Antara Kebenaran yang Tenang dan Kebatilan yang Riuh

 Antara Kebenaran yang Tenang dan Kebatilan yang Riuh


I. PEMBUKAAN TEMATIK (±10 menit)

Judul Mimbar:
“Kebenaran Itu Tenang, Kebatilan Itu Berisik”

“Tidak semua yang ramai itu benar, dan tidak semua yang tenang itu salah.”

Surah Ar-Ra‘d adalah surah keteguhan iman, surah tentang keyakinan di tengah guncangan, surah bagi orang-orang yang memegang amanah iman ketika dunia menggoda untuk melepasnya.


II. KEBENARAN AL-QUR’AN & KRISIS IMAN MANUSIA (Ayat 1)

Dalil Al-Qur’an

وَالَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya:
“Dan kitab yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.”

Ulasan Ulama

  • Imam Al-Qurthubi:

    Masalah manusia bukan kurangnya dalil, tapi rusaknya kesiapan hati.

  • Ibnu Katsir:

    Al-Qur’an itu jelas, namun yang tertutup adalah bashirah (mata hati).

📌 Pesan Mimbar:
Bukan Al-Qur’an yang kurang meyakinkan, tapi hati yang terlalu penuh oleh dunia.


III. TAUHID KOSMIK: LANGIT TANPA TIANG & ARSY KEKUASAAN (Ayat 2–4)

Dalil Al-Qur’an

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا…

Artinya:
“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat…”

Ulasan Ulama

  • Fakhruddin Ar-Razi:

    Langit tanpa tiang adalah dalil kekuasaan Allah, sekaligus sindiran atas manusia yang hidup tanpa sandaran iman.

  • Tafsir Jalalain:

    Semua berjalan pada ukuran dan waktu yang ditentukan—tidak ada yang liar dalam ciptaan Allah.

📌 Renungan:
Jika matahari taat pada orbitnya, mengapa manusia berani keluar dari batas Rabb-nya?


IV. PERBEDAAN NASIB DALAM SATU AIR HUJAN (Ayat 4)

Dalil

نُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ

Artinya:
“Kami lebihkan sebagian tanaman atas sebagian yang lain dalam rasanya.”

Komentar Ulama

  • Imam Al-Ghazali:

    Hati manusia seperti tanah—air hidayah sama, hasilnya berbeda.

📌 Aplikasi Parenting & Amanah:
Anak-anak bisa tumbuh di rumah yang sama, dengan orang tua yang sama—
namun akhlaknya berbeda karena benih iman diperlakukan berbeda.


V. KEHERANAN ORANG KAFIR & KEANGKUHAN AKAL (Ayat 5–6)

Dalil

أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ

Artinya:
“Apakah bila kami telah menjadi tanah, kami akan diciptakan kembali?”

Hadis Pendukung

كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَبْلَى إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ
(HR. Muslim)

Artinya:
“Seluruh tubuh manusia akan hancur kecuali tulang ekor.”

📌 Pesan Akidah:
Yang menolak kebangkitan bukan karena mustahil—
tapi karena takut mempertanggungjawabkan hidupnya.


VI. ALLAH MAHA MENGETAHUI: DARI RAHIM HINGGA NIAT TERSEMBUNYI (Ayat 8–11)

Dalil

يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ…

Artinya:
“Allah mengetahui apa yang dikandung setiap perempuan…”

Ayat Kunci Perubahan

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya:
“Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Ulasan Ulama

  • Ibnu ‘Athaillah:

    Perubahan takdir dimulai dari perubahan batin.

📌 Amanah Orang Tua:
Jangan menuntut anak saleh tanpa orang tua yang bertobat lebih dulu.


VII. GURUH, KILAT & KETAKUTAN KOSMIK (Ayat 12–13)

Dalil

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ

Artinya:
“Guruh bertasbih memuji-Nya.”

📌 Renungan:
Alam saja takut kepada Allah—
mengapa hati manusia justru berani durhaka?


VIII. PERUMPAMAAN ABADI: AIR & BUih (Ayat 17)

Dalil

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً

Artinya:
“Adapun buih, ia akan hilang tak berguna.”

Tafsir Ulama

  • Ibnu Katsir:

    Kebatilan bisa mengambang, tapi tak pernah menetap.

📌 Pesan Zaman Fitnah:
Hoaks ramai, kebenaran sepi—
namun yang bertahan hanya yang hak.


IX. CIRI ULUL ALBAB: PEMEGANG AMANAH (Ayat 19–20)

Dalil

الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ الْمِيثَاقَ

Artinya:
“Mereka yang menepati janji Allah dan tidak merusak perjanjian.”

Hadis

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
(HR. Bukhari-Muslim)

Artinya:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”

📌 Penegasan:
Iman bukan hanya shalat—
tapi setia pada amanah sampai akhir hayat.


PENUTUP

Surah Ar-Ra‘d mengajarkan kita:
✔ Kebenaran tidak perlu gaduh
✔ Amanah lebih berat dari jabatan
✔ Iman diuji bukan saat lapang, tapi saat gelap
✔ Yang hak akan tinggal, yang batil akan hanyut



Tidak ada komentar