Ketika Allah Tidak Zalim, Tapi Kita yang Menghancurkan Diri Sendiri

“Ketika Allah Tidak Zalim, Tapi Kita yang Menghancurkan Diri Sendiri”


PEMBUKAAN 

الحمد لله… الحمد لله الذي لا يظلم مثقال ذرة…
Segala puji bagi Allah…
Allah yang tidak pernah menzalimi satu jiwa pun
Tapi…
kitalah… yang sering menzalimi diri kita sendiri…

Shalawat dan salam…
untuk Nabi yang rambutnya memutih karena Surah Hūd…
Muhammad ﷺ…

Jamaah yang dirahmati Allah…
malam ini…
kita tidak sedang mendengar kisah orang lain…
kita sedang bercermin…


BAGIAN 1 — “ALLAH TIDAK MENZALIMI MEREKA…”

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِن ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ

Allah berkata…
“Kami tidak menzalimi mereka…”

“tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri…”

Saudaraku…
Allah tidak pernah tega kepada hamba-Nya…
yang tega itu…
dosa yang kita pelihara
maksiat yang kita bela
syirik yang kita anggap biasa

Berapa lama Allah menunggu kita taubat…?
Berapa kali Allah menutup aib kita…?
Berapa kali Allah tahan azab…?

Tapi kita…
masih ulangi dosa yang sama…


BAGIAN 2 — “AZAB DATANG SAAT MANUSIA MERASA AMAN”

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ

Begitulah azab Rabbmu…
ketika Dia mengambil negeri-negeri…
saat mereka nyaman dalam maksiat

Azab itu tidak datang saat manusia takut…
azab datang saat manusia merasa aman

Masih bisa makan…
masih tertawa…
masih salat tapi maksiat…
masih zikir tapi zalim…

Tiba-tiba…
Allah berkata: cukup.


BAGIAN 3 — “HARI ITU SEMUA DIKUMPULKAN” 

ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَّهُ النَّاسُ

Hari itu…
tidak ada yang tertinggal…
tidak ada yang disembunyikan…

Saudara ku…
tidak ada gelar…
tidak ada jabatan…
tidak ada pencitraan…

yang berbicara…
amal kita sendiri…


BAGIAN 4 — “JERITAN NERAKA & KEKEKALAN SURGA” 

لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

Ada jeritan…
ada rintihan…
yang tidak pernah berhenti…

Itu suara orang yang dulu berkata:
“nanti taubat…”
“masih muda…”
“Allah Maha Pengampun…”

Lalu Allah bandingkan…

عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

Surga…
karunia yang tidak pernah putus

Ya Allah…
kami ingin yang ini…
kami takut yang tadi…


BAGIAN 5 — “ISTIQAMAH ITU BERAT…” 

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

Istiqamah…
bukan menangis satu malam…
tapi taat sampai mati

Nabi ﷺ berkata:
“Surah Hūd membuatku beruban…”

Kalau Nabi saja berat…
bagaimana kita…?


BAGIAN 6 — “JANGAN CONDONG PADA KEZALIMAN” 

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا

Bukan hanya berbuat zalim…
ridha pada kezaliman pun dosa…

Diam saat maksiat…
tertawa saat dosa…
membela kebatilan…

itu semua…
mengundang neraka…


BAGIAN 7 — “SALAT & SABAR: JALAN SELAMAT” (±7 MENIT)

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Salat…
bukan sekadar gerakan…
tapi tangisan yang menghapus dosa

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Sabar…
karena Allah tidak pernah lupa


BAGIAN PENUTUP MIMBAR (±3 MENIT)

Saudara ku…
kisah ini…
bukan untuk dibaca…
tapi untuk diselamatkan

نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ

Agar hati kita tidak runtuh


DOA PENUTUP

اللهم…
يا عدل… يا رحيم…

Ya Allah…
jangan Engkau azab kami karena kezaliman kami sendiri…
jangan Engkau hukum kami karena dosa yang kami ulangi…

Ya Allah…
kami sering merasa aman…
padahal Engkau sedang menunggu taubat kami…

Ya Allah…
jika Engkau buka aib kami malam ini…
tidak ada satu pun dari kami yang selamat…

Ya Allah…
kami takut jeritan neraka…
kami rindu karunia surga…

Ya Allah…
tetapkan kami di jalan istiqamah…
jangan condongkan hati kami kepada kezaliman…

Ya Allah…
jadikan salat kami penghapus dosa…
jadikan sabar kami penolong di akhirat…

Ya Allah…
kami pulang membawa dosa…
jangan Engkau kembalikan kami tanpa ampunan…

اغفر لنا…
ارحمنا…
ثبت قلوبنا…

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا…

آمين… آمين… آمين…



Tidak ada komentar