KETIKA KEBENARAN TERLIHAT LEMAH, NAMUN ALLAH BERSAMA ORANG YANG TEGUH
“KETIKA KEBENARAN TERLIHAT LEMAH, NAMUN ALLAH BERSAMA ORANG YANG TEGUH”
PEMBUKAAN
الحمد لله… الحمد لله الذي خلقنا من ضعف، وجعل في الإيمان قوة…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Mari kita tundukkan hati kita sejenak.
Bukan telinga saja yang mendengar…
tapi jiwa yang bersiap menerima peringatan.
Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi yang paling banyak menangis demi umatnya…
Muhammad ﷺ…
yang bila membaca ayat tentang neraka… beliau terisak…
bukan karena takut untuk dirinya…
tapi takut… umatnya tertipu dunia.
BAGIAN I — AKHIR ZAMAN: KEBENARAN TERASA ASING
Hadirin…
Kita hidup di zaman
di mana yang jujur dicurigai,
yang lurus dicemooh,
yang beriman disebut kolot.
Zaman ketika:
- kebatilan pandai berbicara,
- kebohongan dikemas indah,
- dan kebenaran… harus minta maaf untuk hadir.
Inilah zaman yang digambarkan Nabi ﷺ:
«يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ… يُصَدَّقُ فِيهِ الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهِ الصَّادِقُ»
“Akan datang masa ketika pendusta dipercaya, dan orang jujur didustakan.”
(HR. Ahmad)
Apakah zaman itu belum datang…?
Atau… kita sedang hidup di dalamnya?
BAGIAN II — MUSA SENDIRIAN DI HADAPAN SISTEM BATIL
Hadirin…
Bayangkan Nabi Musa ‘alaihis salam.
Bukan di gunung…
bukan di masjid…
tapi di tengah kekuasaan paling zalim dalam sejarah.
Firaun.
Negeri.
Media.
Pasukan.
Penyihir.
Propaganda.
Sedangkan Musa…
hanya seorang diri.
Dengan tongkat…
dan iman.
Ketika tali-tali sihir dilempar…
semuanya bergerak…
seolah hidup…
Bahkan Musa…
merasa takut.
Al-Qur’an jujur menceritakan:
فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُّوسَىٰ
Nabi pun manusia.
Iman bukan berarti tidak takut.
Iman berarti tetap berdiri meski takut.
BAGIAN III — SUARA ALLAH DI SAAT HATI GEMETAR
Di saat itulah…
Allah tidak mengirim pasukan…
tidak menurunkan petir…
Allah hanya berfirman:
لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ الْأَعْلَىٰ
“Jangan takut. Engkau yang paling unggul.”
Jangan takut…
bukan karena Musa kuat…
tapi karena Allah bersamanya.
Hadirin…
Di akhir zaman…
kita juga sering merasa kalah.
Merasa sedikit.
Merasa lemah.
Merasa sendirian menjaga iman.
Tapi dengarkan…
Allah tidak bertanya berapa jumlahmu
Allah bertanya: siapa yang bersamamu.
BAGIAN IV — KEJATUHAN KEBATILAN YANG TERLIHAT PERKASA
Tongkat dilempar…
dan ular kebenaran menelan semua kebohongan.
Sekejap.
Tanpa debat.
Tanpa drama.
Para penyihir…
orang paling paham sihir…
justru yang pertama sujud.
فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا
Hadirin…
orang yang paling keras menentang kebenaran…
kadang justru paling cepat luluh
ketika Allah buka hatinya.
Tapi Firaun?
Kebatilan selalu begitu.
Ketika kalah hujjah…
ia beralih ke ancaman.
Potong tangan.
Salib.
Teror.
Namun jawaban orang beriman:
فَاقْضِ مَا أَنتَ قَاضٍ
“Lakukan apa yang bisa kau lakukan.”
Karena iman mereka sudah tidak tinggal di dunia.
Iman mereka sudah pindah ke akhirat.
BAGIAN V — ILUSTRASI AKHIR ZAMAN
Hadirin…
Bayangkan akhir zaman…
Masjid ramai…
tapi hati kosong.
Al-Qur’an dibaca…
tapi tidak ditaati.
Dosa diumumkan…
taubat disembunyikan.
Orang menjaga iman…
merasa asing di rumahnya sendiri.
Nabi ﷺ bersabda:
«بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا»
“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing.”
Beruntunglah…
orang-orang asing itu.
Mereka tidak populer…
tapi dikenal langit.
BAGIAN VI — PENUTUP
Hadirin…
Jika hari ini imanmu lelah…
jika kamu merasa sendirian…
ingatlah Musa…
Ingatlah para penyihir yang memilih sujud
meski tahu nyawanya terancam.
Dan ingatlah…
Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang memilih-Nya.
Jangan takut menjadi sedikit…
selama engkau berada di jalan yang benar.
Post a Comment