Bersegera Menuju Allah atau Menunggu Sampai Diketuk Azab


“Bersegera Menuju Allah atau Menunggu Sampai Diketuk Azab”


PEMBUKAAN

Jamaah rahimakumullah…
pernahkah kita bertanya dalam hati:

“Kenapa ada orang yang cepat berubah menjadi baik,
sementara ada yang baru sadar ketika hidupnya runtuh?”

Al-Qur’an hari ini menjawab dengan sangat jujur.
Bukan karena Allah pilih kasih,
tapi karena manusia berbeda dalam menyikapi peringatan.

Allah berfirman:

أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ
“Mereka bersegera dalam kebaikan dan merekalah yang lebih dahulu mendapatkannya.”
(QS Al-Mu’minūn: 61)

Ada orang dengar nasihat → langsung bergerak.
Ada orang dengar nasihat → disimpan dulu… sampai lupa.


CEPAT DALAM TAAT, LAMBAT DALAM TOBAT 

Jamaah sekalian,
Al-Qur’an tidak memuji orang yang paling banyak amal,
tapi memuji yang paling cepat menyambut kebaikan.

Bukan “nanti kalau sudah tua”,
bukan “tunggu mapan”,
bukan “habis ini dulu”.

Allah tidak pernah menunda pahala,
yang sering menunda itu kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Jika aku perintahkan sesuatu, lakukanlah sesuai kemampuan kalian.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Allah tahu kemampuan kita.
Allah tidak menuntut sempurna.
Yang Allah minta: bergerak… meski sedikit.


ALLAH TIDAK ZALIM, MANUSIA YANG LALAI 

Allah berfirman:

لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Kami tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya.”
(QS Al-Mu’minūn: 62)

Jamaah…
kalau masih bilang “berat”,
itu bukan karena syariatnya berat,
tapi hati kita yang jauh dari Allah.

Dan ingat…
setiap amal dicatat:

وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ
“Di sisi Kami ada kitab yang berbicara dengan kebenaran.”

Tidak ada salat yang sia-sia.
Tidak ada air mata taubat yang terbuang.
Tidak ada amal kecil yang hilang.


AZAB DATANG SAAT MANUSIA PALING SOMBONG 

Allah menggambarkan orang kafir:

إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ
“Tiba-tiba mereka berteriak meminta tolong.”
(QS Al-Mu’minūn: 64)

Tapi apa jawaban Allah?

لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ
“Jangan berteriak hari ini.”

Jamaah…
teriakan saat sakaratul maut bukan taubat,
teriakan saat azab bukan penyesalan,
itu hanya kepanikan.

Allah telah menegur…
Allah telah mengingatkan…
Allah telah mengirim ayat…

Tapi mereka sibuk tertawa di sekitar Ka’bah,
sibuk bergadang,
sibuk mengejek Nabi.


KEBENARAN TIDAK MENGIKUTI NAFSU 

Allah berfirman:

لَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
“Jika kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka, rusaklah langit dan bumi.”
(QS Al-Mu’minūn: 71)

Islam bukan dibentuk oleh selera manusia.
Islam bukan menyesuaikan zaman.
Manusialah yang harus menyesuaikan diri kepada kebenaran.

NIKMAT BESAR, SYUKUR KECIL 

Allah mengingatkan:

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ
“Dialah yang menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati.”
(QS Al-Mu’minūn: 78)

Telinga…
mata…
hati…

tapi:

قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
“Sedikit sekali kalian bersyukur.”

Jamaah rahimakumullah…
Sebelum kita dikumpulkan di hadapan Allah,
sebelum mulut ini terkunci,
sebelum penyesalan tak lagi berguna…

Mari kita kembali.

Jamaah…
Allah itu Maha Adil.
Yang bikin hidup berat itu bukan agama—
tapi kita kebanyakan alasan 😄

Allah bilang:
“Aku tidak membebani kecuali sesuai kemampuan.”

Tapi kita jawab:
“Ya Allah… nanti dulu ya.”

Lucunya…
kalau diskon, kita kejar.
Kalau pahala, kita bilang: “InsyaAllah nanti.”

Al-Qur’an itu dibacakan,
tapi ada yang dengarnya sambil ngantuk,
ada yang dengarnya sambil mikir cicilan 😄

Allah kasih telinga → dipakai dengar gosip.
Allah kasih mata → dipakai cari salah orang.
Allah kasih hati → dipakai nyimpen dendam.

Pantesan Allah bilang:
“Sedikit sekali kalian bersyukur.”

Tapi jamaah…
Allah masih kasih waktu.
Selama dada masih naik turun,
selama mata masih bisa berkedip…

kesempatan itu masih ada.


DOA 

اللهم يا الله…
Kami datang kepada-Mu dengan hati yang lemah…
dengan amal yang sedikit…
dengan dosa yang banyak…

Ya Allah…
Engkau tahu kami sering menunda taat,
tapi kami cepat dalam lalai…

Ya Allah…
jangan jadikan nikmat-Mu sebagai istidraj bagi kami…
jangan jadikan kesehatan kami sebagai jebakan dosa…
jangan jadikan umur panjang kami sebagai alasan menunda taubat…

Ya Allah…
jika hari ini masih Engkau beri waktu,
maka jangan Engkau cabut sebelum Engkau perbaiki hati kami…

Ya Allah…
jangan biarkan kami berteriak minta tolong
di hari ketika pertolongan sudah ditutup…

Ya Allah…
terimalah amal kecil kami…
ampuni dosa besar kami…
kumpulkan kami bersama orang-orang yang bersegera menuju kebaikan…

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
ولا تجعل الدنيا أكبر همنا

وصلِّ اللهم على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين

آمين… آمين… آمين…



Tidak ada komentar