DARI SUMUR, ISTANA, MENUJU PELUKAN ALLAH (Penutup Surah Yusuf: Ayat 101–111)

DARI SUMUR, ISTANA, MENUJU PELUKAN ALLAH (Penutup Surah Yusuf: Ayat 101–111)


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Allah yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya…
Bahkan ketika hamba itu dilupakan oleh manusia…

Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi Muhammad ﷺ…
Nabi yang mengajarkan kepada kita:
bahwa hidup bukan tentang seberapa tinggi kita naik…
tetapi bagaimana kita kembali kepada Allah…

Hadirin yang dirahmati Allah…
Surah Yusuf tidak ditutup dengan pesta…
Tidak ditutup dengan kemegahan istana…
Tetapi ditutup dengan sebuah doa…

Doa orang yang telah merasakan:
✔ pahitnya sumur
✔ dinginnya penjara
✔ manisnya kekuasaan
dan akhirnya sadar…

👉 “Semua ini fana…”


BAGIAN I — DOA ORANG YANG SUDAH SAMPAI, NAMUN TIDAK TERTIPU (±15 MENIT)

Allah berfirman:

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ
وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ
فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا
وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ 

(QS. Yusuf: 101)

Hadirin…
Perhatikan…
Yusuf tidak berkata:

“Ya Allah, tambahkan kerajaanku…”

Tidak…
Ia berkata:

“Wafatkan aku dalam keadaan Muslim…”

Karena orang beriman tahu…
➡️ Yang paling berbahaya bukan jatuh saat miskin…
tetapi tergelincir saat berjaya…

Jeda Renungan

Berapa banyak orang yang selamat saat susah…
namun hancur saat lapang…

Yusuf lolos dari fitnah wanita…
fitnah kekuasaan…
fitnah pujian…

Maka ia takut satu hal:
akhir hidupnya…


BAGIAN II — HIDUP INI CERITA, BUKAN KEBETULAN (±10 MENIT)

Allah berfirman:

ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ 
(QS. Yusuf: 102)

Hadirin…
Kisah Yusuf bukan dongeng pengantar tidur…
Ia adalah cermin hidup kita…

Sumur itu…
adalah fase hidup yang tidak kita pilih…

Penjara itu…
adalah ujian yang tidak kita minta…

Istana itu…
adalah amanah yang bisa menjerumuskan…

Dan ayat ini berkata:
👉 Semua itu ada dalam ilmu Allah…


BAGIAN III — KEBENARAN TIDAK SELALU RAMAI (±10 MENIT)

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ 
(QS. Yusuf: 103)

Hadirin…
Jangan sedih jika jalan iman terasa sepi…
Nabi saja merasakannya…

Karena ukuran benar bukan banyaknya pengikut…
tetapi siapa yang Allah ridai…


BAGIAN IV — JALAN DAKWAH YANG JERNIH (±10 MENIT)

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ 
(QS. Yusuf: 108)

Dakwah bukan teriak-teriak…
Bukan memaki…
Bukan mempermalukan…

Dakwah adalah:
✔ ilmu
✔ akhlak
✔ keteladanan

Seperti Yusuf…
yang berdakwah tanpa dendam…


BAGIAN V — PERTOLONGAN DATANG SAAT HARAPAN MANUSIA HABIS (±10 MENIT)

 حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ … جَاءَهُمْ نَصْرُنَا 
(QS. Yusuf: 110)

Jika hari ini engkau lelah…
Jika doa terasa lama…

Ingat…
Allah sering menunggu hingga kita benar-benar bersandar hanya kepada-Nya…


BAGIAN VI — PENUTUP KISAH: UNTUK ORANG BERAKAL (±10 MENIT)

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ 
(QS. Yusuf: 111)

Surah Yusuf mengajarkan:

  • Jangan putus asa
  • Jangan balas dendam
  • Jangan tertipu dunia
  • Jangan lalai dengan akhir hidup

DOA 

اللهم…
يا الله…
Jika Yusuf yang suci masih takut akan akhir hidupnya…
maka bagaimana dengan kami yang penuh dosa…

Ya Allah…
Kami mohon…
jangan Engkau cabut nyawa kami
dalam keadaan lalai…

Ya Allah…
Jika Engkau wafatkan kami dalam sujud…
itu karunia…
Jika Engkau wafatkan kami dalam istighfar…
itu kemuliaan…

Ya Allah…
Wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha…
bukan dalam keadaan dunia masih menggenggam hati kami…

Ya Allah…
Jika hari ini adalah pertemuan terakhir kami dengan Surah Yusuf…
maka jadikanlah pertemuan terakhir kami dengan dunia
dalam keadaan iman masih hidup di dada kami…

Ya Allah…
Satukan kami dengan Yusuf…
dengan Ya‘qub…
dengan Nabi-Mu Muhammad ﷺ…

bukan karena amal kami…
tetapi karena rahmat-Mu…

تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ

آمــــين… آمــــين… آمــــين…



Tidak ada komentar