Istiqamah di Atas Wahyu, Jangan Silau oleh Dunia
“Istiqamah di Atas Wahyu, Jangan Silau oleh Dunia”
Tadabbur QS Az-Zukhruf: 41–60
🌿 MUQADDIMAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين،
نحمده ونستعينه ونستغفره،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
أما بعد…
Hadirin jamaah rahimakumullah,
Mari kita tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah ﷻ,
karena sampai detik ini nikmat iman masih Allah titipkan di dada kita,
nikmat Islam masih Allah jagakan di keluarga kita,
dan nikmat bisa duduk di majelis ilmu—
yang pahalanya sering lebih berat daripada badan kita sendiri 😄
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau,
para tabi’in, tabi’ut tabi’in,
para ulama, para kiai, para asatidz,
dan semoga sampai kepada kita semua sebagai umatnya. Aamiin.
🟢 BAGIAN 1
Kebenaran Tidak Bergantung pada Umur Pejuangnya
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Allah berfirman:
فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ أَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِي وَعَدْنَاهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِم مُّقْتَدِرُونَ
Artinya:
“Jika Kami wafatkan engkau (wahai Muhammad), sungguh Kami tetap akan membalas mereka. Atau jika Kami perlihatkan kepadamu azab yang Kami janjikan, maka Kami benar-benar Maha Kuasa atas mereka.”
(QS Az-Zukhruf: 41–42)
Para ulama tafsir, seperti Imam Ibnu Katsir, menjelaskan:
ayat ini adalah penenang hati Rasulullah ﷺ.
Seolah Allah berkata:
“Tenang wahai Muhammad, dakwah ini bukan proyek pribadi, ini proyek Ilahi.”
Jamaah sekalian,
kita sering merasa:
“Kalau saya nggak ada, perjuangan ini berhenti.”
Padahal Allah ingin mengajari kita adab:
👉 yang penting istiqamah, bukan merasa paling penting.
Santri biasanya diajari satu kalimat:
“Antum boleh wafat, tapi kebenaran tidak boleh ikut dikuburkan.”
🟢 BAGIAN 2
Pegang Al-Qur’an, Jangan Pegang Ego
Allah berfirman:
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya:
“Maka berpegang teguhlah pada apa yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang lurus.”
(QS Az-Zukhruf: 43)
Perhatikan kata فَاسْتَمْسِكْ
bukan sekadar pegang, tapi pegang erat, jangan dilepas walau ditarik-tarik dunia.
Imam Al-Qurthubi mengatakan:
“Ayat ini adalah dalil bahwa keselamatan hanya ada pada ittiba’ wahyu, bukan pada logika semata.”
Sekarang ini banyak orang bilang:
“Yang penting niatnya baik.”
Pesantren menjawab dengan tenang:
“Niat baik itu wajib… tapi caranya juga harus benar.”
Kalau niat baik tapi caranya salah,
itu bukan ibadah—
itu tersesat sambil pede 😄
🟢 BAGIAN 3
Al-Qur’an Itu Kemuliaan, Tapi Juga Amanah
Allah melanjutkan:
وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ
Artinya:
“Dan sungguh Al-Qur’an itu adalah kemuliaan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS Az-Zukhruf: 44)
Kata ذِكْرٌ dalam tafsir para ulama bermakna:
- kemuliaan
- kehormatan
- sekaligus peringatan
Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:
“Suatu kaum dimuliakan selama mereka memuliakan Al-Qur’an.”
Jamaah,
Al-Qur’an itu bukan sekadar dibaca di lomba MTQ,
tapi ditanya di alam kubur.
Bukan cuma:
“Khatam berapa kali?”
tapi:
“Ayat mana yang kamu amalkan?”
Kalau Al-Qur’an cuma jadi hiasan lemari,
nanti di akhirat bisa jadi saksi yang memberatkan—
bukan penolong 😔
🟢 BAGIAN 4
Kesombongan Fir‘aun: Pamer Dunia, Tenggelam Akhirnya
Fir‘aun berkata dengan sombong:
أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِن تَحْتِي
Artinya:
“Bukankah kerajaan Mesir ini milikku dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku?”
(QS Az-Zukhruf: 51)
Fir‘aun bangga:
- istana
- sungai
- kekuasaan
Tapi lupa satu hal:
👉 laut juga ciptaan Allah.
Ibnu Katsir menulis:
“Fir‘aun menipu kaumnya dengan kemegahan, bukan kebenaran.”
Pelajaran buat kita:
jangan silau pada yang viral,
jangan kalah pada yang berkuasa.
Karena sering kali yang paling keras pamer dunia,
adalah yang paling takut kehilangan akhirat.
Fir‘aun bilang:
“Sungai di bawah kakiku!”
Allah jawab tanpa debat:
“Baik… nanti kamu di bawah laut.” 🌊
🟢 BAGIAN 5
Isa ‘Alaihissalam: Hamba, Bukan Tuhan
Allah menegaskan:
إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ
Artinya:
“Isa itu tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami beri nikmat.”
(QS Az-Zukhruf: 59)
Dan Nabi ﷺ bersabda:
« لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ »
Artinya:
“Jangan kalian berlebih-lebihan memujiku sebagaimana kaum Nasrani memuji Isa putra Maryam.”
(HR. Bukhari)
Pesantren selalu mengajarkan akidah lurus:
- Nabi mulia
- Rasul agung
- tapi tetap hamba Allah
Cinta boleh maksimal,
kultus haram total.
Kalau ada yang mau disembah,
itu bukan kiai, bukan ustaz,
apalagi panitia 😄
hanya Allah ﷻ semata.
🔚 PENUTUP
Jamaah rahimakumullah,
📌 Ringkasnya:
- Pegang wahyu, bukan ego
- Jangan silau dunia
- Istiqamah lebih berat dari semangat sesaat
- Tauhid jangan dicampur apa pun
Semoga kita wafat dalam keadaan: hidup di atas Al-Qur’an, mati di atas Al-Qur’an, dibangkitkan bersama Al-Qur’an.
🤲 DOA
اللهم اغفر لنا ذنوبنا،
وكفّر عنا سيئاتنا،
وتوفّنا مع الأبرار.
اللهم يا مقلب القلوب،
ثبّت قلوبنا على دينك،
ولا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا.
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا،
ونور صدورنا،
وجلاء أحزاننا،
وذهاب همومنا وغمومنا.
اللهم إنا نعوذ بك من الكبر والرياء،
ومن علم لا ينفع،
ومن قلب لا يخشع،
ومن نفس لا تشبع.
ربنا لا تجعلنا من الذين يقولون ما لا يفعلون،
ولا من الذين يعلمون الحق ثم يتركونه.
ربنا اغفر لنا،
ولوالدينا،
ولمشايخنا،
ولمن علمنا حرفًا واحدًا،
ولجميع المسلمين والمسلمات،
الأحياء منهم والأموات.
وصلّى الله على سيدنا محمد،
وعلى آله وصحبه أجمعين.
والحمد لله رب العالمين.
Post a Comment