Penjaga Wahyu, Musuh Kesombongan, Teladan Istiqamah
Penjaga Wahyu, Musuh Kesombongan, Teladan Istiqamah
📖 KISAH 1
Imam Malik: Ilmu Itu Dimuliakan, Bukan Dikejar
Suatu hari, ada murid Imam Malik رحمه الله yang berkata:
“Wahai Imam, mari kita belajar sambil berjalan.”
Imam Malik langsung menjawab dengan tenang tapi tegas:
“لا يُؤْخَذُ هَذَا الْعِلْمُ إِلَّا بِالْخُشُوعِ وَالسَّكِينَةِ.”
“Ilmu ini tidak diambil kecuali dengan khusyuk dan penuh ketenangan.”
📚 Rujukan: Tartib al-Madarik – Qadhi ‘Iyadh
Imam Malik mengajarkan:
ilmu bukan konten cepat saji,
bukan sambil rebahan,
apalagi sambil scroll sambil nyantri 😄
📌 Hikmah Pesantren:
Siapa yang meremehkan adab,
akan kesulitan meraih berkah ilmu—
meski hafalannya segudang.
📖 KISAH 2
Imam Syafi‘i: Mengadu Lemah Hafalan, Ditegur karena Maksiat
Imam Syafi‘i رحمه الله pernah mengadu kepada gurunya, Waki‘ bin Jarrah, tentang hafalannya yang melemah.
Beliau berkata dalam bait syair yang sangat masyhur:
شَكَوْتُ إِلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي
فَأَرْشَدَنِي إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ
وَنُورُ اللَّهِ لَا يُؤْتَاهُ عَاصِي
Artinya:
“Aku mengadu kepada Waki‘ tentang buruknya hafalanku,
maka ia menasihatiku agar meninggalkan maksiat.
Ia mengabarkan bahwa ilmu itu cahaya,
dan cahaya Allah tidak diberikan kepada ahli maksiat.”
📚 Rujukan: Diwan Imam Asy-Syafi‘i
📌 Hikmah Pesantren:
Kalau ngaji terasa berat,
coba cek:
bukan kitabnya, tapi hatinya 😌
📖 KISAH 3
Imam Ahmad bin Hanbal: Benar Tapi Sendirian
Di masa mihnah (fitnah akidah), hampir semua ulama terpaksa mengatakan bahwa Al-Qur’an makhluk karena tekanan penguasa.
Tinggallah Imam Ahmad رحمه الله, sendirian.
Muridnya berkata:
“Wahai Imam, Anda sendirian.”
Imam Ahmad menjawab:
“إذا كان الإنسان على الحق، فهو جماعة.”
“Jika seseorang berada di atas kebenaran, maka dia adalah jamaah.”
📚 Rujukan: Manaqib al-Imam Ahmad – Ibn al-Jawzi
📌 Hikmah Pesantren:
Santri sejati tidak ikut-ikutan,
tapi ikut dalil.
Sendirian di atas kebenaran,
lebih mulia daripada ramai-ramai di atas kesalahan.
📖 KISAH 4
Hasan al-Bashri: Takut Amal Ditolak
Hasan al-Bashri رحمه الله pernah menangis lama.
Orang-orang bertanya:
“Mengapa engkau menangis, wahai Imam?”
Beliau menjawab:
“أَخَافُ أَنْ يَرُدَّ اللَّهُ عَمَلِي.”
“Aku takut Allah menolak amalku.”
📚 Rujukan: Hilyatul Auliya’ – Abu Nu‘aim
Padahal beliau:
- ahli ibadah
- ahli ilmu
- ahli zuhud
Tapi tetap takut.
📌 Hikmah Pesantren:
Kalau amal sedikit tapi sombong, itu bahaya.
Kalau amal banyak tapi takut, itu selamat.
📖 KISAH 5
Sufyan ats-Tsauri: Zuhud di Tengah Popularitas
Sufyan ats-Tsauri رحمه الله pernah berkata:
“الزهد ليس بأكل الغليظ، ولكن الزهد قصر الأمل.”
“Zuhud itu bukan makan seadanya, tapi memendekkan angan-angan.”
📚 Rujukan: Az-Zuhd – Imam Ahmad
Beliau lari dari jabatan,
menghindari pujian,
takut popularitas merusak niat.
📌 Hikmah Pesantren:
Masalahnya bukan punya dunia,
tapi dunia punya kita.
😄 SELIPAN HUMOR
-
“Santri itu kalau ngantuk bukan karena ilmunya berat,
tapi karena malamnya terlalu rajin sama bantal.” -
“Ngaji jangan niat cari gelar,
nanti dapatnya bukan ustaz,
tapi ustazahabatan sama setan 😄.” -
“Ilmu tanpa adab itu seperti nasi tanpa lauk:
kenyang iya… nikmatnya kurang, barokahnya juga.”
Post a Comment