Ketika Tauhid Dibayar Mahal, dan Kesabaran Menjadi Penyelamat
“Ketika Tauhid Dibayar Mahal, dan Kesabaran Menjadi Penyelamat”
🌑 PEMBUKAAN
الحمد لله الذي لا يضيع أجر المحسنين
ولا يخذل عباده المؤمنين
Hadirin yang dirahmati Allah…
jika pada ayat sebelumnya kita menangis bersama Ibrahim dan Ismail…
maka malam ini…
Allah memperlihatkan kepada kita jejak para nabi yang lain.
Bukan untuk sekadar dikagumi…
tetapi untuk diteladani dan ditakuti.
Karena ayat-ayat ini bicara tentang:
- Tauhid yang ditentang
- Maksiat yang dibela
- Dakwah yang melelahkan
- Dan kesabaran yang hampir habis
Dan mungkin…
kitalah yang sedang berada di salah satu posisi itu.
🌿 BAGIAN 1
KAIDAH LANGIT: ALLAH TIDAK PERNAH ZALIM (±10 MENIT)
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
“Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik…”
Hadirin…
kalimat ini bukan sekadar penutup kisah Musa dan Harun…
ini adalah janji Allah untuk kita semua.
Allah tidak pernah lupa:
- air mata yang jatuh dalam sabar
- doa yang dipanjatkan dalam sepi
- ketaatan yang dilakukan diam-diam
Mungkin manusia tidak melihat…
tapi Allah mencatat dengan teliti.
Kalau hari ini kita lelah berbuat baik…
ingatlah:
Allah tidak pernah salah memberi balasan.
🌿 BAGIAN 2
NABI ILYAS: TAUHID DI TENGAH KAUM PENYEMBAH BERHALA
وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
Hadirin…
Nabi Ilyas diutus kepada kaum yang canggih…
punya kota…
punya sistem…
punya ekonomi…
Tapi satu yang rusak:
tauhid mereka runtuh.
أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ
“Mengapa kalian menyembah Ba‘l dan meninggalkan Allah?”
Berhala mereka bukan dari batu biasa…
tapi dari emas.
Dan sejak dulu…
manusia memang mudah sujud kepada yang menguntungkan.
Kalau dulu namanya Ba‘l…
hari ini namanya bisa:
- harta
- jabatan
- popularitas
- ego
Nabi Ilyas berdiri sendiri…
melawan arus…
menegur dengan tauhid…
meski dicaci dan ditolak.
Dan Allah berfirman:
إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Kecuali hamba-hamba yang ikhlas…
Hadirin…
yang selamat bukan yang banyak…
tapi yang ikhlas.
🌿 BAGIAN 3
NABI LUTH: SAAT KEBENARAN MENJADI ASING
وَإِنَّ لُوطًا لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
Kaum Nabi Luth…
bukan tidak tahu kebenaran…
tapi membenci kebenaran.
Dosa dibela…
maksiat dijadikan identitas…
dan yang menolak disebut musuh.
Nabi Luth berdakwah…
siang dan malam…
hingga akhirnya Allah berfirman:
إِذْ نَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ
“Kami selamatkan dia dan pengikutnya…”
Tapi dengarkan ini…
dan biarkan ia menusuk hati kita:
إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ
Kecuali istrinya…
Istri nabi…
hidup bersama nabi…
makan satu meja dengan nabi…
Tapi hatinya…
bersama kaum pendosa.
Hadirin…
kedekatan fisik tidak menjamin keselamatan iman.
Yang menyelamatkan kita…
bukan siapa pasangan kita…
tapi siapa yang kita ikuti dalam hati.
🌿 BAGIAN 4
JEJAK AZAB YANG DILEWATI SETIAP HARI
وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ وَبِاللَّيْلِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Allah berkata:
“Kalian melewati bekas mereka pagi dan malam…”
Hadirin…
kadang kita membaca berita kehancuran…
tapi tidak mengambil pelajaran.
Padahal Allah tidak menceritakan azab…
kecuali agar kita tidak mengulanginya.
🌿 BAGIAN 5
NABI YUNUS: SAAT DAI MERASA LELAH
وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
Nabi Yunus berdakwah…
namun kaumnya keras…
menentang…
menghina…
Dan Yunus pergi…
sebelum ada izin Allah.
Bukan karena kufur…
tapi karena lelah.
Hadirin…
bahkan nabi pun pernah lelah.
Dan di perut ikan…
dalam gelap yang berlapis-lapis…
lahirlah doa paling jujur:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Tiada Tuhan selain Engkau…
aku termasuk orang yang menzalimi diri sendiri…
Kadang keselamatan kita…
lahir dari pengakuan dosa…
bukan dari pembelaan diri.
🌿 TRANSISI MENUJU DOA
Sekarang…
jangan lihat saya…
lihat ke dalam hati kita masing-masing…
Mari kita angkat tangan…
dan mohon kepada Allah…
dengan doa para nabi…
🤲 DOA
اللهم يا الله…
يا رب السماوات والأرض…
Ya Allah…
jadikan kami hamba-Mu yang ikhlas
sebagaimana Engkau mengikhlaskan Nabi Ilyas
di tengah kaum yang menyekutukan-Mu…
Ya Allah…
jika kami hidup di zaman
di mana kebenaran terasa asing…
maka kuatkan kami
agar tidak menjual tauhid demi kenyamanan…
Ya Allah…
selamatkan keluarga kami
sebagaimana Engkau menyelamatkan Nabi Luth dan pengikutnya…
jangan Engkau jadikan pasangan dan anak-anak kami
penghalang menuju ridha-Mu…
Ya Allah…
jika kami lelah berdakwah…
lelah menjaga iman…
lelah melawan nafsu…
maka ingatkan kami kepada Nabi Yunus…
Ajarkan kami untuk kembali
dengan doa yang jujur…
لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
Ya Allah…
keluarkan kami dari gelapnya dosa
menuju cahaya taubat…
Ya Allah…
ampuni dosa kami yang kami tahu dan yang kami tidak tahu…
dosa yang kami sembunyikan dan yang kami tampakkan…
Ya Allah…
jangan Engkau cabut iman kami
saat kami paling membutuhkannya…
Akhiri hidup kami
dalam keadaan Engkau ridha kepada kami
dan kami ridha kepada-Mu…
وصلّى الله على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
آمين… آمين… يا رب العالمين…
Post a Comment