Lembut dalam Dakwah, Teguh dalam Kebenaran
“Lembut dalam Dakwah, Teguh dalam Kebenaran”
I. PEMBUKA TEMA (Makna Dipilih oleh Allah)
Ayat 41
وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي
“Dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.” (QS. Ṭāhā: 41)
Makna & Tadabbur
- Allah tidak memilih Musa karena kesempurnaan, tapi karena kesiapan jiwa
- “Untuk diri-Ku” → murni, bukan untuk dunia, bukan popularitas
Komentar Ulama
- Imam Al-Qurṭubi:
“Siapa yang dipilih Allah, akan diuji sebelum dimuliakan.”
- Ibn ‘Aṭiyyah:
“Istinā‘ (pemilihan) adalah proses panjang penderitaan sebelum amanah.”
📌 Akhir zaman: banyak ingin berdakwah, sedikit yang siap diproses
II. PERINTAH DAKWAH & ZIKIR DI TENGAH TEKANAN
Ayat 42–43
اذْهَبْ أَنتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي
“Pergilah kamu dan saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku dan janganlah lalai dalam mengingat-Ku.”
Pelajaran
- Dakwah = amal jama‘i
- Zikir bukan pelengkap, tapi sumber kekuatan
Hadis Pendukung
«مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ كَالْحَيِّ وَالْمَيِّتِ»
“Perumpamaan orang yang berdzikir dan yang tidak, seperti orang hidup dan mati.”
(HR. Bukhari)
III. BERDAKWAH DENGAN LEMBUT MESKI KEPADA TIRAN
Ayat 44
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا
“Maka berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.”
Renungan Mendalam
- Fir‘aun = manusia paling zalim
- Tapi metode dakwahnya tetap lembut
Komentar Ulama
- Imam Fakhruddin Ar-Razi:
“Jika kepada Fir‘aun saja lembut, maka kepada sesama mukmin lebih utama.”
📌 Akhir zaman:
- Kebenaran sering disampaikan dengan amarah
- Padahal kelembutan = senjata para nabi
IV. RASA TAKUT PARA NABI & JAWABAN LANGIT
Ayat 45–46
لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا
“Jangan takut, Aku bersama kalian berdua.”
Makna Spiritual
- Nabi pun takut, tapi tidak lari
- Allah tidak menghilangkan Fir‘aun, tapi menenangkan Musa
Hadis Pendukung
«احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ»
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.”
(HR. Tirmidzi)
V. ISI DAKWAH: PEMBEBASAN & TAUHID
Ayat 47–48
أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ
“Lepaskan Bani Israil bersama kami.”
Pesan Akhir Zaman
- Dakwah bukan hanya ibadah ritual
- Tapi membebaskan manusia dari penindasan
Komentar Ulama
- Ibn Katsir:
“Risalah Musa adalah tauhid dan keadilan sosial.”
VI. DEFINISI RABB YANG MERUNTUHKAN ATEISME
Ayat 50
رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ
“Rabb kami adalah yang memberi setiap sesuatu bentuknya, lalu memberinya petunjuk.”
Makna Akidah
- Penciptaan ≠ kebetulan
- Hidayah fitrah = bukti rububiyyah
📌 Akhir zaman: sains tanpa iman → sombong
VII. SEJARAH DALAM ILMU ALLAH
Ayat 52
عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي فِي كِتَابٍ
“Pengetahuan itu di sisi Rabbku, dalam sebuah kitab.”
Pelajaran
- Tidak semua harus dijawab
- Serahkan urusan masa lalu kepada Allah
VIII. TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH DI ALAM
Ayat 53–55
مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ
“Dari bumi Kami menciptakan kalian, kepadanya Kami kembalikan kalian.”
Renungan Kematian
- Kita berasal dari tanah
- Kesombongan tidak layak bagi makhluk yang akan dikubur
IX. KEBENARAN TAK PERNAH KURANG BUKTI
Ayat 56
فَكَذَّبَ وَأَبَىٰ
“Namun ia mendustakan dan enggan.”
Pelajaran
- Masalah Fir‘aun bukan kurang bukti
- Tapi penyakit hati
Hadis
«إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً…»
“Dalam jasad ada segumpal daging (hati)….”
(HR. Bukhari Muslim)
X. AKHIR: PERTARUNGAN KEBENARAN VS TIPU DAYA
Ayat 57–60
- Sihir vs Mukjizat
- Tipu daya vs Cahaya
📌 Akhir zaman:
- Kebatilan selalu ramai
- Tapi kebenaran selalu menang di akhir
PENUTUP
Jika Allah bersamamu, Fir‘aun tidak berkuasa.
Jika Allah meninggalkanmu, siapa pun bisa menjatuhkanmu.
Post a Comment