Berjalan Cepat Menuju Kebaikan atau Terseret Nafsu Menuju Kehancuran

Berjalan Cepat Menuju Kebaikan atau Terseret Nafsu Menuju Kehancuran”


Mukadimah (Pembuka Menghidupkan Suasana)

Jamaah rahimakumullah,
Al-Qur’an tidak hanya membagi manusia menjadi kaya dan miskin, pintar dan bodoh.
Tapi membagi manusia menjadi dua golongan:

👉 yang bersegera menuju kebaikan
👉 yang lambat sadar sampai azab datang

(Humor ringan)
Ada orang kalau dengar diskon, larinya cepat.
Tapi kalau dengar azan, jalannya kayak buffering sinyal 😄


1. Berlomba Menuju Kebaikan (Ayat 61)

QS Al-Mu’minūn: 61

أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

Artinya:
“Mereka itu bersegera dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.”

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Mereka bukan hanya beramal, tapi cepat dan konsisten.
  • Ath-Thabari – Jāmi‘ al-Bayān:
    “Sābiqūn” artinya didahulukan oleh Allah sebelum orang lain.

Dalil Pendukung

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
📖 QS Al-Baqarah: 148

(Humor)
Dalam dunia, yang cepat itu sering dapat kursi depan.
Dalam akhirat, yang cepat taat dapat surga depan 😄


2. Allah Tidak Memberatkan Hamba (Ayat 62)

QS Al-Mu’minūn: 62

لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya:
“Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Hadis Pendukung

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Jika aku perintahkan sesuatu, lakukanlah sesuai kemampuan kalian.”
📘 HR. Bukhari & Muslim

Komentar Ulama

  • Al-Qurthubi:
    Syariat Islam itu mudah, yang susah sering kali nafsu kita sendiri.

(Humor reflektif)
Islam itu ringan,
yang berat itu niat bangun subuhnya 😅


3. Amal Dicatat Tanpa Kedzaliman (Ayat 62 lanjutan)

QS Al-Mu’minūn: 62

وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ

Artinya:
“Di sisi Kami ada kitab yang berbicara dengan kebenaran.”

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Ini adalah Lauh Mahfuzh, tidak ada amal yang hilang.
  • Fakhruddin Ar-Razi:
    Amal kecil pun punya nilai besar jika ikhlas.

4. Lalai terhadap Al-Qur’an (Ayat 63)

QS Al-Mu’minūn: 63

بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِّنْ هَٰذَا

Artinya:
“Hati mereka dalam kelalaian terhadap (Al-Qur’an) ini.”

(Humor menyentil)
HP kalau jarang di-charge, mati.
Hati kalau jarang kena Al-Qur’an, lebih parah—mati rasa 😌


5. Azab Datang Saat Mereka Paling Angkuh (Ayat 64–67)

QS Al-Mu’minūn: 64

إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ

Artinya:
“Tiba-tiba mereka berteriak meminta tolong.”

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Teriakan ini datang terlambat, bukan taubat tapi panik.

Ayat Teguran

لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ
“Jangan berteriak hari ini.”
(QS Al-Mu’minūn: 65)

(Humor pahit)
Waktu sehat jarang doa,
waktu sakit baru teriak: “Ya Allah…” 😅


6. Al-Qur’an Dihina di Sekitar Ka‘bah (Ayat 67)

QS Al-Mu’minūn: 67

سَامِرًا تَهْجُرُونَ

Artinya:
“Kalian begadang sambil berkata-kata keji.”

Komentar Ulama

  • Ath-Thabari:
    Mereka mencaci Nabi dan Al-Qur’an di tempat paling suci.
  • Ibnu Katsir:
    Tempat mulia tidak menjamin iman.

(Humor)
Dekat Ka‘bah tapi jauh dari Allah,
sekarang dekat masjid tapi jauh dari sajadah 😄


7. Menolak Kebenaran karena Nafsu (Ayat 71)

QS Al-Mu’minūn: 71

لَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ

Artinya:
“Jika kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka, pasti rusaklah langit dan bumi.”

Komentar Ulama

  • Ar-Razi:
    Dunia ini stabil karena kebenaran tidak tunduk pada selera manusia.

(Humor cerdas)
Kalau hukum sesuai keinginan manusia:
semua ingin surga, tapi malas antre 😄


8. Rasul Tidak Minta Upah (Ayat 72–73)

QS Al-Mu’minūn: 72

أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا

Artinya:
“Ataukah kamu meminta upah kepada mereka?”

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Dakwah Nabi murni, bukan proyek.

(Humor ringan)
Dakwah itu bukan cari amplop,
tapi cari ridha Allah 😊


9. Azab Tak Membuat Mereka Tunduk (Ayat 75–77)

QS Al-Mu’minūn: 76

فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ

Artinya:
“Mereka tidak tunduk kepada Rabb mereka.”

Hadis Pendukung

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ الْمُتَضَرِّعَ
“Allah mencintai hamba yang merendahkan diri.”
📘 HR. Ahmad


10. Nikmat Besar yang Dilupakan (Ayat 78–80)

QS Al-Mu’minūn: 78

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ

Artinya:
“Dialah yang menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati.”

Komentar Ulama

  • Al-Qurthubi:
    Tiga nikmat ini adalah jalan menuju iman.
  • Ibnu Katsir:
    Tapi kebanyakan manusia menggunakannya tanpa syukur.

(Humor penutup)
Telinga dipakai dengar gosip,
mata dipakai cari aib,
hati dipakai nyimpen dendam 😅
Pantas syukurnya dikit!


Penutup 

Jamaah rahimakumullah:

  • Bersegeralah sebelum terlambat
  • Tunduklah sebelum dipaksa
  • Bersyukurlah sebelum dicabut

Karena hidup ini bukan tentang berapa lama,
tapi berapa sadar.


Tidak ada komentar