Lembutnya Para Nabi di Zaman Kekerasan, Teguhnya Tauhid di Akhir Zaman


“Lembutnya Para Nabi di Zaman Kekerasan, Teguhnya Tauhid di Akhir Zaman”


PEMBUKAAN 

الحمد لله ربّ العالمين…
نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di zaman ini…
kita hidup di masa suara keras lebih didengar daripada kebenaran,
emosi lebih dipuja daripada hikmah,
dan amarah sering disangka iman

Padahal…
Allah mengutus para nabi bukan dengan teriakan,
tapi dengan air mata dan kesabaran

Hari ini…
kita berdiri di bawah naungan Surah Ṭāhā,
kisah Nabi Musa ‘alaihissalam…
berhadapan dengan Fir‘aun…
tirani paling bengis dalam sejarah manusia.


BAGIAN 1 — 

DIPILIH SETELAH DIHANCURKAN 

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي

“Dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.” (Ṭāhā: 41)

Allah tidak berkata:
“Aku memilihmu karena engkau kuat…”

Tapi:
“Aku memilihmu untuk-Ku…”

Ma’asyiral muslimin…

Sebelum Musa diangkat…
ia dihanyutkan,
dipisahkan dari ibunya,
hidup di istana musuhnya,
membunuh tanpa sengaja,
lari dalam ketakutan,
hidup sebagai penggembala…

📌 Akhir zaman:
Banyak ingin dipakai Allah…
tapi tidak siap dihancurkan egonya.


BAGIAN 2 — DAKWAH TIDAK SENDIRIAN & TIDAK TANPA ZIKIR 

اذْهَبْ أَنتَ وَأَخُوكَ… وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي

“Pergilah engkau dan saudaramu… dan jangan lalai dari mengingat-Ku.”

Allah tahu…
tekanan dakwah akan mengeringkan jiwa
jika tidak disiram zikir.

Banyak aktivis…
banyak dai…
tapi hatinya kering…
karena sibuk bicara…
lupa bersujud…

📌 Akhir zaman:
Gerakan ramai…
tapi zikir sunyi


BAGIAN 3 — KATA LEMBUT DI HADAPAN TIRANI 

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا

“Berbicaralah kepadanya dengan kata yang lemah lembut.”

Fir‘aun…
yang berkata: “Ana rabbukumul a‘la…”
“Aku tuhan kalian…”

Tapi Allah tidak berkata:
“Bentak dia…”
“Caci dia…”

Allah berkata:
“Lembutkan kata kalian…”

📌 Akhir zaman:

  • Salah sedikit → dihujat
  • Beda pendapat → dihapus
  • Kebenaran → dibungkus amarah

Padahal…
kelembutan adalah warisan kenabian.


BAGIAN 4 — TAKUT ITU MANUSIAWI, LARI ITU BUKAN NABAWI 

لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا

“Jangan takut, Aku bersama kalian.”

Musa takut…
Harun takut…

Tapi mereka tetap melangkah.

Takut tidak dilarang…
yang dilarang adalah meninggalkan amanah.

📌 Akhir zaman:

  • Takut kehilangan jabatan
  • Takut kehilangan pengikut
  • Takut viral
  • Takut miskin

…hingga takut kepada Allah tinggal slogan.


BAGIAN 5 — ISI DAKWAH: MEMBEBASKAN & MENYELAMATKAN 

أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

“Lepaskan Bani Israil bersama kami.”

Dakwah Musa:

  • Tauhid ✔
  • Pembebasan ✔
  • Keadilan ✔

📌 Akhir zaman:

  • Agama hanya jadi simbol
  • Tapi zalim tetap dilindungi
  • Tertindas disuruh sabar tanpa dibela

BAGIAN 6 — TAUHID VS ATEISME MODERN 

رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ

Allah memberi bentuk,
lalu memberi petunjuk.

Bayi tahu mencari susu…
lebah tahu membuat sarang…
burung tahu arah pulang…

Tapi manusia akhir zaman berkata:
“Semua kebetulan…”


BAGIAN 7 — FIR‘AUN TIDAK KURANG BUKTI, TAPI SAKIT HATI 

فَكَذَّبَ وَأَبَىٰ

“Ia mendustakan dan enggan.”

Masalah Fir‘aun bukan logika…
tapi kesombongan.

📌 Akhir zaman:

  • Bukti menumpuk
  • Ayat terbentang
  • Tapi hati terkunci

PENUTUP 

Jika Allah bersamamu…
Fir‘aun tidak bisa menyentuhmu…

Jika Allah meninggalkanmu…
tepuk tangan manusia pun tak menyelamatkanmu…


DOA 

اللهم…
يا الله…

Ya Allah…
kami hidup di zaman yang bising…
tapi hati kami sepi…

Ya Allah…
kami sering marah atas nama agama…
tapi lupa menangis di hadapan-Mu…

Ya Allah…
lembutkan hati kami…
seperti Engkau melembutkan Musa…
di hadapan Fir‘aun…

Ya Allah…
jika para nabi saja takut…
bagaimana dengan kami yang penuh dosa ini…

Ya Allah…
jangan serahkan kami pada diri kami sendiri…
walau sekejap mata…

Ya Allah…
di akhir zaman ini…
selamatkan iman kami…
keluarga kami…
anak-anak kami…

Ya Allah…
jika kebenaran harus dibayar mahal…
jangan Kau cabut keberanian kami…

Jika dakwah membuat kami sendirian…
jangan Kau cabut zikir dari hati kami…

Rabbana…
jangan jadikan kami seperti Fir‘aun…
yang melihat ayat…
tapi menolaknya…

Rabbana…
wafatkan kami dalam husnul khatimah…

وصلى الله على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين…

آمين… آمين… آمين يا رب العالمين…



Tidak ada komentar