Ketika Azab Datang: Batas Akhir Kesabaran Langit (1)


“Ketika Azab Datang: Batas Akhir Kesabaran Langit”


PENGANTAR TEMATIK

Surah Hūd dikenal oleh para ulama sebagai surah yang membuat Nabi ﷺ beruban, sebagaimana hadis:

شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا

“Surah Hūd dan saudari-saudarinya telah membuatku beruban.”
(HR. Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Imam Al-Qurthubi menjelaskan:

“Karena dalam Surah Hūd terkandung ancaman keras, kisah kehancuran umat, dan penegasan sunnatullah tentang keadilan dan azab.”

Ayat 81–100 adalah puncak ancaman, penutup kisah para nabi sebelum penegasan hukum sejarah Allah.


I. KAUM LUTH: AZAB ATAS MAKSIAT YANG DILEGALKAN (Ayat 81–83)

Ayat 81

﴿قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ﴾

“Para utusan berkata: ‘Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu. Mereka tidak akan dapat mengganggumu.’”

Makna Ulama:

  • Ibnu Katsir: Malaikat menenangkan Nabi Luth bahwa perlindungan Allah datang saat keadaan paling genting.
  • Pelajaran: Pertolongan Allah datang setelah usaha dan kesabaran maksimal.

Azab Subuh

﴿إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ﴾

“Sesungguhnya waktu azab mereka adalah subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?”

Imam Asy-Syaukani:

“Azab sering datang di waktu yang manusia anggap tenang dan aman.”

➡️ Subuh: waktu ibadah → berubah jadi waktu kehancuran.


Ayat 82–83: Negeri Dibalik & Hujan Batu

﴿جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا﴾

“Kami jadikan bagian atasnya ke bawah…”

Hadis Pendukung:

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ

“Tidaklah perbuatan keji tampak terang-terangan pada suatu kaum, kecuali akan tersebar wabah dan penyakit…”
(HR. Ibnu Majah)

Catatan Ulama:

  • Imam An-Nawawi: Azab tidak selalu berupa batu, tapi bisa berupa kerusakan sosial dan kehancuran moral.

II. KAUM MADYAN: DOSA EKONOMI & KERUSAKAN SOSIAL (Ayat 84–88)

Ayat 84–85

﴿وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ﴾

“Janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan.”

Imam Al-Ghazali:

“Kecurangan ekonomi adalah dosa yang merusak kepercayaan publik, dan jika dibiarkan akan menghancurkan negara.”

Hadis Rasulullah ﷺ:

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barang siapa menipu, maka ia bukan golongan kami.”
(HR. Muslim)


Ayat 87: Salat Dijadikan Bahan Ejekan

﴿أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ﴾

“Apakah salatmu menyuruhmu…?”

Ibnu Katsir:

“Ini ejekan paling keji: ketika ibadah dijadikan bahan hinaan.”

➡️ Tanda kehancuran moral: agama ditertawakan, bukan didengar.


Ayat 88: Prinsip Dakwah Nabi Syuaib

﴿إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ﴾

“Aku tidak menghendaki selain perbaikan semampuku.”

Pelajaran Ulama:

  • Dakwah bukan mencari kuasa.
  • Ulama sejati memulai dari diri sendiri.

III. SUNNATULLAH: KESELAMATAN ORANG BERIMAN (Ayat 94–95)

﴿وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا﴾

“Ketika perintah Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman…”

Kaedah Tafsir (Ijma’ Ulama):

Allah tidak pernah mengazab orang beriman yang taat.

Hadis Nabi ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ يُنَجِّي الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya Allah menyelamatkan orang-orang beriman.”
(Makna umum dari banyak hadis shahih)


IV. FIR’AUN: PEMIMPIN SESAT & PENGIKUTNYA (Ayat 96–99)

Ayat 97–98

﴿يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ﴾

“Ia berjalan di depan kaumnya pada hari kiamat…”

Ibnu Taimiyyah:

“Pemimpin sesat akan menjadi imam menuju neraka.”

Hadis Pendukung:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ

“Pemimpin itu perisai…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
➡️ Jika perisai rusak, rakyat hancur.


V. PENUTUP SEJARAH: AZAB BUKAN DONGENG (Ayat 100)

﴿مِنْهَا قَائِمٌ وَحَصِيدٌ﴾

“Sebagiannya masih ada bekasnya, sebagian telah musnah.”

Imam Fakhruddin Ar-Razi:

“Allah sengaja menyisakan reruntuhan agar manusia belajar.”

➡️ Sejarah bukan untuk dikenang, tapi diperingatkan.


KESIMPULAN TEMATIK

  1. Maksiat yang dilegalkan = awal azab
  2. Kecurangan ekonomi = kehancuran sosial
  3. Ejekan terhadap agama = tanda akhir
  4. Orang beriman selalu diselamatkan
  5. Pemimpin sesat menjerumuskan pengikutnya


Tidak ada komentar