Hijrah, Amanah Keluarga, dan Luka Parenting yang Tak Terlihat

“Hijrah, Amanah Keluarga, dan Luka Parenting yang Tak Terlihat”


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang masih memberi kita keluarga…
Meski tidak selalu sempurna…
Yang masih memberi kita anak…
Meski kita sering tidak tahu cara mencintai mereka dengan benar…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ…
Seorang ayah…
Seorang pemimpin keluarga…
Yang tidak hanya mengajarkan iman…
Tetapi juga menyembuhkan luka manusia dengan kasih sayang

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
Kita tidak hanya membaca ayat…
Tapi membaca diri kita sendiri di dalam ayat


BAGIAN 1 — HIJRAH YANG TIDAK TERLIHAT (An-Nahl: 41–42)

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, sungguh Kami akan memberi mereka tempat yang baik di dunia, dan pahala akhirat lebih besar…” (QS. An-Nahl: 41)

Para ulama tafsir (Ibn Katsir, Al-Qurthubi) menjelaskan:
Hijrah bukan sekadar pindah tempat
Tapi pindah sikap, pindah nilai, pindah cara hidup.

Hari ini…
Banyak ayah tidak hijrah dari kerasnya suara…
Banyak ibu tidak hijrah dari luka emosional masa kecilnya…
Dan anak-anak…
Mewarisi luka yang tidak mereka pahami asalnya…

Kisah Nyata 

Ada seorang ayah di Jawa Barat…
Bekerja keras dari pagi sampai malam…
Anaknya sekolah… berprestasi…
Tapi suatu hari anak itu berkata:

“Ayah… aku tidak pernah merasa punya ayah.”

Ayah itu tidak miskin…
Tapi hijrah emosional belum ia lakukan.


BAGIAN 2 — TAWAKAL DALAM MENDIDIK ANAK (An-Nahl: 42) 

الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“(Mereka adalah) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Rabb mereka bertawakal.”

Imam Hasan Al-Bashri berkata:

“Sabar yang paling berat adalah sabar mendidik keluarga.”

Karena anak bukan proyek cepat
Anak adalah amanah jangka panjang


BAGIAN 3 — ORANG TUA SEBAGAI PENJELAS, BUKAN PENEKAN (An-Nahl: 44) 

لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ

“Agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka.”

Nabi ﷺ menjelaskan dengan cinta, bukan teriakan.
Anak-anak kita hari ini tidak kurang nasihat
Mereka kekurangan pelukan yang aman.


BAGIAN 4 — KEZALIMAN DALAM RUMAH (An-Nahl: 45–47)

Allah memperingatkan makar…
Dan azab yang datang perlahan…

Ulama tafsir menegaskan:
Zalim pada keluarga sering tidak disadari.

▪ Membandingkan anak
▪ Merendahkan perasaan
▪ Membungkam suara istri
▪ Mengabaikan kebutuhan batin

Azabnya?
Anak jauh…
Istri lelah…
Rumah kehilangan sakinah…


BAGIAN 5 — SEMUA TUNDUK, KECUALI EGO ORANG TUA (An-Nahl: 48–50) 

Bayangan pun bersujud…
Malaikat pun takut…
Lalu mengapa ego kita enggan tunduk?

Ibn ‘Athaillah berkata:

“Hancurnya rumah bukan karena kurang harta, tapi karena sombongnya kepala keluarga.”


BAGIAN 6 — NIKMAT ANAK ADALAH AMANAH (An-Nahl: 53–55) 

“Apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah datangnya…”

Anak bukan milik kita…
Dia titipan…
Yang kelak akan menjadi saksi


BAGIAN 7 — LUKA ANAK PEREMPUAN (An-Nahl: 57–60) 

Ayat ini bukan sekadar sejarah jahiliyah…
Ia hidup hingga hari ini…

▪ Anak perempuan yang diremehkan
▪ Tidak didengar
▪ Tidak dianggap cerdas
▪ Tidak diberi rasa aman

Kisah Nyata

Seorang ibu di Sumatera berkata:

“Saya keras pada anak perempuan saya… karena dulu ibu saya keras pada saya.”

Luka yang diwariskan…
Bukan disembuhkan…


PENUTUP

Hadirin…
Surga dan neraka sering dimulai dari rumah
Dan husnul khatimah sering ditentukan oleh bagaimana kita memeluk amanah keluarga


DOA 

اللهم يا الله…
Jika selama ini…
Kami lebih sering melukai daripada merawat…
Ampuni kami ya Rabb…

Ya Allah…
Sembuhkan luka anak-anak kami…
Yang tumbuh tanpa pelukan…
Tanpa telinga yang mau mendengar…

Ya Allah…
Jangan Engkau wafatkan kami…
Dalam keadaan meninggalkan luka…
Wafatkan kami dalam husnul khātimah…
Dengan anak-anak yang mendoakan…
Dengan keluarga yang Engkau ridai…

اللهم أصلح بيوتنا…
واجعلها سكناً ورحمة…
ولا تجعلها موضع جراحٍ لا تُرى…

Rabbana…
Jika kelak nyawa ini Engkau ambil…
Ambillah dalam keadaan Engkau ridha…
Dan keluarga kami Engkau jaga dalam iman…

آمين… آمين… يا رب العالمين…



Tidak ada komentar