Keadilan Allah, Akhir Perjalanan Manusia, dan Jalan Keselamatan

Keadilan Allah, Akhir Perjalanan Manusia, dan Jalan Keselamatan


I. ALLAH TIDAK ZALIM, MANUSIALAH YANG MENZALIMI DIRINYA

(Ayat 101–102)

Teks Al-Qur’an

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِن ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ
“Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
(QS. Hūd: 101)

Makna Tafsir (Jalalain)

  • Azab Allah bukan kezaliman, tetapi akibat dosa syirik dan maksiat
  • Sesembahan selain Allah sama sekali tidak menolong saat azab datang

Komentar Ulama

📌 Imam Ath-Thabari:

“Ayat ini menutup semua tuduhan bahwa Allah menyiksa tanpa sebab.”

📌 Ibnu Katsir:

“Setiap kehancuran umat selalu diawali oleh dosa yang mereka banggakan.”


Hadis Pendukung

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ، فَإِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
“Sesungguhnya Allah memberi tenggang waktu kepada orang zalim, tetapi jika Dia telah mengazabnya, ia tidak akan lolos.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Pelajaran:
❗ Jangan tertipu penundaan azab
❗ Tenggang waktu ≠ ridha Allah


II. HARI AKHIR: HARI YANG DISAKSIKAN SELURUH MAKHLUK

(Ayat 103–105)

Teks Al-Qur’an

ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَّهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ
“Itulah hari ketika manusia dikumpulkan, dan hari itu disaksikan.”
(QS. Hūd: 103)

Penjelasan Ulama

📌 Al-Qurthubi:

“Hari Kiamat disaksikan oleh malaikat, para nabi, dan seluruh makhluk sebagai hujjah keadilan Allah.”

📌 Fakhruddin Ar-Razi:

“Tidak ada satu pun amal tersembunyi yang luput dari hari itu.”

Pesan Tauhid:

  • Tidak ada pembelaan tanpa izin Allah
  • Mulut terkunci, amal yang berbicara

III. DUA AKHIR PERJALANAN: NERAKA ATAU SURGA

(Ayat 106–108)

Orang Celaka

لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
“Di dalamnya mereka mengeluarkan jeritan dan rintihan.”
(QS. Hūd: 106)

📌 Ibnu Abbas:

“Zafīr adalah teriakan dada penuh penyesalan, syahīq adalah napas tersengal karena siksa.”


Orang Berbahagia

عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Sebagai karunia yang tidak terputus.”
(QS. Hūd: 108)

📌 Imam An-Nawawi:

“Ayat ini adalah dalil kekalnya surga tanpa batas waktu.”

Aqidah Ahlus Sunnah:

  • Neraka dan surga kekal
  • Surga murni rahmat Allah, bukan hasil amal semata

IV. JANGAN RAGU TERHADAP KEBENARAN TAUHID

(Ayat 109–111)

Ayat Kunci

فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِّمَّا يَعْبُدُ هَٰؤُلَاءِ
“Janganlah engkau ragu terhadap apa yang mereka sembah.”
(QS. Hūd: 109)

📌 Jalalain:
Ayat ini menenangkan Nabi ﷺ, bahwa kebatilan akan selalu hancur seperti umat terdahulu.

📌 Ibnu Taimiyah:

“Keraguan terhadap tauhid adalah awal runtuhnya iman.”


V. ISTIQAMAH: PERINTAH TERBERAT DALAM ISLAM

(Ayat 112)

Ayat

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
“Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana diperintahkan.”
(QS. Hūd: 112)

Hadis

شَيَّبَتْنِي هُودٌ
“Surah Hūd telah membuatku beruban.”
(HR. Tirmidzi – hasan)

📌 Hasan Al-Bashri:

“Istiqamah adalah lurus dalam ketaatan tanpa bengkok oleh hawa nafsu.”


VI. BAHAYA CONDONG KEPADA KEZALIMAN

(Ayat 113)

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا
“Jangan kalian condong kepada orang-orang zalim.”
(QS. Hūd: 113)

📌 Al-Qurthubi:

“Sekadar ridha dan simpati terhadap kezaliman sudah termasuk dosa.”

Aplikasi Zaman Ini:

  • Membela maksiat
  • Membenarkan kebatilan
  • Diam saat kebenaran diinjak

VII. SALAT & AMAL BAIK PENGHAPUS DOSA

(Ayat 114)

Ayat

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Sesungguhnya kebaikan menghapus keburukan.”
(QS. Hūd: 114)

Hadis

“Apakah ini khusus bagiku?”
Nabi ﷺ bersabda:
«لِأُمَّتِي كُلِّهِمْ»
“Untuk seluruh umatku.”
(HR. Bukhari & Muslim)

📌 An-Nawawi:

“Salat lima waktu menghapus dosa kecil jika dijaga dengan khusyuk.”


VIII. AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR PENYELAMAT UMAT

(Ayat 116–117)

📌 Ibnu Katsir:

“Sebab utama kehancuran umat terdahulu adalah hilangnya nahi mungkar.”

Prinsip Penting:

  • Allah tidak menghancurkan negeri yang masih ada orang shalih
  • Kerusakan dibiarkan → azab turun

IX. PERBEDAAN MANUSIA & RAHMAT ALLAH

(Ayat 118–119)

📌 Asy-Syaukani:

“Perbedaan bukan masalah, yang berbahaya adalah menolak kebenaran.”

Kesimpulan Aqidah:

  • Rahmat Allah = hidayah
  • Tanpa rahmat → perselisihan & kesesatan

X. KISAH PARA RASUL: PENGUAT HATI ORANG BERIMAN

(Ayat 120)

نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ
“Untuk meneguhkan hatimu.”
(QS. Hūd: 120)

📌 Ibnu ‘Athaillah:

“Kisah para nabi adalah obat hati yang lelah di jalan ketaatan.”


KESIMPULAN 

  1. Allah Maha Adil, azab selalu bersebab
  2. Dunia adalah penundaan, akhirat adalah keputusan
  3. Istiqamah lebih berat dari sekadar taubat
  4. Salat dan amal baik adalah penyelamat
  5. Amar ma’ruf nahi munkar adalah benteng umat


Tidak ada komentar