Hijrah, Tauhid, Nikmat, dan Kerusakan Akidah Keluarga

Hijrah, Tauhid, Nikmat, dan Kerusakan Akidah Keluarga


TEMA BESAR AYAT (MAQĀṢID)

Ayat 41–60 Surah An-Nahl membentuk satu rangkaian besar tentang:

  1. Hijrah & pengorbanan iman
  2. Sabar, tawakal, dan balasan dunia–akhirat
  3. Tauhid vs syirik
  4. Nikmat Allah & pengingkarannya
  5. Kerusakan akidah yang merusak nilai keluarga dan kemanusiaan

📌 Kata kunci utama:
👉 iman – hijrah – tauhid – nikmat – syukur – keadilan – kehormatan manusia


AYAT 41–42

HIJRAH: PENGORBANAN DEMI IMAN

📖 Teks Al-Qur’an

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ۝ الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya:
“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan kepada mereka tempat yang baik di dunia. Dan pahala akhirat lebih besar, jika mereka mengetahui. (Yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Rabb mereka bertawakal.”


🧠 Ulasan Ulama

Imam Al-Qurṭubi:

Ayat ini menjadi dalil bahwa meninggalkan kampung halaman demi iman adalah amal yang sangat agung, bahkan termasuk sebab datangnya rezeki dan kemuliaan.

Ibnu Katsir:

Allah menggabungkan hijrah dengan sabar dan tawakal karena hijrah adalah puncak ujian iman.

📌 Pelajaran keluarga

  • Hijrah tidak selalu pindah kota
  • Kadang hijrah adalah:
    • meninggalkan dosa lama
    • memutus tradisi syirik keluarga
    • berani mendidik anak secara islami meski ditentang

AYAT 43–44

ILMU, ULAMA, DAN AMANAH PENJELASAN

📖 Teks Al-Qur’an

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ۝ بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ ۗ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ

Artinya:
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui. Kami turunkan Al-Qur’an kepadamu agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.”


🧠 Ulasan Ulama

Imam An-Nawawi:

Ayat ini adalah dasar kewajiban bertanya kepada ulama dan haramnya berbicara tentang agama tanpa ilmu.

📜 Hadis Pendukung

إِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ
“Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya.”
(HR. Abu Dawud)

📌 Amanah orang tua

  • Orang tua adalah ahludz-dzikr pertama bagi anak
  • Jika orang tua salah akidah → anak mewarisi kebingungan

AYAT 45–47

TIPU DAYA MANUSIA & KEPASTIAN AZAB

📖 Teks Al-Qur’an

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ…

Artinya:
“Apakah orang-orang yang membuat makar jahat itu merasa aman bahwa Allah tidak akan membenamkan mereka ke bumi atau datang azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari?”


🧠 Ulasan Ulama

Ibnu ‘Aṭiyyah:

Makna makar di sini mencakup segala bentuk perencanaan yang menentang kebenaran, baik secara terbuka maupun tersembunyi.

📌 Pelajaran sosial & keluarga

  • Kezaliman struktural
  • Penipuan
  • Merusak moral generasi
    ➡️ semua berada dalam pengawasan Allah

AYAT 48–50

SELURUH ALAM SUJUD KEPADA ALLAH

📖 Teks Al-Qur’an

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا خَلَقَ اللَّهُ… يَسْجُدُ لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ

Artinya:
“Tidakkah mereka memperhatikan segala sesuatu yang Allah ciptakan, bayangannya tunduk bersujud kepada Allah dalam keadaan berendah diri.”


🧠 Ulasan Ulama

Fakhruddin Ar-Razi:

Sujud makhluk menunjukkan kepatuhan total terhadap sunnatullah, berbeda dengan manusia yang diberi pilihan namun sering membangkang.

📌 Refleksi iman
Jika bayangan tunduk…
gunung tunduk…
malaikat tunduk…
➡️ mengapa manusia sombong?

AYAT 51–53

TAUHID & SUMBER NIKMAT

📖 Teks Al-Qur’an

لَا تَتَّخِذُوا إِلَٰهَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ

Artinya:
“Janganlah kalian menyembah dua tuhan. Sesungguhnya Dia Tuhan Yang Maha Esa.”


📜 Hadis Pendukung

يَا غُلَامُ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ
“Wahai anakku, jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.”
(HR. Tirmidzi)

📌 Akidah keluarga
Tauhid bukan hanya konsep
➡️ ia harus dihidupkan di rumah


AYAT 54–56

NIKMAT → INGKAR → ANCAMAN

📖 Teks Al-Qur’an

فَلَمَّا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ

Artinya:
“Ketika Allah menghilangkan bahaya dari kalian, tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Rabbnya.”


🧠 Ulasan Ulama

Ibnu Katsir:

Inilah tabiat manusia lemah iman: ingat Allah saat sempit, lupa saat lapang.

📌 Bahaya dalam keluarga

  • Doa hanya saat sakit
  • Lalai saat sehat
    ➡️ anak belajar iman musiman

AYAT 57–60

KERUSAKAN AKIDAH & KEZALIMAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN

📖 Teks Al-Qur’an

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا…

Artinya:
“Apabila seseorang diberi kabar kelahiran anak perempuan, wajahnya menjadi hitam dan dia sangat marah.”


🧠 Ulasan Ulama

Al-Baghawi:

Ayat ini mengutuk standar ganda moral kaum musyrik: merendahkan perempuan namun menisbatkannya kepada Allah.

📌 Relevansi hari ini

  • Diskriminasi anak
  • Kekerasan psikologis
  • Anak dianggap beban
    ➡️ semua berakar dari rusaknya iman

PENUTUP

Surah An-Nahl 41–60 mengajarkan:

✔ hijrah butuh iman
✔ iman butuh ilmu
✔ ilmu butuh tauhid
✔ tauhid melahirkan keadilan
✔ keadilan menjaga keluarga
✔ keluarga beriman melahirkan generasi selamat


Tidak ada komentar