
3. AYAT 24 — DAKWAH SELALU KE PUSAT KERUSAKAN
Ayat
اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ
Artinya:
“Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.”
Ulasan
- Firaun simbol kekuasaan tanpa tauhid.
- Dakwah bukan ke tempat aman, tapi ke pusat kezaliman.
Hadis Pendukung
قال رسول الله ﷺ:
«أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر»
(HR. Abu Dawud)
Artinya:
“Jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zalim.”
4. AYAT 25–28 — DOA TERBESAR PARA DA’I
Ayat
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي
يَفْقَهُوا قَوْلِي
Artinya:
“Ya Rabbku, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan kekakuan lidahku, agar mereka memahami perkataanku.”
Komentar Ulama
- Ibn ‘Ashur: dakwah dimulai dari lapang dada, bukan fasih lidah.
- Al-Ghazali: kefasihan tanpa keikhlasan = fitnah.
Pelajaran
👉 Yang diminta Musa bukan kemenangan, tapi pemahaman manusia.
5. AYAT 29–35 — PEMIMPIN BUTUH TIM
Ayat
وَاجْعَل لِّي وَزِيرًا مِّنْ أَهْلِي هَارُونَ أَخِي
اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي
Artinya:
“Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, Harun saudaraku. Kuatkanlah aku dengannya dan jadikan dia sekutu dalam urusanku.”
Makna
- Nabi pun butuh partner.
- Dakwah individual → rapuh.
Hadis
قال النبي ﷺ:
«المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا»
(HR. Bukhari Muslim)
Artinya:
“Orang beriman satu sama lain seperti bangunan, saling menguatkan.”
6. AYAT 36 — DOA YANG LANGSUNG DIJAWAB
Ayat
قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَىٰ
Artinya:
“Permintaanmu telah dikabulkan, wahai Musa.”
Renungan
👉 Tidak semua doa ditunda.
👉 Doa yang lahir dari amanah besar sering disegerakan.
7. AYAT 37–40 ALLAH MENGATUR HIDUP SEBELUM KITA SADAR
Ayat Inti
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَىٰ
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي
وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي
Artinya:
“Dan sungguh Kami telah memberi nikmat kepadamu sebelumnya… dan Aku limpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku… dan agar engkau dibesarkan di bawah pengawasan-Ku.”
Komentar Ulama
- Ibn Katsir: Allah mendidik Musa jauh sebelum kenabian.
- Al-Qurthubi: penderitaan masa lalu adalah kurikulum kepemimpinan.
Pesan Penutup
👉 Jika hidupmu penuh ujian…
👉 Bisa jadi Allah sedang mempersiapkanmu, bukan meninggalkanmu.
KESIMPULAN
- Takut tidak membatalkan iman
- Mukjizat menguatkan hati sebelum tugas
- Dakwah butuh doa, tim, dan kesabaran
- Hidup kita telah diatur jauh sebelum kita paham
Post a Comment