Ketika Kebenaran Menelan Kepalsuan
“Ketika Kebenaran Menelan Kepalsuan”
1. PERINGATAN SEBELUM PERTARUNGAN (Ayat 61)
Ayat
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُم بِعَذَابٍ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَىٰ
Artinya:
“Musa berkata kepada mereka: ‘Celakalah kalian! Janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kalian dengan azab. Dan sungguh telah merugi orang yang mengada-adakan kebohongan.’”
Ulasan Ulama
- Imam Al-Qurṭubi: Ini menunjukkan akhlak para nabi — mereka masih memberi peringatan, bahkan kepada musuh.
- Ibnu Katsir: Musa tidak langsung menantang, tapi mengajak sadar terlebih dahulu.
📌 Akhir zaman:
Banyak orang berdakwah tanpa takut berdusta atas nama Allah — fatwa demi viral, ayat demi kepentingan.
2. MUSYAWARAH ORANG BATIL (Ayat 62–64)
Ayat
فَتَنَازَعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ وَأَسَرُّوا النَّجْوَىٰ
Artinya:
“Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan merahasiakan pembicaraan.”
Catatan Tafsir
- Tafsir Jalalain: Mereka ragu, tapi menutupinya dengan strategi.
- Fakhruddin Ar-Razi: Kebatilan selalu ramai di dalam, tapi terlihat solid di luar.
📌 Akhir zaman:
- Kebatilan selalu kompak di depan kamera
- Tapi rapuh di balik layar
3. PROPAGANDA KEKUASAAN (Ayat 63)
Ayat
إِنْ هَٰذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم
Artinya:
“Sesungguhnya dua orang ini hanyalah tukang sihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian.”
Ulasan
- Al-Baghawi: Ini narasi politik — menakut-nakuti rakyat.
- Kebenaran selalu dituduh:
radikal, pengacau, ekstrem.
📌 Akhir zaman: Siapa menyeru tauhid → dituduh ancaman stabilitas.
4. ILUSI KEKUATAN BATIL (Ayat 65–67)
Ayat
فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ
Artinya:
“Tali-tali dan tongkat mereka seolah-olah bergerak seperti ular karena sihir mereka.”
Tafsir
- Ibnu ‘Aṭiyyah: Sihir tidak mengubah hakikat, hanya persepsi.
- Bahkan Musa sempat merasa takut — ini manusiawi.
📌 Akhir zaman:
- Media & algoritma menciptakan realitas palsu
- Yang batil tampak dominan, padahal kosong
5. JANJI ALLAH SAAT IMAN GOYAH (Ayat 68–69)
Ayat
لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ الْأَعْلَىٰ
Artinya:
“Jangan takut! Sesungguhnya engkaulah yang paling unggul.”
Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ»
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(HR. Bukhari)
📌 Pelajaran:
- Kebenaran tidak selalu tampak menang di awal
- Tapi pasti unggul di akhir
6. SUJUDNYA PARA PENENTANG (Ayat 70)
Ayat
فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَىٰ
Artinya:
“Maka para penyihir itu pun tersungkur bersujud, seraya berkata: ‘Kami beriman kepada Rabb Harun dan Musa.’”
Ulasan Ulama
- Imam An-Nawawi: Ini iman yang lahir dari keyakinan, bukan emosi.
- Sekejap melihat kebenaran → langsung sujud.
📌 Akhir zaman:
Banyak melihat ayat…
tapi sedikit yang tersungkur sujud.
7. TEROR KEKUASAAN (Ayat 71–73)
Ayat
لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَافٍ
Artinya:
“Aku akan memotong tangan dan kaki kalian secara bersilang.”
Jawaban Orang Beriman
فَاقْضِ مَا أَنتَ قَاضٍ ۖ إِنَّمَا تَقْضِي هَٰذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
“Putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya berkuasa di dunia ini.”
📌 Pelajaran Akhir Zaman:
- Kekuasaan dunia sementara
- Keimanan abadi
8. DUA AKHIR KEHIDUPAN (Ayat 74–76)
Neraka
لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
“Tidak mati dan tidak hidup.”
Surga
جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
📌 Ibnu Katsir:
Orang kafir ingin mati tapi tak bisa,
orang beriman hidup tanpa takut mati.
9. HIJRAH & KESELAMATAN (Ayat 77–80)
Ayat
فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا
Artinya:
“Buatkan bagi mereka jalan yang kering di laut.”
Pelajaran
- Jalan keluar muncul saat taat
- Laut terbelah setelah Musa melangkah
📌 Akhir zaman:
Jangan tunggu aman baru taat —
taatlah, maka Allah bukakan jalan.
PENUTUP
Surah Ṭāhā 61–80 mengajarkan:
- Batil bisa ramai, tapi rapuh
- Hak bisa sendiri, tapi ditolong Allah
- Dunia menekan, akhirat menenangkan
Post a Comment