HIDUP ATAU MATI HATIMU?
“HIDUP ATAU MATI HATIMU?”
Tadabbur QS Fāthir Ayat 21–45
🟢 PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillah…
Alhamdulillah yang masih memberi kita napas,
padahal dosa kita tak terhitung,
kesalahan kita tak sedikit,
lalai kita tak jarang…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang menangis di malam hari…
bukan karena dunia,
tapi karena umatnya.
Saudaraku…
Kita sering bertanya:
“Kenapa hidup terasa kosong?”
“Kenapa ibadah terasa berat?”
“Kenapa doa terasa jauh?”
Mungkin…
bukan Allah yang menjauh,
tapi hati kita yang mati perlahan.
Malam ini…
kita tidak sedang mendengar ceramah,
kita sedang menghadap Allah.
🟢 BAGIAN 1 — HIDUP ATAU MATI HATI?
Allah berfirman:
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ
“Tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati.”
(QS Fāthir: 22)
Yang Allah maksud mati…
bukan yang dikubur,
tapi yang jasadnya hidup, hatinya mati.
Mata bisa melihat…
tapi tak pernah menangis karena dosa.
Telinga bisa mendengar…
tapi ayat Allah tak pernah menyentuh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan orang yang berdzikir dan yang tidak berdzikir,
seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Bukhari)
Saudaraku…
kapan terakhir kita menyebut nama Allah dengan air mata?
Atau…
selama ini Allah hanya kita sebut saat butuh?
🟢 BAGIAN 2 — TEDUH DAN PANAS
Allah berfirman:
وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ
“Tidak sama yang teduh dan yang panas.”
(QS Fāthir: 21)
Surga itu teduh…
Neraka itu panas…
Tapi anehnya…
kita rela kepanasan mengejar dunia,
tapi takut “kepanasan” sebentar dalam ibadah.
Kita rela begadang demi hiburan,
tapi berat bangun untuk tahajud.
Kita sanggup antre demi dunia,
tapi malas duduk sebentar demi ilmu.
Saudaraku…
surga tidak murah,
tapi neraka jauh lebih mahal.
🟢 BAGIAN 3 — ALLAH MAHA SABAR
Allah berfirman:
“Seandainya Allah menghukum manusia karena dosanya,
niscaya tak ada satu makhluk pun yang tersisa.”
(QS Fāthir: 45)
Kenapa kita masih hidup hari ini?
Bukan karena kita baik…
tapi karena Allah menunda hukuman.
Kita maksiat…
Allah tutup aib kita.
Kita lalai…
Allah masih beri rezeki.
Kita lupa…
Allah masih beri kesempatan.
Kalau Allah ingin menghukum…
cukup tarik napas ini.
🟢 BAGIAN 4 — NERAKA DAN PENYESALAN
Allah menggambarkan jeritan penghuni neraka:
“Ya Rabb kami, keluarkanlah kami,
kami akan beramal saleh…”
(QS Fāthir: 37)
Di dunia…
Allah berkata: “Bertaubatlah.”
Mereka berkata: “Nanti.”
Di neraka…
mereka berkata: “Sekarang ya Allah.”
Allah menjawab: “Terlambat.”
Saudaraku…
jangan tunggu taubat sampai
air mata tak lagi berguna.
🟢 BAGIAN 5 — TIGA GOLONGAN MANUSIA
Allah berfirman:
“Di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri,
ada yang pertengahan,
dan ada yang berlomba dalam kebaikan.”
(QS Fāthir: 32)
Kita ini golongan yang mana?
Yang shalat kalau sempat?
Yang taat kalau mood?
Atau yang berlomba walau berat?
Allah masih memberi kita waktu…
pertanyaannya:
apakah kita masih mau berubah?
🟢 BAGIAN 6 — SURGA: AKHIR SEMUA LELAH
Allah berfirman:
“Di surga tidak ada lelah dan tidak ada letih.”
(QS Fāthir: 35)
Capeknya dunia…
sementara.
Tangisnya taubat…
sementara.
Sakitnya istiqamah…
sementara.
Tapi nikmat surga…
selamanya.
🤲 DOA
Ya Allah…
Kami datang bukan membawa amal…
Kami datang membawa dosa dan harap…
Ya Allah…
Kalau Engkau hitung dosa kami,
habislah kami…
Kalau Engkau buka aib kami,
hancurlah kami....
Tapi malam ini…
kami datang sebagai hamba yang kalah…
Ya Allah…
hidupkan hati kami yang mati…
lembutkan jiwa kami yang keras…
Ampuni shalat kami yang lalai…
ampuni dzikir kami yang kering…
Ya Allah…
jangan Engkau cabut nyawa kami
dalam keadaan Engkau murka…
Jangan Engkau tutup hidup kami
tanpa taubat…
Ya Allah…
kalau hari ini Engkau beri kami air mata,
jangan Engkau beri kami api neraka…
Ya Allah…
jadikan akhir hidup kami
akhir yang Engkau ridhoi…
Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaytana…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Post a Comment