Rumah, Amanah, dan Waktu yang Ditangguhkan


“Rumah, Amanah, dan Waktu yang Ditangguhkan”


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang menangguhkan azab-Nya…
Agar kita masih sempat pulang…
Pulang dari lalai…
Pulang dari zalim…
Pulang kepada keluarga yang kita sakiti tanpa sadar…

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ,
Yang lembut sebagai ayah,
Adil sebagai pemimpin,
Dan penuh kasih sebagai pendidik keluarga…

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Ayat-ayat malam ini bukan hanya berbicara tentang kaum musyrik Mekah
Tapi berbicara tentang kita
Tentang rumah kita…
Tentang anak-anak kita…
Tentang waktu yang sedang berjalan menuju ajal…


BAGIAN 1 — AZAB YANG DITANGGUHKAN & KESEMPATAN BERTAUBAT (Ayat 61) 

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَابَّةٍ

“Jika Allah menghukum manusia karena kezaliman mereka, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya satu makhluk melata pun di bumi…”
(QS. An-Nahl: 61)

Tafsir Jalalain & Ibn Katsir:
Allah bukan tidak mampu menghukum,
tetapi Maha Penyantun (Al-Halīm).

➡ Dalam konteks keluarga:
Jika Allah langsung menghukum kezaliman orang tua
▪ Bentakan
▪ Perbandingan anak
▪ Pengabaian emosi
▪ Ketidakadilan

Niscaya banyak rumah runtuh hari itu juga

Dalil Sunnah

إِنَّ اللَّهَ حَلِيمٌ يُحِبُّ الْحِلْمَ

“Sesungguhnya Allah Maha Penyantun dan mencintai sikap santun.”
(HR. Bukhari & Muslim)


BAGIAN 2 — DUSTA MERASA PALING BENAR (Ayat 62) 

وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَىٰ

“Lidah mereka mengucapkan dusta: bahwa merekalah yang akan mendapat kebaikan.”

Al-Qurthubi:
Ini penyakit merasa aman dari murka Allah.

▪ “Saya orang tua, pasti benar”
▪ “Saya ayah, anak harus patuh”
▪ “Nanti juga anak paham sendiri”

Padahal…
Merasa paling benar adalah awal kehancuran rumah.


BAGIAN 3 — SETAN MEMPERINDAH KEZALIMAN (Ayat 63)

زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ

“Setan menjadikan perbuatan mereka tampak indah.”

Ibn Katsir:
Setan tidak selalu mengajak dosa besar,
tapi membenarkan dosa kecil yang terus diulang.

▪ Bentak = “demi kebaikan”
▪ Diam = “capek bekerja”
▪ Acuh = “biar mandiri”

Kisah Nyata (Indonesia)

Seorang ayah berkata:

“Saya tidak pernah memukul anak saya…”

Tapi ia tidak pernah hadir
Anaknya tumbuh dengan luka ditinggalkan.


BAGIAN 4 — AL-QUR’AN SEBAGAI RAHMAT KELUARGA (Ayat 64) 

وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“(Al-Qur’an) sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang beriman.”

Imam Asy-Syafi’i:

“Tidak ada masalah hidup yang tidak jawabannya dalam Al-Qur’an.”

Termasuk konflik rumah tangga.


BAGIAN 5 — TANDA KEHIDUPAN & PARENTING (Ayat 65–69) 

Hujan menghidupkan bumi…
Susu keluar dari perut ternak…
Madu menjadi obat…

Makna parenting:
Allah mengajarkan kelembutan dalam proses.

▪ Anak tidak bisa dipaksa tumbuh
▪ Iman tidak lahir dari teriakan
▪ Akhlak tidak tumbuh dari ketakutan

Hadis Nabi ﷺ

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali menghiasinya.”
(HR. Muslim)


BAGIAN 6 — UMUR, PIKUN, & HUSNUL KHĀTIMAH (Ayat 70) (±10 menit)

وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ

“Sebagian kalian dikembalikan ke umur paling lemah.”

Ikrimah:
Orang yang menjaga Al-Qur’an, Allah jaga akalnya.

Pertanyaan mimbar:
Apakah kita ingin dirawat anak dengan cinta…
atau dengan keterpaksaan?

Itu ditentukan hari ini


BAGIAN 7 — KELUARGA SEBAGAI NIKMAT (Ayat 72)

وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

“Allah menjadikan bagi kalian pasangan dan keturunan.”

Ibn ‘Ashur:
Keluarga adalah nikmat paling awal sebelum harta.


BAGIAN 8 — PERUMPAMAAN BISU & JALAN LURUS (Ayat 75–76) 

Orang tua yang tidak pernah bicara adil
Adalah seperti bisu dalam rumah

▪ Tidak memberi teladan
▪ Tidak membimbing
▪ Hanya memerintah


BAGIAN 9 — RUMAH SEBAGAI TEMPAT AMAN (Ayat 80) 

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّن بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

“Allah menjadikan rumah sebagai tempat ketenangan.”

Jika rumah bukan tempat pulang…
Anak akan mencari pelarian di luar…


DOA 

اللهم يا حليم…
Jika Engkau menghukum kami hari ini…
Tak tersisa satu pun alasan…

Tapi Engkau menangguhkan…
Agar kami sempat meminta ampun…

Ya Allah…
Ampuni kezaliman kami pada keluarga…
Yang tidak tercatat sebagai dosa besar…
Tapi menggores jiwa anak-anak kami…

Ya Allah…
Jadikan rumah kami sakinah…
Bukan ladang luka…
Bukan ruang trauma…

Jika Engkau wafatkan kami…
Wafatkan dalam husnul khātimah…
Dengan anak-anak yang ridha…
Dan keluarga yang Engkau jaga imannya…

آمين… آمين… يا رب العالمين…



Tidak ada komentar